
saat ini Elvita telah berada di ruang perawatan. Awalnya wanita cantik itu ingin diletakkan di ruang biasa saja. namun, kedua sahabatnya dengan keras menolak usulan dari wanita yang kini telah menyandang status bagi seorang ibu itu.
" Elvita loe Itu kan bukan orang biasa, jadi perawatannya harus sedikit berbeda dong." ucap Cantika dengan sedikit nada Sombongnya.
Elvita yang mendengarnya seketika memutar bola mata malasnya. jika kedua sahabatnya sudah berkata demikian, itu artinya Sisi kesombongan dari kedua sahabatnya segera muncul ke permukaan.
" emangnya gue bukan manusia biasa,?" tanya Elvita sedikit Ketus pada dua sahabatnya itu. tak lama berselang, di saat mereka Tengah berdebat cukup kuat, pintu ruang rawat VVIP yang ditempati oleh Elvita tiba-tiba terbuka.
tak lama berselang, muncullah Seorang perawat dengan mendorong sebuah box bayi menuju ke arah Elvita. Hal itu, membuat mereka semua seketika terdiam.
" Duh ganteng banget ini ponakan gue," ucap Resti Seraya merentangkan tangan hendak menggendong baby Boy itu.
Namun seketika itu pula, tindakannya terhenti saat mendengar ucapan dari Elvita."eits, lu udah cuci tangan?" tanya Elvita Seraya menatap tajam ke arah sahabatnya itu.
Hal itu membuat Resti yang hendak menggendong Baby Boy itu mengurungkan niatnya. dengan sedikit cemberut, Resti menyemprotkan antiseptik ke telapak tangannya.
" nih udah bersih nih." ucapnya Seraya memperlihatkan Kedua telapak tangannya pada Elvita. Hal itu membuat Ibu baru tersebut tersenyum senang.
" nah gitu kan bersih," ucap Elvita Seraya tersenyum tipis. kemudian tangannya meraih buah manggis yang ada di atas nafas di samping ranjangnya.
" ish, padahal Biasanya mah nggak gini. kenapa sekarang jadi over protektif banget?" tanya Cantika Dengan bodohnya.
Pluk
Seketika itu pula Elvita segera melempar kulit manggis yang baru saja terlepas dari isinya." Ya jelas lah gue over protective over higienis, kan gue udah jadi seorang ibu? Gimana sih?" gerutu Elvita Seraya menatap sahabatnya itu dengan tatapan sininya.
Resti yang mendengarnya hanya tersenyum Seraya menggelengkan kepala. kemudian mulai menggendong baby mungil itu.
__ADS_1
" El, ngomong-ngomong lu mau kasih nama siapa?" tanya Resti Seraya menimang-nimang bayi laki-laki itu.
Mendengar hal itu, Elvita segera menghela nafas panjang. Nampaknya ibu muda itu tampak sedikit Bimbang. entah apa penyebabnya.
" Kayaknya aku masih bimbang deh Res," ucapnya Lirih. hal itu seketika membuat Resti dan Cantika yang mendengarnya saling berpandangan.
" Memangnya lu bimbang kenapa?" tanya Cantika menatap ke arah Elvita bingung.
"hmm gue bingung harus memakai nama ayahnya atau tidak," ucapnya tersenyum kecut.
Mendengar hal itu Resti yang semula menatap ke arah wajah mungil bayi itu seketika menatap ke arah Elvita.
" Gila aja lu mau ngasih nama bapaknya, dia aja nggak tanggung jawab. dia itu cuma manfaatin Lo, ingat itu!" ucap Resti menatap tajam ke arah Elvita.
Dirinya tidak habis pikir kenapa Elvita Masih memikirkan dan masih merasa Bimbang tentang nama anaknya itu. kalau Resti jadi Evita, dirinya tidak akan pernah memberikan nama bapaknya pada anaknya itu.
" tapi Res, bagaimanapun juga bayi ini tetap anak dari Giovanni dia berhak mengetahui Siapa bapaknya sebenarnya." ucap Elvita keras kepala.
" lu sadar nggak sih, kalau suami lo itu hanya manfaatkan lo. dia itu sudah bahagia sama Liona, Seharusnya lu juga memikirkan kebahagiaan lo sama bayi lu ini. nggak usah lu mikirin laki-laki itu dia udah bahagia sama istrinya." ucap Cantika yang sudah merasa geram.
Mendengar hal itu, Elvita akhirnya menganggukkan kepala. benar apa kata teman-temannya, dirinya lebih baik fokus untuk membesarkan anak laki-laki yang nantinya akan menjadi pelindung dirinya.
" lu mau kembali ke negara asal lu atau masih ada di sini?" tanya Resti Seraya menatap wajah sahabatnya itu.
"hmm, entahlah gue juga merasa bingung. atau, gue buat perjanjian kali ya perusahaan yang di sana itu buat lo berdua. soalnya yang di sini itu juga udah mulai berkembang pesat." ucap Elvita spontan.
Hal itu membuat Cantika dan Resti yang mendengarnya, seketika membulatkan matanya karena merasa terkejut.
__ADS_1
" Lu gila ya, itu perusahaan lu, lu main ngasih ngasih aja sama kita? bener-bener ya lu itu definisi wanita cerdas tapi juga oon" ucap Cantika geram.
Mereka Tak habis pikir dengan jalan pikiran yang ditempuh oleh Elvita. bisa-bisanya Ibu baru itu ingin dan berencana memberikan perusahaan yang telah Ia bangun susah payah pada sahabatnya.
Untungnya sahabat Elvita adalah dirinya, jika bukan Resti dan Cantika sahabatnya, bisa dipastikan pasti akan ditipu mentah-mentah oleh orang itu.
Karena memang, mereka berdua yaitu Resti dan Cantika tak pernah mengharapkan bisa mendapat perusahaan sebesar itu.
" Ya terus gimana? gue kan juga merasa bingung harus ngapain? Masa gue harus bolak-balik dari negara A ke negara B?" tanya Elvita yang sedikit frustasi.
" ya nggak usah bingung kali El, itu kita pikirkan nanti saja. yang jelas saat ini, Lu harus fokus pada bayi ini. Oh ya lu mau kasih nama siapa anak ini?" tanya Cantika Seraya mengelus pipi Gembul bayi laki-laki itu.
"emm, gimana kalau Azriel Nararya Cakra? kalian setuju nggak?" tanya Elvita Seraya menatap kedua sahabatnya itu secara bergantian.
Sontak saja, Resti dan Cantika yang mendengarnya seketika tersenyum lebar." bagus El kita setuju kok" ucap mereka berdua hampir bersamaan.
Akhirnya, mereka sama-sama tersenyum dan menimang-nimang bayi mungil itu." Halo Baby Azriel, Semoga kamu bisa menjadi penolong Bunda kamu ya," ucap Resti Seraya mengejut kening bayi itu.
*****
Sementara itu di tempat lain, tepatnya di sebuah ruangan yang cukup luas. terlihat seorang laki-laki muda dan tampan Tengah mengutak-atik komputernya.
Tak lama berselang, seorang laki-laki paruh baya datang menghampiri." bos kami mendapatkan laporan, jika Nona Elvita telah melahirkan di sebuah rumah sakit ternama di Singapura" ucapnya Seraya menyerahkan sebuah map coklat.
Laki-laki itu yang tak lain adalah Arvino, seketika tersenyum tipis. Karena merasa bahagia Sang Mantan Kekasih Hati telah mendapatkan kebahagiaannya. Dirinya sampai saat ini masih berjuang untuk mendapatkan hati Elvita kembali.
" bagus Segera kirimkan bunga yang sangat cantik dan meletakkan di depan rumah wanita itu," ucap Arvino Seraya kembali fokus pada layar monitornya.
__ADS_1
Memang dirinya beberapa bulan ini sengaja menghindari Elvita untuk memastikan Apakah wanita itu masih memiliki rasa atau tidak padanya.
Arvino Cukup puas dengan laporan yang diberikan oleh bawahannya.