
" Makanya nggak usah ngomong sembarangan, pamali tau nggak, apalagi lu lagi hamil." ucap Resti menambahkan.
Mendengar hal itu, Elvita hanya meringis saja. padahal dalam hal ini dirinya kan tidak salah. Elvita berkata sesuai dengan fakta.
Tapi ada hikmahnya juga Liona kemari. Jadi Elvita tidak usah repot-repot untuk menggugat Giovanni. karena pastinya, Liona akan sangat marah besar dan akan mendesak laki-laki itu untuk menceraikan Elvita.
Setelah kepergian Giovanni dan juga Liona, Mereka Kembali ke tempat duduk masing-masing. Elvita dengan perlahan, merebahkan punggungnya di sandaran kursi.
Karena Entah mengapa semenjak hamil dirinya menjadi sangat kelelahan seperti ini." Duh capek banget sih" ucap Elvita Seraya menurut kakaknya yang pegal.
Melihat hal itu, Arvino dengan sikap segera mengambil kursi pijat yang berada di sudut ruangan. dan tanpa basa-basi, laki-laki itu segera menggendong dan meletakkan Elvita di kursi pijat.
Hal itu tentu saja membuat Elvita dan kedua sahabatnya, menjadi sangat terkejut namun juga ada rasa salut di hati para wanita itu.
" eh Arvino apa yang kamu lakukan?" tanya Elvita yang masih sangat terkejut. Namun, hal itu tak digubris oleh Arvino. dirinya terus meletakkan dan memasang kursi itu. hingga membuat Elvita seketika rileks.
Sementara Cantika dan juga Resti yang melihatnya, tersenyum penuh arti." kalian itu cocok deh kalau belikan" celetuk Resti Seraya tersenyum tipis.
Elvita yang semula memejamkan mata karena merasa rileks pada pijatan kursi itu, seketika membuka matanya.
" Ngaco aja nggak usah sembarangan kalau ngomong!" ucap Elvita sedikit Ketus.
Hal itu tentu saja membuat Resti dan Cantika menjadi sedikit bingung. Perasaan mereka tidak mengatakan hal yang tabu. mereka hanya Mengatakan agar kedua insan yang masih saling mencintai ini bisa bersatu kembali. Apa salahnya,?
" Kenapa lu marah, kan gue cuma berdoa dan berharap kalian bisa bersatu lagi emang salah?" tanya Cantika sedikit bingung.
__ADS_1
"jangan bilang, kalau lu masih mau kembali sama laki-laki kampret?" tanya Resti dengan ekspresi wajah menyelidik.
Namun, Elvita yang mendapati pertanyaan-pertanyaan itu tak menjawabnya. wanita cantik itu malah kembali memejamkan mata. Hal itu membuat orang-orang yang ada di dalam sana, semakin berspekulasi sendiri-sendiri.
Sementara Arvino yang Mendengar hal itu, hanya bisa meringis Seraya menghela nafas panjang. Kadang, dirinya merasa lelah dan juga ingin menyerah.
Karena sepertinya wanita yang ia cintai telah mencintai orang lain. Namun, saat Arvino kembali mengingat jika wanitanya telah disakiti oleh laki-laki yang tak bertanggung jawab, seketika itu pula Arvino ingin kembali merebut kekasih hatinya.
" kalau gitu gue permisi ya, kabarin kalau teman kalian ini butuh bantuan." ucap Arvino segera melangkah pergi.
Dirinya merasa sedikit lelah. Dan akan membuat jarak antaranya dan juga Elvita. Karena, menghadapi wanita keras kepala seperti Elvita ini harus dengan trik khusus.
Arvino akan mencoba menarik ulur perasaan mantan kekasihnya itu. Jika nantinya Elvita akan merasa kehilangan, maka dirinya akan berusaha meraih kembali hati wanita itu.
Namun jika nantinya Elvita tak merasakan kehilangan, maka dirinya harus bersiap-siap untuk melepaskan wanita cantik itu. Walaupun, nantinya Pasti akan sangat sulit. karena Arvino, adalah laki-laki yang pertama kali jatuh cinta pada Elvita.
Karena baik Elvita maupun Arvino, sama-sama tak pernah pacaran sebelumnya. Mereka sibuk untuk mengukir prestasi di masa mudanya. hingga kini, mereka bisa merambah ke dunia bisnis dengan sukses.
laki-laki itu, segera melangkah pergi dari sana. Sementara Resti dan juga Cantika, menatap bergantian ke arah Elvita dan juga Arvino.
Ada rasa kasihan yang menyelinap di relung hati Lesti dan Cantika. saat melihat, kedua sejoli itu yang tak bisa bersatu.
" Baiklah nanti kalau Elvita ada apa-apa, gue akan kasih tahu lo." ucap Resti Seraya menatap ke arah Arvino yang hampir hilang di balik pintu.
Mendengar hal itu, Arvino menoleh ke belakang. kemudian, menatap sekilas ke arah Elvita. Kemudian kembali menatap ke arah Resti dan menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis.
__ADS_1
" jagain dia buat gue ya," ucapnya Seraya tersenyum tipis. hal itu tentu saja membuat Resti dan Cantika yang mendengarnya, mengangguk dengan perasaan prihatin.
Setelahnya, Arvino benar-benar keluar dari rumah itu. dengan membawa perasaan yang tak menentu. Sementara Cantika dan juga Resti, menatap Elvita dengan ekspresi wajah bingung.
" Kenapa lu berdua ngeliatin gue kayak gitu?" tanya Elvita Seraya membuka mata. wanita hamil itu bukannya tak mengerti apa yang Tengah dipikirkan oleh kedua sahabatnya itu.
Namun rasa tak pantas yang menggelayut di hatinya, membuat ia menjadi sedikit tiga pada laki-laki yang menempati ruang hatinya itu.
" lu yang Kenapa El, lu itu kayak nggak Bersyukur ya dikasih Tuhan laki-laki yang sangat menyayangi lu, tapi kenapa malah lu sia-siain.?" tanya Resti Tak habis pikir.
Elvita yang mendengar ucapan dari Resti, menghela nafas panjang. kemudian, memperbaiki posisi duduknya." Terus gue harus gimana? gue harus menerima gitu?" tanya Elvita Seraya mengusap air matanya yang jatuh.
" Dia itu orang baik, pengusaha pula. jadi nggak mungkin kan kalau dia nama gue?" tanya Elvita dengan menahan rasa sakit di dada akibat rasa sesak itu.
Resti dan Cantika yang mendengarnya, semakin merasa bingung." Terus apa masalahnya El, Bukankah kalian pasangan kekasih dulunya, Terus kalau kalian bersatu lagi emangnya kenapa?" tanya testi tak mengerti.
" Iya apalagi kalian itu dilihat masih saling mencintai kan?" tanya Cantika dengan ekspresi wajah menyelidik.
Elvita yang mendengarnya menghela nafas panjang." cinta aja nggak cukup kali, gue mau dia mendapatkan wanita yang lebih dari gue. karena gue sebentar lagi akan jadi janda anak satu. apa yang mau dibanggain dengan status itu. Dia pantas mendapatkan wanita yang masih gadis." ucap Elvita yang masih keras kepala dan juga kokoh dengan pendiriannya.
" dasar keras kepala!" Cibir Cantika Seraya Kembali ke tempat duduknya. diikuti oleh Resti yang juga aku duduk di sebelah Cantika.
" ngomong-ngomong, kalian berapa lama ke sini nanti?" tanya Elvita pada kedua sahabatnya.
Karena kata Winda asistennya, perusahaan yang ada di negara asalnya telah mengalami kenaikan signifikan. Hal itu membuat aktivitas kedua sahabatnya menjadi sangat padat.
__ADS_1
" dua atau tiga hari aja sih El, kan lu pasti juga udah tahu dari Winda kan kalau perusahaan lu sedang mengalami kenaikan yang signifikan." ucap Cantika Seraya menatap ke arah Elvita.
"hmm, Baiklah kalau begitu." ucap Elvita kembali merebahkan di tubuhnya di kursi pijat.