Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
ingin memulai hidup baru


__ADS_3

Pagi harinya, Elvita dan kedua sahabatnya berangkat ke kantor bersama-sama. sedari tadi, kedua sahabatnya itu terus saja membujuk Elvita agar tidak melakukan hal itu.


Karena jujur saja, mereka berdua masih merasa tidak mampu untuk mengelola perusahaan Elvita. karena walaupun keduanya merupakan lulusan dari Universitas ternama, namun tetap saja pengalaman kerja mereka baru 6 bulan.


Hal itulah yang membuat Resti dan Cantika, merasa belum pantas untuk mengelola sebuah perusahaan. apalagi perusahaan sebesar Elv.Desain.


" El Gue rasa gue belum siap tahu, kita berdua belum siap untuk mengelola perusahaan loe, " ucapnya saat mereka Tengah melakukan sarapan.


hal itu tentu saja membuat Elvita, sejenak menghentikan aktivitas sarapannya. Kemudian menatap kedua sahabatnya itu secara bergantian.


" huh, gue yakin lo berdua pasti bisa, kalian ngomong kayak gini karena kalian belum pernah melakukannya sendiri kan, dan sekarang ini gue memberi kesempatan kalian untuk mengelolanya." ucapnya tersenyum simpul.


Mendengar hal itu, Resti dan Cantika menghela nafas panjang. mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa jika Elvita sudah membuat keputusan.


" Ayo kita berangkat, Nanti keburu pesawatnya lepas landas." ucapnya Seraya beranjak dari duduk. dan hal itu diikuti oleh kedua sahabatnya.


Mereka bertiga berangkat bersama menaiki mobil sewaan yang disewa oleh Cantika. karena tidak mungkin, Resti dan Cantika membiarkan Elvita untuk menaiki kendaraan umum.


di samping Elvita sedang hamil, mereka berdua juga tidak ingin mendapatkan image image sedikit buruk karena membiarkan Bos mereka menggunakan kendaraan umum.


" lu berdua nyawa mobil,?" tanya Elvita Seraya menatap ke arah mobil dan ke arah kedua sahabatnya secara bergantian.


sontak saja mereka berdua menganggukkan kepala. hal itu membuat Elvita memutar bola mata malasnya." Kalian ngapain sih pakai acara mobil segala, kan kita bisa naik angkot atau naik taksi." ucapnya menggerutu kesal.


hal itu tentu saja langsung mendapat penolakan keras dari kedua sahabatnya itu." no Elvita, loe sedang hamil mana mungkin kita berani ambil resiko!" tanya kedua gadis itu hampir bersamaan.


tentu saja, Elvita yang mendengarnya merasa sangat terharu. karena, mendapatkan rezeki yang begitu luar biasa. berupa seorang sahabat yang lebih dari saudara.


" Iya tapi kan boros." ucap Elvita masih tetap Kukuh dalam pendiriannya.


Resti dan Cantika yang mendengarnya, segera menarik tangan sahabatnya itu untuk segera masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Karena jika meladeni ocehan Elvita, mereka akan terlambat. dan Elvita juga akan Terlambat untuk pergi ke luar kota.


" udah nggak usah banyak omong, lu ikut aja sama kita berdua. bagian ini juga cuma masalah sepele, kita masih mampu kali." ucapnya Seraya membukakan pintu untuk Elvita.


Setelahnya, Resti dan Cantika segera masuk dan duduk di kursi kemudi dan kursi penumpang. setelahnya melajukan kendaraan itu, meninggalkan rumah Resti.


di sepanjang perjalanan, Elvita lebih banyak diam. tak seperti biasanya. Hal itu membuat kedua sahabatnya itu, saling melempar pandangan.


" udahlah El Nggak usah sedih-sedih, lu yakin aja setelah ini, lo pasti bisa membuka Lembaran Baru." ucap Cantika melirik dari kaca spion.


Elvita yang mendengarnya, tersenyum tipis Seraya menganggukkan kepala." lu berdua memang benar benar sahabat gue yang paling baik, Makasih atas semua perhatiannya. jangan lupa 5 bulan lagi jengukin gue ya," ucapnya Seraya mengelus perut buncitnya.


" pastilah itu," ucap Cantika. yang mendapat anggukan dari Resti." Iya El lu tenang aja," ucap Resti tersenyum tipis.


mereka akhirnya telah sampai di depan perusahaan Elvita. dengan segera, Elvita mengumpulkan semua karyawan yang ada di gedung tiga lantai itu.


hal itu tentu saja membuat semua karyawan, merasa heran namun juga sedikit takut. karena mereka mengira, Bosnya itu akan melakukan PHK besar-besaran.


" pagi semua, Saya mengumpulkan kalian semua di sini, untuk memberitahukan sesuatu." ucap Elvita menjeda.


hal itu tentu saja membuat semua karyawan, menjadi semakin tegang. Dan semakin banyak, para karyawan perspekulasi yang tidak-tidak.


" Maaf Bu, Apakah kami akan di PHK secara besar-besaran, mengingat omset perusahaan sedikit turun,?" tanya salah satu karyawan.


Elvita yang mendengarnya, menggelengkan kepala." tidak itu semua tidak benar, Saya tidak akan sejahat itu untuk memacat kalian. hanya karena, omset yang sedikit turun itu." ucap kalau kita menjelaskan.


hal itu tentu saja membuat para karyawan, sedikit bernafas lega." lalu apa Bu?" tanya karyawan yang lain.


"Mulai hari ini, perusahaan ini akan dikelola dan ditangani oleh kedua sahabat saya. Karena saya akan pergi ke luar kota dan mungkin tidak balik lagi." ucapnya Seraya tersenyum tipis.


hal itu tentu saja membuat semua karyawan, mendadak heboh. Banyak dari mereka yang menerka-nerka.

__ADS_1


" Maaf Bu, apa ini karena gosip perselingkuhan yang dilakukan oleh suami ibu,?" tiba-tiba salah seorang karyawan bertanya seperti itu.


hal itu tentu saja membuat Elvita dan kedua sahabatnya, terkejut bukan kepalang. Bagaimana bisa tahu, Apakah semua sudah terpendus,? pertanyaan itu berputar-putar melintas di kepalanya.


Resti dan Cantika yang mendengarnya, melayangkan tatapan tajam pada gadis itu. sehingga membuat karyawan itu, menunduk ketakutan.


" Apakah kalian semua sudah tahu kan hal ini,?" tanya Cantika dengan pandangan marah.


sontak saja hal itu membuat hampir semua karyawan menganggukkan kepala." kami sudah tahu Bu, bahkan kemarin istri dari Pak Gio sendiri yang mengatakan hal itu." ucap salah satu dari mereka.


Elvita yang mendengarnya, menghela nafas panjang. Ya sudahlah toh memang benar itu kenyataannya. Pikirnya.


" mulai saat ini, kalian yang ingin bekerja di sini jangan ada yang berani mengungkit masa lalu dari sahabat saya. Karena bagaimanapun, kami berdua adalah atasan kalian sekarang." ucap Cantika tegas.


hal itu tentu saja membuat para karyawan sedikit tercengang. Karena mereka merasa, dua orang yang ada di hadapannya itu sedikit kasar.


Namun, mereka semua tidak ada yang berani untuk membuka suara. karena mereka, masih menginginkan pekerjaan ini.


" Baiklah kalau begitu Saya pergi dulu, Selamat pagi" ucapnya Seraya berlalu dari sana. diikuti oleh Resti dan Cantika.


*****


Sementara itu di lain tempat, tempatnya di sebuah rumah mewah, seorang wanita Tengah belajar memasak.


siapa lagi jika bukan Liona. Wanita itu sudah bertekad akan merebut hati suaminya kembali. karena sepertinya, hati Gio sedikit terkoyak atas kepergian Elvita dari rumah ini.


" mas makan yuk aku udah siapin nih, makanan kesukaan kamu." ucapnya tersenyum tipis saat melihat, Giovanni turun dari anak tangga.


Giovanni yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. Kemudian, menyantap makanan buatan istrinya.


walaupun Giovanni jika masakan itu hasil dari Liona membuka dari aplikasi Google. namun dirinya tetap menghargai usaha sang istri.

__ADS_1


__ADS_2