
Selesai dari Diner, Elvita dan Gio memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya. Karena memang, hari sudah sangat malam.
Sesampainya di depan pintu keluar, Elvita tak sengaja menabrak seseorang. Hingga membuat keduanya terjatuh.
" aduh sakit sekali, " rintih Elvita seraya bangun dari posisi duduk di lantai.
" eh, Maaf Nona, saya tidak sengaja," ucapnya dengan menundukan kepala. Dan tanganya terulur untuk membantu Elvita.
Deg
Seketika itu juga, tubuh Elvita menegang seketika. Saat mendapati siapa yang tengah berdiri di hadapanya.
Begitupum dengan laki laki yang tak lain adalah Arvino. Ia juga ikut terkejut. Bahkan, ia sampai tak berkedip.
" e-eh, Maaf Tuan sanya tak sengaja," ucap Elvita dengan sapaan formal. Hal itu membuat Arvino seketika menyentuh dadanya yang teras sakit.
Begitupun dengan Elvita. Ia merasa sakit melihat hal yang seperti ini. Namun, ia tak mempunyai pilihan lain.
Entah apa yang terjadi, tapi wanita cantik itu mulai bimbang. Ia mulai merasa ada rasa yang aneh yang menyelimuti hatinya.
Ia seakqn tak rela jika harus melepaskan Arvino. Namun, ia juga tidak bisa memungkiri jika telah hadir benih benih cinta pada suaminya.
Apakah dia egois karena menginginkan mendapatkan dua duanya.
Ia menggelengkan kepalanya. Mengusir fikiran kacau yang ada di dalam kepalanya. Bisa bisanya ia berfikir untuk menjalani poliandri. Terlebih lagi ia adalah seorang wanita.
Ini benar benar gila. Bisa busanya ia memikirkan hal konyol seperti itu.
Tak lama kemudian, seseoramg menarik tangan Elvita dan mengampit pinggang wanita itu. Seakan tak rela jika sang istri bersama laki laki lain.
Apalagi laki laki itu, adalah mantan kekasih sang istri. Hal itu tentu saja membuat Gio merasa amarahnya memuncah.
Walaupun ia tak mempunya rasa pada Elvita, tapi ia tak ingin apa yang telah menjadi miliknya, menjadi milik orang lain.
" aku cemburu," bisik Gio pada telnga Elvita. Hal itu membuat adegan mereka seperti orang yang tengah berpelukan.
Hal itu membuat Arvino segera mengalihkan pandanganya. Karena ia tak ingin melihat pemandangan yang begitu menyakitkan.
Begitupun dengan Elvita. Wanita itu juga tak kalah menderitanya. ia juga merasa sakit atas pertemuan yang membawa luka itu.
" kalau begitu, saya permisi dulu ya Tuan Gio," Arvino pamit pada Elvita dan Gio. Sementara itu, Gio hanya mengangguk.
__ADS_1
Dan setelahnya, ia masuk ke dalam mobil. Dan sebelum masuk kedalam mobil, ia sempat memandang Elvita dengan senyuman getir.
Begitupun dengan Elvita wanita cantik itu juga tak kalah bersedihnya.
"sayang, kau tidak apa apa,?" tanya Gio seraya mengelus pipi sang istri.
Hal itu tentu saja membuat Elvita tergagap. " e-eh, aku nggak papa kok Mas, ayo kita pergi," jawabnya dengan terburu buru.
Gio yang mendengarnya, hanya berdecih saja. " cih, dasar munafik. Benar apa kata Liona. dia memang munafik," gumamnya dalam hati.
Dengan segera, menarik tangan sang istri dan membawanya ke dalam.mobil. Setelah Elvita masuk, Gio mengeluarkan ponselnya.
Ia menghubungi istri tercintanya untuk mengabarkan perkembsngan rencana mereka.
" halo sayang, sepertinya kita tak bisa langsumg pada intinya. Karena sepertinya kakakmu itu masih menyimpan rasa yang cukup dalam pada mantan kekasihnya itu," Gio berkata dengan sedikit kesal.
Hal itu membuat Liona mengerutkan keningnya. " kamu kenapa seperti merasa kesal gitu honey,?" tanyanya dari seberang sana.
Gio dengan cepat menyanggahnya. " ya jelas aku kesal lah sayang, kan aku jadi lama lagi melakukan pura puranya," jelas Gio.
" oh, kirain aku kamu udah mulai suka sama dia. Makanya kamu kedengeran jelaus gitu," ucap Liona dari seberang sana.
" okr sayang, nanti kamu ke rumah ya," Liona mengatakan dengan nada manjanya.
" iya sayang, nanti aku kesana. Jangan lupa ya yang terbaik," ucap Gio dengan mengedipkan matanya.
" Pasti lah itu honey itu jangan khawatir kamu itu," Liona berkata tak kalah mendayunya. Di sertai dengan kedipan manja.
Hal itu sukses membuat Gio kelabakan. " Honey, jangan kamu buat aku seperti ini," desah Gio frustasi.
Sangat di untungkan, saat ini Elvita tengah berbincang dengan sahabatnya via telwpon. Hal itu membuat wanita cantik itu tak mendengar apa yang di katakan oleh sang suamu.
" udah dulu ya Res, Can, Gio sebentar lagi masuk," wanita cantik itu segera menutup panggilan teleponya.
Tak lama berselang, Gio masuk ke dalam mobil dan segera menjalankan mobilnya.
" darimana Mas,?" tanya wanita cantik itu. Karena ia memang tak mengetahui apa yang suaminya lakukan.
Karena ia sedari tadi hanya sibuk saja bermsin ponsel dan menghubungi sahabat sahabatnya.
" oh, aku tad8 ke toilet sebentar. Kebelet," jawabnya dengan tersenyum.tipis.
__ADS_1
*******
Setelah hampir dua puluh menit, akhirnya mereka telah sampai di depan rumahnya.
" sayang, kamu turun dan masuk dulu ya, aku ada meeting mendadak ini," ucap Gio dengan tersenyum tipis.
" oh, iya Mas nggak apa apa," jawabnya seraya tersenyum tipis. Gio mengangguk dan mengecup kening serta bibir Elvita.
Dan sejenak, mereka menikmati sensasi lain yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Apalagi, Elvita. Wanita cantik itu baru pertama kali melakukanya.
" jaga dirimu baik baik ya," pesan Gio pada wanita cantik itu.
Setelahnya, Gio berlalu pergi dari sana dan menunggalkan Elvita yang masih berdiri di ambsng pintu.
Tak lama berselang, salah satu maid yang mendapati sang majikan yang masih berdiri di sana, menepuk bahunya.
" Nyonya, kenapa mdih ada di sini,?" tanya Maid itu dengan sedikit keras.
Karena sedari tadi, Elvita di tepuk tidak meresponya. Hal itu membuatvmaid itu mau tidak mau bersuara karas.
jika hal itu sampai terdengar ketelinga Gio, entah apa yang akan terjadi pada Maid tersebut.
" astaga! BIbi mengagetkan aku saja," ucap Elvita seraya mengelus dada.
" Maaf Nyonya, saya sedari tadi telah memanggil Nyonya, tapi Nyonya tak menyahut." jawabnya seraya menundukan kepala.
" hmm ya sudah kalau saya ke kamar dulu," Elvita masuk masuk ke dalam kamar.
" baik Nyonya," ucapnya seraya menundukkan kepala setelahnya wanita itu masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di kasur.
" Hari ini capek sekali," gumamnya Seraya menatap langit-langit kamarnya.
Tiba tiba, ia duduk dari tiduranya, karena teringat akan sesuatu.
dengan segera dia bangkit dari tidurnya. kemudian segera mengambil ponsel yang ada di dalam tas.
" Cantika, loe di mana?" tanya Elvita setelah panggilan terhubung.
"gue masih di tempat yang sama Memangnya kenapa?" tanya Cantika heran. Elvita yang mendengarnya hanya terdiam.
jangan lupa, tinggalkan jrjak kalian ya gaes.
__ADS_1