Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Ternyata Memang Benar


__ADS_3

Malam harinya Elvita memutuskan untuk pulang ke rumah. karena dirinya berpikir jika Gio sudah berada di rumah. dan benar saja, Elvita melihat mobil sang suami terparkir di halaman rumahnya.


Dengan segera, wanita itu masuk ke dalam rumah. dirinya akan menanyakan tentang hal ini pada suaminya langsung.


Deg


Jantung Elvita seakan lepas dari tempatnya. Saat mendapati pemandangan yang cukup miris di hadapannya.


" apa yang kalian lakukan,?" Elvita bertanya dengan menahan amarah yang cukup hebat. sontak saja hal itu membuat kedua manusia yang Tengah bermesraan itu, seketika menoleh.


" Kau sudah pulang?" bukannya menjawab, Gio malah balik bertanya dengan senyuman tipis di wajahnya. Seakan-akan, apa yang dilakukan oleh laki-laki itu tidak menyakiti hati orang lain.


" Kenapa ada Liona di sini?" tanya Elvita dengan menatap sang adik tiri dengan tatapan berang.


" Apa salahnya aku di sini, aku kan juga istri Mas Gio," Liona menjawab dengan senyuman tipis di wajahnya.


kemudian dirinya ikut berdiri dan bergelayut manja di lengan laki-laki itu. hal itu tentu saja membuat Elvita memalingkan wajah. karena merasa muak dengan apa yang dia lihat.


" ada yang perlu aku bicarakan duduklah," perintah Gio dengan nada tegasnya. hal itu tentu saja membuat Elvita segera menurut.


Karena memang, Sedari Dulu Gadis itu tak pernah mendapatkan suara tinggi dari sang ayah. sehingga sekalinya mendapat bentakan, akan membuat ciut nyalinya.


dengan tenang, Gio duduk di sebelah Liona. dan merangkul pundak wanita itu. Hal itu membuat Elvita semakin geram saja.


" segera katakan saja kalian maunya apa" ucapnya dengan nada datar.


Hal itu, membuat Liona tersenyum tipis kemudian beranjak dari duduknya dan menghampiri Evita." nggak usah ketus-ketus lah Kak, kita Itu posisinya sama" ucapnya disertai senyuman lebar.


Hal itu tentu saja membuat Elvita melayangkan tatapan tajam pada wanita yang merupakan adik tirinya itu.


" Apa maksudmu?" tanya Elvita. karena memang, wanita cantik itu tak mengerti apa maksud dari Liona.


" dia adalah istriku. istri kesayanganku," bukan Liona yang menjawab. melainkan, Gio yang menjawab. sementara Liona, wanita itu hanya tersenyum simpul Seraya menatap ke arah Gio.

__ADS_1


seketika itu pula, wajah Elvita merah padam. karena merasa Terpukul dengan apa yang ia dengar." Kenapa kalian melakukan ini?" tanya Elvita menahan tangis. bahkan tubuhnya hampir Limbung. karena tak kuasa menahan sesak di dada.


" hahaha simpel aja sih, kami melakukan ini karena balas dendam," ucap Leona disertai tertawa yang menggema di seluruh ruangan.


Hal itu tentu saja membuat Elvita mematung. karena selama ini, dirinya tak pernah merasa mengganggu seseorang.


Memang benar, Manusia itu tempatnya lupa dan khilaf. sehingga sebagian dari mereka, tak menyadari jika pernah menyakiti seseorang baik lisan ataupun tindakan.


" kau lupa sesuatu sepertinya Kakakku yang tersayang," ucap Leona dengan nada sinis. hal itu tentu saja membuat Elvita semakin merasa kebingungan.


" Apa maksudmu sih, kalau bicara itu yang jelas." ucap Elvita yang merasa geram. karena sedari tadi, pasangan yang ada di hadapannya itu, terlalu berbelit-belit.


Dengan segera, Gio berjalan mendekati Elvita. kemudian, melayangkan tatapan tajam penuh dengan kebencian.


" heh, kau memang begitu munafik" ucap Giovanni dengan nada penuh amarah. kemudian dengan kasar, mendorong tubuh Elvita. hingga tubuh itu, jatuh menghantam punggung kursi cukup keras.


seketika itu pula, Elvita meringis kesakitan. karena punggungnya, terhantam dengan kuat." awh sakit banget!!" Pekik Elvita cukup kuat.


sementara Liona dan Gio, hanya Saling pandang Seraya melempar senyum. sementara Elvita, menatap tajam ke arah dua orang yang ada di depannya, secara bergantian.


" kau lihat saja video ini" ucap Gio Seraya melempar ponsel miliknya. di mana Di sana, terdapat sebuah video yang sedang diputar.


Dengan segera, Elvita memutar video itu. kemudian matanya membulat sempurna saat mengetahui fakta yang sebenarnya.


Ternyata, memang benar dugaannya selama ini. jika Gio menikahinya, bukan semata-mata karena depresi ditinggal oleh Liona.


Melainkan, ada tujuan terselubung di dalam rencana mereka. hal itu tentu saja membuat Elvita, seketika merasa syok dengan kenyataan yang ada.


"a-aku mi-nta ma-af, Tapi jujur saja aku tidak bermaksud melakukan itu" ucapnya sedikit terbata. Hal itu membuat Liona dan Gio yang mendengarnya, seketika tersenyum sinis.


" Apa kau bilang? tidak sengaja? bahkan kau saja melupakan hal itu. Seakan-akan, Apa yang kamu lakukan adalah hal sepele" sentak Gio dengan wajah merah padam menahan amarah.


setelah mengatakan itu, Gio duduk kembali dengan tenang. akan tidak ada terjadi apapun di hadapannya.

__ADS_1


Dirinya merasa puas karena telah menghancurkan wanita sombong di hadapannya itu. dirinya ingat betul. video itu Ia ambil sehari setelah kejadian tak mengenakan itu.


Dirinya bertekad akan mencari gadis yang telah menghinanya itu. dan suatu kebetulan yang diuntungkan, wanita itu adalah kakak dari kekasihnya.


Seketika itu pula, Elvita menangis terisak. karena dirinya baru menyadari tindakan yang pernah ia lakukan.


" kalian benar-benar jahat." ucapnya dengan nada tinggi. hal itu justru membuat Gio dan Liona tersenyum sinis.


" sekarang kau pergi dari sini! karena hanya akulah istri satu-satunya mas Gio" ucap Liona Seraya menarik tangan Elvita dengan keras.


Hal itu tentu saja, membuat Elvita meringis kesakitan. karena memang tarikan adik tirinya itu begitu kuat.


Sementara itu, Giovanni hanya menetap adegan yang ada di hadapannya itu, dengan ekspresi wajah tenang. seakan-akan Tengah menonton pertunjukan lucu dan menarik.


" aw sakit hentikan, aku ini Tengah mengandung anaknya suamimu" ucap Elvita Seraya meronta agar terlepas dari cengkraman adik tirinya itu.


Deg


Seketika itu pula, jantung Giovanni seakan terlepas dari tempatnya. saat mendengar penuturan dari wanita itu.


" heh, Apa maksudmu?" tanya laki-laki itu dengan menatap wajah Elvita dengan barangnya.


" aku itu sedang hamil anakmu Mas." ucapnya Seraya berlinang air mata. karena memang tubuhnya seperti dirajam. sangat sakit.


Seketika itu pula, Liona tertawa lepas. seperti baru saja mendengar lelucon di hadapannya itu." Hahaha jangan percaya Mas, bisa saja itu anak dari mantannya" ucap Liona sinis


Plak


Satu tamparan kuat mendarat mulus di pipi Liona. hal itu tentu saja membuat Gio dan Liona sendiri, merasa terkejut.


" jaga ucapanmu! Aku tidak pernah melakukan hal serendah yang kau katakan!" ucapnya dengan nada berapi-api.


Bukannya merasa takut, Liona Justru malah semakin menatap rendah Kakak dirinya itu." Siapa yang menjamin jika kau tak perbuat aneh-aneh," ucapnya merendahkan.

__ADS_1


sampai jumpa, jangan lupa tinggalkan jejak ya guys


__ADS_2