Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Mencari jalan Keluar


__ADS_3

Setelah Elvita menceritakan semuanya pada kedua temannya, akhirnya diputuskan mereka akan mencari jalan keluar yang terbaik.


" lu nggak boleh lemah lah, lu nyadar nggak, lu itu terlalu lemah." ucap Resti menatap Jengah ke arah sahabatnya itu.


" Iya Gue nyadar kok." ucapnya lirih. kemudian, menatap baby Azriel yang tengah sibuk bermain dan juga tertawa cukup kencang.


" Lu harus melakukan bela diri." ucap Cantika memberi usul. Hal itu membuat Resti dan Elvita yang mendengarnya, seketika Saling pandang.


" Maksudnya gimana?" tanya Elvita dan juga Resti dengan saling menetap ke arah Cantika.


Mendengar hal itu, Cantika segera menghembuskan nafasnya kasar." dasar kalian ya, pinter cantik tapi bodoh." ucap Cantika Seraya mengejek kedua temannya itu.


Puk


Elvita dan Resti yang mendengarnya, seketika menepuk pundak Cantika dengan Sedikit keras. hal itu membuatnya sedikit meringis karena merasa panas di area pundaknya.


" lah kok kalian marah, emang bener kan aku yang gue omongin?" tanya Cantika Soraya menatap tajam ke arah kedua sahabatnya itu.


Setelahnya, Elvita dan Resti tak menjawab pertanyaan dari Cantika. dan akhirnya, mereka sama-sama terdiam. tenggelam dalam lamunan masing-masing.


" tapi, Emangnya ada olahraga yang aman bagi ibu hamil.?" tanya Elvita sesaat setelah terdiam cukup lama.


" adalah, tapi mendingan lu olahraga aja. seperti pilates misalnya." ucap Resti memberi usul.


Elvita yang mendengarnya, seketika terdiam. wanita itu tampak menimbang-nimbang ucapan dan usul dari kedua sahabatnya itu.


" Oke kalau gitu, gue akan ikuti saran kalian." ucap Elvita dengan mantap. memang seharusnya dirinya tidak terlalu lemah dan mudah untuk diberdaya.


Bagaimanapun juga dirinya tidak boleh kalah dari sang adik tiri. dengan segera, Elvita mengajak kedua sahabatnya untuk mencari tempat olahraga yang recommended.

__ADS_1


Setelah menemukannya, Elvita segera berlatih dengan cukup giat. Untung saja, janin yang ada di dalam kandungannya itu, dalam keadaan baik-baik saja. hal itu tentu saja membuat Elvita sedikit merasa tenang,


setelah seharian berolahraga, Elvita segera mengajak kedua sahabatnya untuk singgah di sebuah restoran yang tak jauh dari tempat olahraga itu.


Tak terasa, hari demi hari terus berganti hingga kandungan Elvita menginjak usia tiga bulan. wanita itu masih sering untuk berlatih di tempat treadmill yang ada di kota itu.


Dirinya merasakan perubahan yang terjadi pada tubuhnya setelah dirinya berbulan-bulan mengikuti treadmill itu. hari ini, Elvita berada di rumah karena dirinya memutuskan untuk tidur sehari.


Di kehamilan pertamanya ini, Elvita merasa begitu kelelahan. apalagi di usia kandungannya ya semakin membesar itu. hal itu membuat Elvita memutuskan untuk beristirahat sejenak. di saat dirinya sedang melakukan rebahan, terdengar suara pintu diketuk dari luar.


Dengan segera Elvita berjalan mendekati pintu utama kemudian membukanya. Karena art yang ada di rumah itu, Tengah mengajak baby Azriel jalan-jalan. karena bayi berusia 6 bulan itu, sudah makan. dan anak itu tidak akan pernah mau makan jika tidak diperlihatkan pemandangan alam sekitarnya.


Elvita pun merasa sedikit bingung, Mengapa anaknya mempunyai sifat seperti itu. Padahal, setahu dia, dirinya tidak pernah melakukan hal itu. apalagi mengajarkannya pada sang anak.


Ceklek


" mau apa kalian ke sini lagi?" tanya Elvita dengan nada sinis dan juga Ketus. saat wanita itu tahu siapa yang datang ke rumahnya.


Elvita yang mendengarnya, sama sekali tidak menggubris. wanita itu berniat akan menutup pintunya kembali. karena menurutnya, tidak penting meladeni orang gila seperti Liona ini.


Namun, gerakannya terhenti saat Liona dengan cepat mendorong pintu itu. hingga membuat Elvita sedikit terhuyung ke belakang. hingga hampir saja menabrak tembok.


" Lu udah gila ya," petik Elvita saat merasakan punggungnya terasa panas dan juga sakit akibat benturan yang cukup keras itu menghantam punggungnya.


" Jawab dulu, lu hamil sama siapa?" tanya Leona dengan tatapan sinis dan juga merendahkan itu. hari itu tentu saja membuat Elvita yang mendengarnya, seketika naik pitam.


dengan segera, wanita yang tengah berbadan dua itu, mendorong tubuh sang adik tiri hingga terjungkang ke belakang.


"awhh, Lu gila ya?" tanya Liona dengan tatapan tajam ke arah Elvita. dengan segera, wanita hamil itu melangkahkan kaki menghampiri Liona yang masih terduduk di lantai.

__ADS_1


" Lu yang gila, lu sama suami lu emang benar-benar gila," ucap Elvita penuh dengan amarah.


" Apa maksud lo?" tanya Liona dengan tatapan tajamnya.


Dengan segera, Elvita melangkahkan kakinya kemudian duduk di hadapan wanita itu. dan dengan segera, kemudian mencengkeram dagu Liona.


" Dengarkan Aku baik-baik, kau dan suamimu, Jangan pernah lagi menindasku. dan segera suruh laki-laki itu untuk menandatangani surat perceraian yang telah aku berikan padanya." ucapnya dengan nada datar dan Tatapan yang tajam. Hal itu membuat Liona seketika tercekat.


"lepaskan!" ucapnya dengan segera berusaha menepis tangan Elvita yang masih mencengkeram dagunya.


Namun, bukannya menuruti perintah dari Liona, Elvita Justru malah semakin mencengkeram dagu wanita itu.


" turuti dulu permintaanku. dan sekarang, kau harus menghubungi suamimu itu." ucapnya dengan tatapan nyalang.


Dengan segera, Liona memberikan ponselnya kepada Elvita.


" Halo Sayang ada apa?" tanya Giovanni dari sebelah sana. saat panggilan telah tersambung.


" ha-lo sayang, kau di ma-na?" tanya Liona dengan nada terbata-bata. sungguh, dirinya merasa sangat ketakutan dengan sikap dan tingkah yang ditunjukkan oleh Elvita itu.


karena memang, Sedari Dulu Elvita tidak pernah berbuat seperti ini. baru kali ini, Elvita bersikap bak seorang monster seperti itu.


" sayang kau kenapa?" tanya Giovanni sedikit panik dari sebelah sana.


" aku tidak apa-apa, cepetan kau harus secepatnya mendatangani surat perceraian itu." ucap Liona dengan nafas memburu.


" Kau sekarang di mana, Terus kenapa kau tiba-tiba berkata seperti itu? Bukannya kau sendiri yang bilang, akan mengulur perceraian ini agar wanita itu semakin merasa tersiksa?" tanya Giovanni dengan nada bingungnya.


hal itu tentu saja membuat Elvita yang baru saja mendengarnya, seketika terdiam. ternyata dirinya selama ini begitu bodoh dan Naif. Bisa-bisanya dirinya tak mengetahui rencana busuk yang dibuat oleh pasangan suami istri ini.

__ADS_1


" segera Kau tanda tangani surat perceraian itu, atau kau ingin melihat istrimu tinggal nama." ucap Elvita dengan nada dingin namun juga datar.


Giovanni yang mendengarnya, seketika membelalakkan matanya karena merasa terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar itu." Liona kau ada di mana?" tanya Giovanni sedikit panik.


__ADS_2