Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
insiden penusukan


__ADS_3

hari ini, tepat kehamilan Elvita berusia 6 bulan. dan tampak, Elvita sangat bahagia. Walaupun di kehamilannya ini, sama seperti kehamilan sebelumnya. yaitu tanpa didampingi oleh suami.


Saat inipun, Elvita sudah mencoba mengikhlaskan semuanya. dirinya yakin, akan bisa mengurus dan merawat kedua buah hatinya dengan baik. walaupun tanpa kehadiran seorang laki-laki dalam hidupnya.


Walaupun, Arvino juga sudah berulang kali ingin melamarnya. dan menjadikan anak-anak Elvita, tak kehilangan sosok seorang ayah. namun dengan tegas, Elvita menolaknya. karena selain dirinya tidak membutuhkan belas kasihan dari orang lain, Elvita juga merasa mampu untuk berperan sebagai sosok ayah dan ibu bagi anak-anaknya.


Saat ini, Elvita Tengah berada di sebuah Cafe bersama kedua sahabatnya yaitu Resti dan Cantika. mereka berdua, kini telah menikah dengan kedua mantan bodyguard-nya Elvita.


Yap. Setelah satu bulan dari kejadian Elvita hampir dicelakai oleh Liona karena Liona merasa tidak terima dengan perbuatan yang ditunjukkan oleh Elvita waktu itu.


hal itu tentu saja membuat Resti dan Cantika yang melihat itu, menjadi begitu geram. Bahkan mereka berdua, menampar Liona di hadapan muka umum.


Saat itulah, dendam Liona membara. dan beberapa kali, ingin mencelakai kedua sahabat Elvita itu. Untuk itulah, Kenzie dan Revan, berinisiatif ingin menikahi Resti dan Cantika.


Hal itu tentu saja tidak diinginkan oleh mereka berdua. karena mereka juga tidak ingin mendapatkan belas kasihan dari kedua laki-laki itu. prinsip mereka hampir sama seperti prinsip Elvita.


Tak ingin terlihat lemah di hadapan orang lain. agar tidak menjadi sasaran bullying terhadap orang-orang yang memanfaatkan mereka. Namun, dengan Gigih kedua laki-laki itu, mencoba untuk meyakinkan Resti dan juga Cantika.


Hingga pada akhirnya, mereka berdua pun luluh dan sepakat untuk menikah. perihal kedua orang tua Resti dan juga Cantika, mereka sama sekali tidak keberatan memiliki menantu yang berasal dari kalangan bawah.


Karena menurut kedua orang tua Resti dan Cantika, selagi mereka baik sifat dan hatinya, tidak masalah jika tidak memiliki Harta berlimpah. karena menurut keluarga Resti dan Cantika, harta bisa dicari. Namun, akhlak dan budi pekerti tidak akan pernah bisa dibeli ataupun dicari.


Karena itu, adalah pemberian Tuhan kepada manusia. Hal itu membuat Resti dan Cantika begitu sangat bahagia. karena mereka memiliki keluarga yang terbuka dan tak terlalu mementingkan Tahta dan harta.


Keduanya kini tengah sama seperti Elvita. yaitu sama-sama mengandung. Bedanya, Resti baru mengandung 4 Minggu. sementara Cantika, sudah mengandung lebih dari 3 bulan.


" Wah nggak nyangka ya kita, bisa hamil barengan gini." ucap Cantika Seraya tersenyum tipis. Hal itu pun dibalas senyuman oleh Elvita dan juga Resti.

__ADS_1


tak lama berselang, ketiga pria datang menghampiri mereka bertiga. dan dengan segera, duduk di samping pasangan masing-masing. begitupun juga dengan Arvino.


" Duh gemesinnya deh, Kenapa kalian gak nikah aja sih, kan lu udah bercerai sama Giovanni, tunggu apa lagi?" tanya Resti Seraya menatap ke arah Elvita dan Arvino secara bergantian.


Mendengar hal itu, Elvita segera mengalihkan perhatian Kepada topik pembicaraan yang lain. karena memang, dirinya tidak ingin menikah dengan alvino.


Bukan, bukan karena tidak cinta. tapi karena, dirinya sudah tidak seperti dulu lagi. ini Elvita sudah menyandang sebagai janda beranak dua. dan dirinya takut, jika statusnya itu akan selalu dipermasalahkan oleh keluarga Arvino.


" eh makanannya Kayaknya enak deh." ucap Elvita Seraya menunjuk ke arah buku menu kepada kedua sahabatnya.


Mendengar hal itu, Resti dan Cantika kompak menghela nafas panjang." selalu saja mengalihkan topik pembicaraan" guru itu mereka berdua secara bersamaan.


Elvita yang mendengarnya, tak menggubris perkataan kedua sahabatnya. dan akhirnya mereka semua, menyantap makanan dalam keadaan hening.


Sesekali, Arvino tanpa melirik ke arah Elvita beberapa kali. kemudian menghela nafas panjang. hal itu tentu saja membuat Cantika dan juga Resti yang melihatnya, sama-sama merasa kasihan pada laki-laki itu.


Namun, mau bagaimana lagi, semua keputusan berada di tangan Elvita. dan mereka berdua, tidak berhak Ikut andil dalam masalah pribadi Elvita.


Hal itu membuat semua orang yang ada di meja itu, seketika mendunga menatap ke arah ibu beranak satu itu.


hal itu tentu saja membuat Elvita yang melihatnya, menatap Resti dan Cantika secara bergantian." ngapain lu berdua lihatin gue kayak gitu?" tanya Elvita Seraya menautkan alisnya.


" lu tau nggak, lo itu udah mau punya anak 2, tapi kenapa Badan lu masih kayak seorang gadis, apa rahasianya?" tanya Resti Seraya tak melepaskan tatapannya dari sahabatnya itu.


puk


Seketika itu pula, Elvita menepuk pundak Resti dengan Sedikit keras. hingga si empunya, meringis kesakitan.

__ADS_1


"awwh. Sakit El," ucapnya Seraya mengusap pundaknya yang terasa sedikit panas. hal itu tentu saja membuat Revan yang berada di sampingnya, segera memeriksa keadaan sang istri.


" Apanya yang sakit sayang?" tanya Revan dengan ekspresi wajah khawatir. Hal itu membuat Elvita yang melihatnya, memutar bola mata melas.


" dasar pengantin baru, bucin!" ucapnya Seraya mendengus kesal.


" ye Iri aja jomblo, makanya terima tuh lamaran dari Arvino. biar ada yang manjain." ucap Cantika menimpali Seraya sesekali menahan senyum.


" lu pikir nikah gampang,? udahlah gue mau pulang aja, kasihan baby Azril Kayaknya udah nunggu." ucap Elvita Seraya melangkah pergi.


" Aku antar ya," ucap Arvino menawarkan pada Elvita. dengan segera, wanita yang tengah hamil itu menggelengkan kepala.


" nggak usah, aku bisa pulang sendiri kok." ucapnya masih dengan pendiriannya yang kokoh.


"El, please!" ucap Arvino memelas. dan akhirnya, Elvita pun luluh dan menganggukkan kepala. Kemudian, mereka berdua segera pergi dari dalam restoran itu.


Begitupun dengan Resti dan Cantika, mereka bersama pasangan masing-masing, memutuskan untuk pulang. karena memang, hari sudah mulai gelap.


Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap Elvita dengan tatapan penuh dengan kebencian. orang itu menggunakan baju serba hitam dengan topeng untuk menutupi wajahnya.


Dengan kecepatan tinggi, orang itu segera berlari saat Elvita sudah berada di depan pintu keluar restoran itu. dan,...


Clas,... Slep


"aaakkhh," Elvita seketika memetik kesakitan saat seseorang itu, menggores dan menancapkan pisaunya di perut Elvita. sehingga membuat wanita hamil itu, seketika langsung terkapar.


hal itu tentu saja membuat Arvino yang tengah sibuk mencari kunci mobilnya, seketika terhenyak. dan dengan segera, langsung berlari menghampiri Pujaan hatinya itu.

__ADS_1


" To-long sela-matkan ana-kku." ucapnya dengan nada terbata-bata dan juga suara yang sangat lemah.


Hal itu tentu saja membuat arvino yang melihatnya, seketika itu juga berteriak dengan lantang." tolong,..!!!


__ADS_2