
6 bulan kemudian,...
pagi ini seperti biasa, Elvita bangun terlebih dahulu untuk mempersiapkan sarapan juga bekal untuk mereka berangkat bekerja.
walaupun pagi ini, tubuh Elvita terasa lemas dan seperti tak ada tenaga. dirinya pun hampir jatuh saat tengah memasak makanan.
Untungnya dengan sigap, Gio langsung menangkapnya." Kau ini kenapa?" tanya laki-laki itu Seraya memapah istrinya.
" Entahlah aku tidak tahu, aku merasa pagi ini begitu sangat lemas seperti orang yang tidak mempunyai tenaga," ucapnya Seraya menyandarkan kepala di sandaran kursi.
Mendengar hal itu Gio segera melangkah menuju kotak obat. dirinya segera memberikan obat yang sesuai dengan keluhan sang istri.
" minumlah, "ucapnya Seraya menyodorkan sebutir obat dan segelas air." hari ini kau tidak usah bekerja ya," ucapnya Seraya memandang wajah Elvita yang sedikit pucat.
Novita yang mendengarnya, ingin sekali menolak. karena di perusahaannya sekarang ini, Tengah terjadi pesanan yang cukup dan dirinya harus turun tangan agar semua berjalan dengan mulus.
" tidak usah lah Gio, aku baik-baik saja. lagi pula, hari ini itu pesananku sangat banyak yang akan dikirim ke luar negeri," ucapnya Seraya bangkit dari duduk.
Gio yang mendengarnya, menatap tajam ke arah istrinya itu. dirinya paling tidak suka untuk dibantah. apalagi dengan kondisi Elvita yang seperti ini.
Entah mengapa, dirinya menjadi begitu cemas saat mendapati wanita itu muntah-muntah di pagi hari. namun bukannya takut, Elvita justru tak menghiraukan tatapan dan ekspresi Gio menahan kesal.
" Jangan membantah Elvita!" ucap Gio dengan suara sedikit meninggi." Kenapa kau jadi pembangkang seperti ini?" tanya laki-laki itu Seraya menghampiri Elvita.
Mendengar hal itu, Elvita segera menghentikan langkahnya. dan sejenak dirinya terdiam mencermati apa yang Gio katakan.
karena semenjak kejadian pengintaian itu, Elvita sedikit berubah. walaupun sampai saat ini, kedua sahabatnya belum bisa menemukan bukti yang kuat jika Gio Tengah berselingkuh dengan Liona.
namun semakin hari semakin kuat saja Firasat yang dirasakan oleh Elvita. Hal itu membuat wanita cantik itu sedikit demi sedikit menjadi sosok yang membangkang.
" Sudahlah Gio, Jangan membuat drama di pagi hari. aku sudah terlambat Aku pergi dulu," ucapnya Seraya berlalu pergi dari sana.
Sementara itu, Gio yang mendengarnya menatap punggung Elvita dengan Tatapan yang sulit diartikan." apa yang sudah terjadi?" tanyanya bingung.
__ADS_1
Setelahnya, Dia memutuskan untuk bersiap-siap. karena hari ini, jadwal meeting dengan beberapa klien.
****
sementara itu di sisi lain, Elvita Tengah merutuki tingkahnya. "arrggh kenapa aku jadi tak pernah mempercayai ucapan dari Mas Gio? Sial!" ucapnya geram Seraya memukul setir kemudi.
kemudian dengan segera, Elvita kembali melajukan mobilnya untuk menuju ke tempatnya bekerja. Yap sekarang ini, butik yang dibangun 2 tahun lalu itu, kini berubah menjadi salah satu butik terkenal di negara itu.
dan setiap harinya, Elvita akan kebanjiran pemesanan dari negara-negara lain. karena memang desainnya yang begitu unik dan lain dari yang lain.
itulah yang membuat, dirinya harus tetap masuk walaupun sedang dalam keadaan sakit. karena Elvita tidak ingin memberikan kesan buruk pada barang yang akan dikirim.
menjadikan dirinya harus terus menerus mengawasi kinerja para karyawan. termasuk juga kedua sahabatnya.
tak lama berselang, mobil Elvita telah sampai di depan perusahaannya. dan dengan segera dirinya disambut oleh penjaga yang dari dulu bekerja dengannya.
" pagi bu Elvita," siapa sang security dengan sopan dan ramah.
Elvita yang mendengarnya, menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis." pagi Pak" ucapnya Seraya menepuk bahu security itu.
karena kurun waktu 6 bulan itu, Elvita telah membangun fasilitas-fasilitas yang lain agar memuaskan mata dari pelanggan setianya.
Serta memberi rasa aman pada setiap karyawan yang bekerja di sana. karena dulu sebelum dibangun sebagus ini, banyak karyawan yang mengeluh jika mereka hampir saja jatuh karena berhimpitan dengan karyawan yang lain.
karena memang, dulu tangga di perusahaan ini hanya satu. dan itu membuat Hampir ada yang terjatuh. namun sekarang, Elvita terlihat lebih sukses.
dengan segera, dirinya memberikan fasilitas dan kenyamanan penuh pada karyawannya. dengan memberikan akses eskalator dan lift di perusahaan ini.
" Elvita!!" teriak seseorang yang membuat wanita cantik itu segera menoleh.
di sana telah berdiri, Cantika dan Resti yang telah menunggunya, dari tadi.
" kau pucat sekali?" tanya Resti Seraya menelisik wajah sahabatnya. " Apa kau sakit?" tanyanya lagi.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Elvita sedikit kaget dan merasa heran." Apakah wajahku terlihat pucat?" tanya wanita itu.
Resti dan Cantika mengangguk dengan serempak." iya hari ini kau terlihat sangat pucat. Apakah kau sedang sakit,?" kali ini Cantika yang bertanya.
Elvita yang mendengarnya, menghela nafas panjang." Entahlah tapi aku merasa pagi ini Badanku terasa sangat pegal dan juga Kepalaku pusing sekali" keluhnya.
Mendengar hal itu, Cantika dan Resti saling berpandangan." lalu kalau tahu begini Kenapa masuk?" tanya Cantika.
" huft, bagaimana aku tidak masuk, sedangkan hari ini pekerjaan sangat banyak." ucapnya Seraya menghela nafas panjang.
Cantika dan Resti yang mendengarnya, juga ikut menggembuskan nafas kasar. karena memang, apa yang dikatakan Elvita itu benar.
jika hari ini, Tengah kebanjiran banyak sekali orderan gaun pesta maupun gaun pengantin dan itu Dari seluruh penjuru negara. bahkan ada beberapa dari negara lain.
" Ya sudah kalau begitu, kita antarkan saja ya ke ruanganmu. sepertinya Kau lelah sekali." ucap Cantika Seraya memapah sahabatnya itu.
Memang sekarang ini, Elvita memberlakukan perkataan formal pada kedua sahabatnya jika sedang berada di kantor.
karena dirinya tidak ingin memberikan image yang buruk pada karyawan yang lain. dan Elvita tidak mau dicap sebagai bos yang pilih kasih.
Walaupun sampai saat ini, dirinya tidak pernah mendapat laporan dari para karyawannya yang merasa iri dengan posisi dan kedudukan dua sahabatnya itu.
***
Sesampainya di ruangan pribadi Elvita, Resti dan Cantika segera membaringkan tubuh sahabatnya itu di ranjang yang memang telah didesain khusus untuk sang Bos beristirahat.
sejenak, suasana menjadi sangat hening. Elvita menatap kedua sahabatnya dengan tatapan intens." Apakah kalian sudah berhasil menemukan titik terang,?" tanya wanita itu.
Cantika dan Resti yang mendengarnya, sejenak saling melempar pandang." belum kami belum menemukan buktinya lagi," ucap Cantika Seraya menghela nafas.
Resti yang mendengarnya, juga ikut mengganggu kan kepala." bahkan sekarang, Liona dikabarkan menghilang entah ke mana." selanjutnya.
hal itu tentu saja membuat Elvita sedikit kaget. Karena belakangan ini dirinya sering melihat adik tirinya itu pulang ke negara ini.
__ADS_1
bahkan sekali berkunjung ke rumah sang papa. Namun demikian, mereka tidak pernah saling sapa. karena memang, Liona masih sangat membenci sang kakak tiri.
sampai jumpa guys jangan lupa tinggalkan jejak ya