Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Tega Sekali Dia


__ADS_3

tiga hari sudah Elvita selalu berteriak-teriak histeris meminta untuk dikembalikan anaknya. wanita itu, seperti seseorang yang tidak waras. hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, seketika merasa sedih dan juga prihatin.


Sampai-sampai, bocah kecil yang bernama lengkap Azril Naraya Chakra itu, tak henti-hentinya menangis, karena sedari tadi, bocah kecil itu ingin digendong oleh bundanya.


Namun Elvita sama sekali tidak menghiraukannya. hal itu tentu saja membuat Arvino yang berada di sana, segera menggendongnya dan berusaha menenangkan bocah laki-laki itu agar tidak terus menangis.


" cup cup Sayang, nggak usah nangis ya. Bunda itu lagi sakit, kamu harus jadi pelindung Bundamu oke," ucapnya Seraya mengangkat jari telunjuk dan ibu jari membentuk oke.


baby Azriel yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. kemudian mulai duduk kembali di sofa ruangan VVIP tersebut. Walaupun, bocah itu masih mengeluarkan isakan tangisnya.


hal itu tentu saja membuat semua orang yang melihatnya, menjadi begitu khawatir. apalagi kondisi Elvita tak kalah memprihatinkannya.


" El, lu nggak boleh gitu, loe juga masih punya anak tau enggak," ucap Cantika yang sudah mulai geram dengan tingkah yang dilakukan oleh sahabatnya itu.


Elvita yang mendengarnya, sontak saja segera menatap ke arah bocah kecil yang masih sesekali terisak Seraya meminum susu yang ada di dalam botol.


dengan sekuat tenaga, wanita itu mencoba untuk menghampiri Putra semata wayangnya itu. dan kemudian, memeluknya dengan begitu eratnya." hiks hiks hiks, maafin bunda ya sayang." ucapnya Seraya memeluk tubuh mungil itu


" Unda angan edih agi ya," ucap Azriel dengan mengusap wajah sang Bunda dengan tangan mungilnya.

__ADS_1


Mulai saat ini, Elvita harus menjadi sosok wanita kuat untuk melindungi Putra semata wayangnya itu. tak lama berselang, ponsel miliknya seperti berdering. hal itu tentu saja membuat Elvita mengalihkan fokusnya.


mengerti jika wanita itu Tengah kesusahan, akhirnya Arvino memutuskan untuk mengambilkan ponsel milik Elvita.


" Nomornya tidak dikenal." ucap laki-laki itu Seraya menyerahkan ponsel milik Elvita. wanita itu dengan segera mengangkatnya.


" halo, Iya Pak dengan saya sendiri? ada apa?" tanya Elvita Seraya menautkan alisnya karena merasa bingung. mengapa tiba-tiba dia dihubungi pihak yang berwajib.


"....."


" Oh oke Pak saya akan segera ke sana" ucap Elvita Seraya menutup teleponnya.


" dari kantor polisi," ucap Elvita dengan nada enggannya. sontak saja, penuturan dari Elvita itu membuat semua orang yang mendengarnya, seketika tercengang.


Akhirnya, Elvita benar-benar menunggu untuk pemulihan tubuhnya. sebelum wanita itu, menghadiri kantor polisi untuk melihat siapa pelakunya.


Sementara Arvino mencoba memberitahu jika, calon anak Elvita yang kedua, telah dimakamkan sebelum wanita itu sadar. dan Elvita yang mendengarnya, hanya mengangguk lemah.


Seketika itu pula, kesedihan kembali menyeruak memenuhi relung hatinya. kala membayangkan, nasib calon anaknya.

__ADS_1


*****


Setelah dua hari, akhirnya Elvita diperbolehkan pulang oleh dokter. dan dengan segera, wanita itu melajukan langkahnya menuju Kantor Polisi.


Karena Wanita itu, merasa sangat penasaran dengan siapa sebenarnya pelaku itu, Mengapa tegas sekali melukainya. bahkan menghilangkan nyawa dari manusia yang tidak bersalah.


Elvita pergi ke kantor polisi, ditemani oleh Arvino dan juga kedua sahabatnya. tiba-tiba saja, perasaan wanita itu menjadi tidak karuan kala memasuki Kantor polisi itu.


Deg


benar, firasat yang ia rasakan. mata wanita itu seketika membelalak lebar kala melihat siapa yang ada di sana. dadanya naik turun seirama dengan nafasnya yang memburu.


" tega sekali kalian melakukan ini!" teriak Elvita penuh emosi saat sudah berada di hadapan para pelaku itu.


" itu balasan akibat lo yang berani macam-macam sama gue." ucap salah satu pelaku Seraya menatap sinis ke arah Elvita.


Plak


" lu benar-benar Wanita berhati iblis Liona. gue nggak nyangka pernah punya saudara seperti lo." ucapnya dengan nada meninggi. Kemudian, kembali menatap ke arah orang yang ada di samping Liona.

__ADS_1


" dan untuk kamu Mas, Aku tidak menyangka ternyata kamu setega ini. dia itu darah dagingmu, Kenapa kau bisa stega ini?" ucap Elvita Seraya berderai air mata. Kemudian, bergegas pergi dari sana. Namun, sebelum Elvita benar-benar pergi, wanita itu menoleh ke belakang barang sebentar. "membusuklah kalian di penjara!" ucapnya penuh dengan penekanan.


__ADS_2