
"Lah kemarin kan aku sama Resti udah bilang, Kalau klien mu itu, adalah masa Lalu kamu. Tapi kan kamu nggak mau denger." Timpal Cantika membela sahabatnya itu.
hal itu sontak saja membuat Elvita segera memutar otak. mengingat kejadian seminggu yang lalu. Dimana, dirinya dan kedua sahabatnya itu, tengah berbimcang bincang.
Flashback on
*setelah selesai bekerja, Elvita dan kedua sahabatnya, segera keluar dari ruangan masing-masing.
" kita pulang bareng yuk" ucap Resti saat berpapasan dengan Elvita. membuat wanita cantik itu segera melakukan kepala.
" Ayo udah lama juga kan kita nggak pulang bareng" ucapnya Seraya menarik tangan kedua sahabatnya itu. mereka akhirnya berbincang-bincang di sela-sela menuju ke parkiran.
" El lu tau nggak,?" tanya Resti saat mereka telah sampai di parkiran. sontak saja. Hal itu membuat wanita cantik itu menoleh.
" tahu apa emang?" tanya Elvita penasaran. sementara Resti dan Cantika, mereka saling melempar pandangan.
Seakan memberi isyarat untuk siapa dulu yang memberi penjelasan pada Elvita. sontak saja, hal itu membuat Elvita menjadi bingung.
" kalian ngomong apa sih? kok Kok jadi bisik-bisik kayak gitu" ucap Elvita.. mereka berdua akhirnya memutuskan untuk berkata jujur.
" lu Jangan kaget ya," ucapnya Saling pandang. sontak saja, hal itu membuat Elvita merasa geram.
" kalian tuh mau ngomong apa nggak sih?" semprot Elvita dengan nada sedikit meninggi. karena semenjak dirinya hamil, emosinya menjadi tidak stabil.
" lu tahu,.." ucapannya terhenti saat terdengar panggilan dari seseorang di ponselnya. dengan segera Elvita mengangkat panggilan itu.
" lu akan kerjasama sama Arvino," tiba-tiba saja Resti berkata dengan Sedikit keras. hal itu santai saja membuat Elvita, seketika menoleh.
" lu nggak usah bercanda deh." ucap Elvita masih menyangkal. Resti dan Cantika hendak memberitahu buktinya. namun dengan tegas Elvita menyangkal itu semua." enggak lah kalian ada-ada aja" ucapnya Seraya membuka pintu mobil.
" Ya udah kalau nggak percaya" gumam Resti Seraya masuk ke dalam mobil Elvita. diikuti oleh Cantika*.
flashback off
__ADS_1
sejenak Elvita termurung melihat dan Mendengar hal itu. dirinya merasa bodoh kenapa sampai tidak mau mendengar ucapan dari sahabat-sahabatnya.
" Dasar bodoh!" hardik Alvita pada dirinya sendiri. Setelahnya melajukan mobil meninggalkan area perusahaan itu.
tak lama berselang, mobil Elvita telah sampai di depan rumah. setelah sebelumnya wanita itu mengantarkan kedua sahabatnya hingga ke rumah masing-masing.
baru saja dirinya meletakkan Mobilnya di garasi, Elvita sudah mendapatkan hal tak terduga di depan pintu utama.
dengan segera, wanita cantik itu, mengambil kotak berwarna hitam itu. Dan dengan segera membawanya ke dalam kamar pribadinya.
" Ini dari siapa sebenarnya,?" tanya Elvita saya bergumam. dengan segera dirinya membuka kotak itu.
Deg
jantung wanita itu akan ingin lepas dari tempatnya. saat menyadari beberapa foto kebersamaan Dio dan Liona. hal itu tentu saja, membuat Elvita membeku sesaat.
Sakit, Itu sudah pasti. namun sebisa mungkin, Elvita akan berpikir dengan jernih. dirinya akan menunggu kepulangan sang suami untuk menanyakan hal itu.
sungguh hal ini, membuat cerita begitu terkejut. karena mendapatkan hal yang tak terduga seperti ini." Ya Tuhan Semoga ini sudah benar." gumamnya Seraya menyeka air mata yang mengalir begitu saja.
" Ya Tuhan sakit sekali hiks hiks," ucapnya di sela isak tangis. Elvita berulang kali menepuk-nepuk arah depan dadanya.
hanya untuk meredakan rasa sakit yang ada dalam hatinya. namun semakin diingat, rasa sakit itu akan semakin muncul.
Hal itu membuat Elvita semakin hancur. dengan gontai, dirinya menuju kamar mandi. karena memang Dirinya belum membersihkan diri sehabis pulang bekerja.
" Kenapa papa jodohin aku sama orang yang salah!!" teriak Elvita sejadi-jadinya. Setelahnya wanita cantik itu merosot ke lantai.
menelungkupkan wajahnya di kedua kaki jenjangnya. menangis dalam diam, itulah yang dapat ia rasakan. dirinya bertekad akan mengadukan ini pada sang ayah.
sudah cukup, bagi dirinya memendam rasa sakit hati dan curiga itu sendirian. dengan segera, Elvita menyelesaikan aktivitas mandinya.
Setelahnya, wanita cantik itu segera menuju ke ruang ganti dan mengganti pakaian. Setelah semua beres, dirinya keluar dari kamar.
__ADS_1
" Nyonya, apa Nyonya Mau makan?" tanya salah satu pelayan yang kebetulan berpapasan dengannya.
Elvita yang mendengarnya, menggelengkan kepala lemah Seraya tersenyum tipis." Nggak aku nggak laper" Elvita segera berlalu dari sana.
belinya tampak tergesa-gesa keluar dari dalam rumah mewah itu. dan dengan segera menaiki mobil mewahnya menuju rumah orang tuanya.
di dalam mobil, Evita kembali menitihkan air mata. Ternyata, jodoh yang diberikan oleh orang tua itu tidak selamanya baik.
Elvita Sempat berpikir jika saja dirinya Masih bersama Arvino. maka, dapat dipastikan dirinya tidak akan mengalami hal sesakit ini.
Walaupun, dirinya tahu manusia tidak akan luput dari yang namanya kesalahan. namun setidaknya, Arvino sebelum berpacaran dengannya adalah laki-laki single.
bukan laki-laki yang memiliki kekasih seperti Gio. memiliki masa lalu yang sewaktu-waktu, akan datang kembali kehidupan sang suami.
Tak lama berselang, mobil yang dikendarai oleh Elvita, telah sampai di rumah sang papa. dengan segera, wanita cantik itu masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum Pah," Sapa Elvita dengan santun saat menyadari kehadiran sang papa Yang berada di samping rumah.
dengan segera, Setyo menoleh ke arah sumber suara. dan dirinya sangat terkejut, karena mendapati Putri semata wayangnya datang mengunjunginya.
" Waalaikumsalam, nak kau datang sendiri?" tanya laki-laki paruh baya itu Seraya berdiri dari duduknya. dan dengan segera, memeluk anak kesayangannya itu.
" Iya Pah, Elvita kangen sama papa" ucapnya tersenyum tipis.
Setyo yang mendengarnya, menggelengkan kepala saat menyunggingkan senyuman." Ada apa kamu ke sini?" tanya laki-laki paruh baya itu Seraya mengajak Sang Putri untuk duduk di taman samping rumah.
karena Setyo Tahu, betul, Elvita tidak akan pernah datang ke rumah jika tidak ada hal yang penting. Mendengar hal itu, Elvita menghela nafas panjang.
" Pah ada hal yang perlu Papa ketahui" ucapnya Seraya menarik sebuah amplop coklat dari tas jinjingnya.
kemudian meletakkan amplop coklat itu, di samping sang papa. hal itu tentu saja membuat Setyo, mengerutkan kening karena merasa bingung.
" apa ini nak,? Tanya Setyo Seraya membuka amplop coklat itu. ketika itu pula, mata laki-laki itu membulat sempurna.
__ADS_1
" Apa ini benar nak ?" tanya laki-laki perubahan itu seakan tak percaya. dengan lemah, Elvita menganggukkan kepala.
Hal itu membuat Setyo seketika mematung. karena mendapatkan hal tak terduga. namun dirinya masih berusaha untuk berpikir positif.