
mereka semua, menatap ke arah pasangan suami istri itu, dengan tetapan mata tak berkedip. seakan Tengah menatap pasangan putri raja dari negeri dongeng.
benar-benar definisi pasangan tergoals karena paras mereka yang begitu menawan.
sementara Cantika dan Resti yang melihatnya, memalingkan wajah karena mereka tahu apa yang disembunyikan oleh suami sahabatnya itu.
"Dasar laki-laki buaya," ucap Cantika menggeram kesal
sementara Resti wanita tomboy itu malah berlalu pergi menuju ruangannya. dan akhirnya Cantika pun ikut kembali ke ruangan.
******
sementara itu, di sepanjang perjalanan Elvita dan Gio tak henti-hentinya menebarkan ke romantisan pada setiap karyawan yang mereka temui.
padahal Elvita malah merasa risih dengan sikap suaminya ini. namun dirinya tidak mempunyai keberanian yang lebih untuk menolaknya.
hal itu tentu saja membuat para karyawan laki-laki yang ada di sana, merasa Patah Hati. mereka memutuskan untuk kembali ke ruang produksi yang terletak di lantai paling atas.
" Mas malu ih diliatin orang-orang tuh" ucap Elvita Saraya berusaha melepaskan tangan pada pinggangnya.
namun bukannya terlepas, tangan Gio Malah semakin erat, merangkuh pinggang sang istri. dan akhirnya mau tidak mau, Elvita membiarkan suaminya itu merangkuh pinggangnya hingga ke depan pintu ruangannya.
" Mas udah sampai kan,? sekarang Mas kembali ke perusahaan Mas ya." pinta Elvita mengusir secara halus.
Gio yang mendengarnya, menatap wajah Elvita dengan Tatapan yang sulit diartikan." kamu mengusir aku ya sayang?" tanya laki-laki itu.
seketika itu pula Elvita gulagapan dibuatnya" eh bukan gitu maksud aku Mas," ucapnya Seraya menyentuh lengan Gio.
Elvita takut, jika laki-laki itu akan marah padanya dengan ucapan yang ia lontarkan.
Sejenak,Gio terdiam seakan tengah berpikir keras. dan setelahnya, laki-laki itu mengangguk setuju." Baiklah kalau begitu, Aku pulang dulu ya" ucapnya Seraya mengelus kepala Elvita.
dengan segera laki-laki itu berjalan menuju keluar dari ruangan Elvita. sementara Elvita, wanita cantik itu segera masuk ke dalam ruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya.
***
__ADS_1
sementara itu, Giovanni ternyata tak berjalan menuju pintu keluar. melainkan melangkahkan kakinya, menuju ruang produksi.
laki-laki itu menunggu momen yang tepat. Untuk melabrak dua wanita yang tak lain adalah sahabat istrinya itu.
berani-beraninya mereka mengatakan jika dirinya berselingkuh. Gio akan memberikan mereka pelajaran agar dua wanita itu merasa kapok.
Setelah menunggu selama satu jam, terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah pintu keluar. di mana Gio berdiri di sana.
dan benar saja tebakan Gio, jika yang keluar itu adalah Cantika dan Resti. dengan segera laki-laki itu mengikuti dua wanita cantik itu, hingga parkiran mobil.
dengan segera laki-laki itu, mengikuti kemanapun sahabat istrinya melangkah. Gio merasa sudah seperti emak-emak saja yang akan melabrak musuhnya.
namun untuk sementara, Gio merasa tidak peduli. karena yang ia butuhkan adalah memberikan pelajaran pada kedua wanita itu agar tidak sembarangan dalam berbicara.
tak berapa lama berselang, mobil yang dikendarai oleh sahabat-sahabat istrinya itu berhenti tepat di depan minimarket.
dan Setelah menunggu beberapa saat, keduanya Kembali keluar dengan menenteng dua kantong besar dan membawanya ke dalam mobil.
dengan cepat Gio menghampiri mereka saat keduanya hendak masuk ke dalam mobil.
mereka berdua, tampak Saling pandang untuk beberapa saat. Setelahnya, memutar bola mata malas.
" Emangnya kenapa kalau kita memberitahu pada Elvita toh yang kita ucapkan itu benar dan kita memiliki buktinya," ucap Resti menantang laki-laki yang ada di depannya itu.
Gio yang mendengarnya, seketika tersulut emosi" kalian itu lancang sekali ya. kalian tidak berhak ikut campur atas rumah tangga kami," sentak laki-laki itu Seraya mengepalkan tangannya.
Mendengar hal itu, Cantika malah semakin tertantang," jelas kalau kamu ikut campur. Elvita itu sahabat kami." ucapnya tak mau kalah.
Brak
Gio menggebrak mobil milik Cantika. sontak saja itu membuat kedua wanita itu terkejut.
" jangan sekali-kali ku campur atau kalian akan menyesal" ancamnya Soraya berlalu pergi.
sementara Cantika dan Resti, dua wanita itu menatap kepergian Gio dengan tatapan membara,
__ADS_1
" dasar laki-laki bejat!" teriak Resti. seakan wanita itu tidak peduli dengan tatapan para pengunjung yang menatapnya dengan tatapan aneh.
sementara Cantika wanita tomboy itu, segera masuk ke dalam mobil dan melaju hanya meninggalkan area minimarket tersebut.
di sepanjang perjalanan, baik Cantika ataupun Resti sama-sama mendumel tidak jelas. mereka benar-benar merasa kesal pada laki-laki yang berstatus sebagai suami sahabatnya itu.
" Res, Kenapa sih sekarang Elvita menjadi sedikit aneh seperti itu,? dulu itu dia itu sangat pintar dan cerdas Loh kenapa sekarang malah jadi seperti ini?" tanya Cantika Seraya menggelengkan kepala.
wanita itu seakan tak percaya jika sahabatnya itu telah berubah drastis seperti bukan sahabatnya lagi melainkan seseorang yang berkamuflase menjadi sahabatnya.
" entahlah can gue nggak ngerti lagi tahu, kenapa sekarang Novita menjadi polos seperti itu" gumamnya Seraya menyandarkan kepala di kursi kemudi.
dan akhirnya mereka berdua kembali ke kantor. Sesampainya di sana, Cantika berencana akan mengajukan hal itu pada Elvita.
namun niatnya itu diurungkan saat, mendengar ucapan dari Resti." nggak usah lu kasih tahu percuma juga. dia itu nggak akan percaya," ucapnya Seraya menuju ke meja kerjanya.
hal itu tentu saja membuat Cantika mendesah pelan." Kenapa sih kita harus punya teman seperti Elvita itu?" tanyanya frustasi.
sementara Cantika mengedipkan bahu Seraya melanjutkan pekerjaannya. tak terasa waktu bergulir begitu cepat.
dan saat ini bel panjang tanda pulang telah berbunyi. Hal itu membuat semua karyawan yang ada di sana segera mengemasi barang-barangnya.
" akhirnya pulang juga," ucap Cantika Seraya meregangkan otot-otot tangannya. begitupun dengan Resti yang juga melakukan hal yang sama.
" kita ajak Elvita atau gimana,?" tanya Cantika pada Resti.
" rasanya malas sekali mengajak dia setelah Kejadian ini," gumamnya mengeluh. Cantika yang mendengarnya, menepuk pelan pundak Resti.
" Hus nggak boleh gitu, bagaimanapun dia itu atasan kita sekarang, berkat dia kita bisa membayar cicilan rumah yang udah nunggak 2 bulan." ucap Cantika mengingatkan sahabatnya itu.
Resti yang mendengarnya hanya mengangguk saja. memang benar setelah mereka lulus, mereka memilih untuk Mandiri dan membeli rumah sederhana dengan uang mereka sendiri.
dan itu tanpa campur tangan dari kedua orang tua masing-masing. kedua wanita cantik itu, berjalan Anggun menuju ke ruangan Bos.
dengan segera, mereka mengetuk pintu ruangan itu. dan Tak lama kemudian, Elvita keluar dari dalam sana.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak guys