
Elvita dan kedua temannya kini duduk di ruang tengah. Seraya sesekali bermain dengan si kecil Azriel.
" Gue lelah hiks hiks hiks." ucapnya Seraya menangis terisak. Hal itu membuat Resti dan Cantika yang mendengarnya, segera memeluk tubuh sahabatnya itu.
" sabar El apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Resti yang masih tak mengerti apa yang terjadi hari ini.
" Mas Gio berkata dirinya akan mempersulit proses perceraian kita. dan tadi dia dia,... huhuhu" Elvita tidak sanggup lagi untuk melanjutkan kata-katanya.
Wanita itu menangis tersedu-sedu. hal itu sampai membuat baby Azriel yang tengah tengkurap Seraya memainkan bola-bola karet, seketika menoleh ke arah sumber suara dengan ekspresi wajah ingin menangis.
Seketika itu pula Resti yang melihatnya, segera mengangkat dan menggendong bayi laki-laki itu." Lu lihat nih El, anak lu juga ikut menangis kalau lu nangis." ucapnya Seraya menatap ke arah bayi laki-laki itu.
Seketika itu pula, Elvita segera meraih baby Azriel ke dalam pelukannya. Kemudian mengecup kepala anak laki-laki itu beberapa kali." Maafkan bunda ya nak, kalau masih menjadi Ibu yang cengeng." ucapnya Seraya berderai air mata.
tak lama berselang, pintu rumah Resti diketuk oleh seseorang. Hal itu membuat ketiganya Saling pandang. dengan segera Resti, berjalan untuk membuka pintu itu.
" kalian siapa?" tanyanya saat membuka pintu dengan ekspresi wajah terkejut. karena Resti melihat, dua orang dengan kondisi wajah babak belur seperti baru saja dipukuli seseorang.
" maaf Nona Kami ingin bertemu dengan Nyonya Elvita." ucap salah satu dari mereka.
Hal itu membuat Elvita yang mendengarnya, seketika bangkit dari duduknya dan melangkah menuju ke arah pintu utama. Seketika itu pula, matanya melotot melihat pemandangan di hadapannya.
" maaf nyonya, kami gagal untuk menjaga nyonya." ucap salah satu dari mereka dengan menundukkan kepala.
" Memangnya, Apa yang terjadi?" tanya Cantika ya memang penasaran. Hal itu membuat Elvita segera mempersilahkan dua orang yang tak lain adalah bodyguard-nya itu untuk duduk di kursi ruang tamu.
tak lama berselang, Resti dan juga Cantika membawa kotak obat dan juga dua gelas minuman di tangan masing-masing.
__ADS_1
" Kenzi, Revan, Sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa kalian tidak menolong saya saat saya membutuhkan kalian?" tanya Elvita menatap ke arah dua laki-laki itu dengan tatapan tajamnya.
Karena, gara-gara keteledoran mereka dirinya harus mengalami nasib sial seperti ini. Hal itu membuat dua orang laki-laki itu, seketika menundukkan kepala.
" maafkan kami nyonya, sebenarnya,...." dengan segera kedua laki-laki itu menceritakan semua apa yang terjadi kepada majikan mereka.
flashback on.
setelah mengantarkan Elvita pulang ke rumah Resti, Kenzie dan juga Revan segera menunaikan kewajibannya sebagai seorang penjaga dengan menjaga rumah sahabat Bosnya itu.
Namun secara tiba-tiba ada seseorang yang memukul tengkuknya menggunakan kayu dan juga sebuah bogengan mentah mendarat di kepala bagian kiri. hal itu membuat mereka berdua seketika tak sadarkan diri. dan saat mereka terbangun, mereka berdua sudah dalam keadaan terikat di bawah pohon beringin yang memang tak jauh dari rumah Resti.
Flashback off
mendengar penuturan dari kedua laki-laki itu, seketika membuat Elvita dan kedua sahabatnya yang mendengarnya, hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
" Ya Sudahlah, kalian istirahat aja. lagi pula Saya tidak apa-apa kok" ucapnya Seraya bangkit dari duduknya. kemudian melangkahkan kaki menuju ke kamar.
Hingga membuat tatapan mereka berempat, saling terkunci satu sama lain. Setelahnya, Resti dan Cantika sama-sama salah tingkah. Kemudian berlari mengikuti langkah Elvita.
Sementara Revan dan juga Kenzie yang menyadari itu, tersenyum simpul seraya menggelengkan kepala." menggemaskan sekali mereka" gumam Kenzie dan juga Revan hampir secara bersamaan.
Kemudian mereka berdua sama-sama tergeletak tanpa suara. Seraya melajukan langkahnya untuk keluar dari rumah ini. karena memang mereka harus berjaga di depan.
****
Sementara itu di sebuah kamar, terlihat Resti dan Cantika berjalan Seraya sesekali tersenyum di satu sama lain. hal itu tentu saja membuat Elvita yang melihatnya, mengerutkan kening karena merasa heran dengan tingkah kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
" kalian kenapa senyum-senyum sendiri? ada yang lucu?" tanya Elvita Seraya menatap kedua sahabatnya itu secara bergantian.
Sontak saja hal itu membuat keduanya seketika menggelengkan kepala keraya memperbaiki Sikap mereka agar tidak mencolok.
Elvita yang melihat itu, hanya mengedikkan bahu Seraya kembali menidurkan baby Azriel. tak lama berselang, bayi laki-laki itu pun tertidur pulas. dan setelahnya, Elvita segera mengangkat dan memindahkannya ke dalam box bayi.
Setelah dirasa aman, ketiga wanita itu keluar dari kamar dan kembali duduk di ruang tamu. karena memang, jam dinding masih menunjukkan pukul 07.30 malam.
" Sepertinya Lu harus minta bantuan sama arvino deh El," ucap Resti memberikan usul.
Hal itu membuat Elvita yang mendengarnya, seketika dengan mantap menganggukkan kepala." Memang gue akan minta bantuan sama dia kok. jujur aja gue udah bener-bener lelah dengan semua ini." ucapnya Seraya menyandarkan kepala di kepala kursi.
' Eh iya El, Gimana kabar perusahaan lu di sana?" tanya Cantika Seraya menatap ke arah ponselnya.
"hmm, sejauh ini Baik sih. ini selama satu minggu tidak ada jadwal. makanya gue ke sini Sekalian liburan." ucapnya tersenyum tipis.
Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat. khusus untuk Cantika, wanita itu pulang ke rumahnya. karena memang, letak rumahnya yang hanya bersebelahan dengan rumah Resti.
" lu nggak mau nginep aja di sini gitu?" tanya Resti kepada sahabatnya itu.
" yaelah rumah sebelahan doang masa disuruh nginep." ucap Cantika." Ya udahlah kalau gitu gue pulang dulu bye bye" ucapnya Seraya Melambaikan tangan.
Kemudian Resti dan juga Elvita sama-sama masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat. sementara Cantika, wanita itu memilih untuk keluar lewat pintu depan yang otomatis pasti akan bertemu dengan dua laki-laki itu.
sebenarnya, Cantika merasa kikuk saat melewati mereka berdua. Apalagi saat salah satu dari mereka tersenyum ke arahnya.
hal itu seperti membuat jantungnya sedikit tidak aman." Mas berdua Mari saya pulang dulu" ujarnya Seraya berlalu di hadapan kedua laki-laki itu.
__ADS_1
Kenzie yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala saya tersenyum tipis." sangat-sangat memikat" gumamnya Seraya masih terus menetap punggung wanita yang entah Sejak kapan, telah memikat hatinya itu.
" jangan dipandangin terus, nanti malah nggak bisa dapat lagi." ledek Revan pada temannya itu