Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Akhirnya kejadian


__ADS_3

Kini mereka berlima Tengah duduk di kursi ruang tamu. dan sedari tadi, semuanya saling berpandangan satu sama lain seakan Tengah mencurigai.


Giovanni menatap Elvita dan juga Arvino dengan tatapan menyelidiknya." Sejak kapan kalian selingkuh?" tiba-tiba saja, Giovanni bertanya demikian.


Sontak saja hal itu membuat Elvita dan juga yang lainnya, seketika membelalakkan mata karena merasa terkejut dengan pertanyaan laki-laki itu.


" Apa maksudmu Mas, yang selingkuh itu kamu kenapa malah aku yang dituduh?!" tanya Elvita dengan nada sedikit meninggi.


Dirinya tak habis pikir dengan apa yang ada dalam otak laki-laki itu. bisa-bisanya dirinya memfitnah Elvita dan juga Arvino.


" Sudahlah jangan berbohong, kalian selingkuh di belakang aku kan,?" tanya Giovanni dengan nada songongnya.


tentu saja hal itu membuat mereka semua yang ada di sana, mengepalkan tangannya geram. Bisa-bisanya berkata demikian. ini seperti maling teriak maling.


" aku nggak nyangka, Mas Gio tega berkata demikian." Elvita berkata Seraya menggelengkan kepala. seakan tak mampu lagi untuk berkata-kata akibat tampan dari laki-laki yang masih menjadi suaminya itu.


sementara Arvino, seketika laki-laki itu langsung berdiri dan hendak melayangkan satu bogeman mentah terhadap wajah Giovanni.


Namun tertahan oleh teriakan dan ucapan Elvita. sehingga mengurungkan niat Dari laki-laki yang masih menyimpan perasaan terhadap wanita hamil itu.


" jangan Ar," ucap Elvita mencegah. Hal itu membuat ketiga orang itu seketika menoleh ke arahnya.


" Kenapa El, lu masih mau belain laki-laki kampret ini?" tanya Resti dengan wajah bingungnya.


" ingat El, dia udah ngejebak lu, udah memfitnah lu, sekarang aku malah belain dia? gue nggak ngerti lagi apa yang ada di pikiran lo" ucap Cantika Seraya kembali duduk di tempat duduknya.


Elvita yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepala." enggak, gue enggak ngebelain dia. hati gue nggak sebaik itu kok gue masih merasa dendam sama dia." ucapnya Seraya menatap tajam ke arah Giovanni.


" Terus kenapa lu menghentikan tindakan Arvino?" tanya Resti dengan ekspresi wajah bingungnya.


Elvita yang mendengarnya, tersenyum tipis." gue cuma nggak mau, kalau masalah ini malah merembet ke mana-mana. jadi lebih baik kita hentikan saja semuanya." lanjutnya Soraya tersenyum tipis.

__ADS_1


Akhirnya setelah perdebatan yang cukup panjang antara Arvino dan juga Elvita, mereka memutuskan untuk duduk kembali dengan tenang.


Sementara Giovanni, laki-laki itu memasang ekspresi wajah yang datar. seakan tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.


" Dasar laki-laki muka badak!" ucap Resti memaki Seraya menatap sinis dan juga tajam ke arah Giovanni.


Dirinya sengaja berkata dengan Sedikit keras agar laki-laki itu mendengarnya. Namun, sepertinya sindiran itu tidak mempan. karena terbukti laki-laki itu hanya terdiam saja.


" lebih baik Mas sekarang pergi saja dari sini!" ucap Elvita dengan nada sedikit meninggi." aku nggak mau lihat muka Mas lagi. dan untuk perceraian kita, Mas tinggal terima beres saja" tiba-tiba saja, Elvita berkata demikian.


Hal itu sempat membuat semua orang yang mendengarnya seketika menoleh ke arah Elvita. seakan tidak menyangka wanita yang biasanya lemah lembut itu bisa berkata seperti itu.


" sayangnya, itu tidak akan pernah terjadi karena aku tidak akan pernah menceraikanmu!" ucap Giovanni tersenyum sinis.


Elvita yang mendengarnya, seketika tersulut emosi. wanita cantik itu, seketika berdiri dan menghampiri Giovanni.


Matanya menatap nyalang penuh dengan kebencian. hal itu, sempat membuat Giovanni merasa takut. dirinya kemudian berdehem untuk menetralisir rasa takutnya.


Dirinya seakan sudah merasa tidak kuat dengan cobaan yang Tuhan berikan padanya. cobaan ini terlalu berat baginya. hingga tak terasa, air matanya pun mengalir deras bak anak sungai.


Hal itu juga membuat Giovani yang melihatnya, tersentak kaget. Karena laki-laki itu melihat aura kebencian dan juga rasa sakit yang mendalam di dalam matanya.


" kau tenang saja Elvita, aku akan membantumu untuk mengurus perceraianmu" tiba-tiba saja, ada suara lain yang menyahut dari belakang.


Sontak saja hal itu membuat Elvita dan juga Giovanni seketika menoleh ke arah sumber suara, dan mereka mendapati Arvino tengah duduk dengan tatapan datarnya.


Kini, giliran Giovanni yang tersulit emosi. laki-laki itu segera datang dan menghampiri Arvino. kemudian dengan secepat kilat, mencengkeram kerah bajunya.


" Apa maksudmu, kau ingin merebut Elvita dariku? Jangan harap!" sentaknya Seraya mendorong tubuh Arvino hingga terduduk di kursinya.


Arvino yang mendengarnya, tersenyum sini Seraya menatap laki-laki pecundang yang ada di hadapannya itu." aku hanya ingin melepaskan wanita yang tak berdaya dari laki-laki sepertimu!" ucap Arvino Soraya menunjuk ke arah Giovanni.

__ADS_1


Hal itu tentu saja membuat Giovanni yang mendengarnya, mengepalkan tangannya kuat dan hendak melayangkan satu bogeman ke arah wajah Arvino


" setidaknya Arvino akan menyelamatkan sahabat kami dari laki-laki brengsek macam kamu." ucap Resti Seraya menatap tajam ke arah Giovanni.


Sementara Cantika juga ikut membela mantan kekasih sahabatnya itu." seharusnya, kau sudah bahagia dengan si Liona kan, Terus kenapa kamu masih mengganggu sahabat kami? Hah!" ucap Cantika Seraya menatap tajam ke arah Giovanni.


Dirinya tak habis pikir dengan laki-laki yang bernama Giovanni itu bisa-bisanya melakukan hal serendah ini." Apa kau belum siap balas dendam hah?!" tanyanya.


" kalian nggak usah ikut campur ini urusan gue sama dia!" ucap Giovanni dengan tatapan sinisnya. di saat suasana masih tegang, tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu rumah Elvita.


Dengan segera sang Art pun membuka pintu itu. tak lama kemudian menghampiri Elvita dan yang lainnya masih bersitegang di ruang tamu.


" Maaf Nyonya di luar ada tamu yang mencari nyonya." ucapnya Seraya menundukkan kepala sopan.


Elvita yang mendengarnya, sesaat tertegun. Siapa lagi yang mencarinya. dengan segera, wanita hamil itu menuju ke arah depan rumahnya.


" Kau Untuk apa kau ada di sini?" tanya Elvita saat dirinya tahu siapa yang berada di depan rumahnya itu.


" cih harusnya aku yang bertanya, untuk apa kau menyembunyikan suamiku? Hah! kau mau menguasainya lagi, dasar murahan!" ucapnya memaki Elvita.


" jaga ucapanmu Liona. suami kamu sendiri yang datang ke sini." ucap Elvita sedikit meninggi. tak lama berselang, semua orang yang ada di dalam rumah datang menghampiri dua wanita itu.


" Liona untuk apa kau ada di sini?" tanya Giovanni Seraya menatap tajam ke arah istrinya itu.


Liona yang mendengarnya, seketika merasa terkejut. karena ternyata apa yang ia pikirkan itu benar jika suaminya datang ke rumah kakak terkutuknya yang tak lain adalah istri dari suaminya juga.


" tentu saja ingin membawamu pulang. lagi pulang kau ngapain di sini Mas, kau ingin kembali padanya? Jangan harap!" ucapnya Seraya menarik tangan Giovanni untuk menjauh dari sana.


" dan Untukmu wanita sialan, jangan sekali-sekali kau mengganggu atau menggoda suamiku lagi. atau kau akan mendapatkan balasannya!" ucapnya Seraya menujuk ke arah Elvita.


Elvita dan yang lainnya, menatap tak percaya. pada kejadian yang baru saja mereka alami.

__ADS_1


" Tuh kan apa yang lo inginkan akhirnya kejadian juga," ucap Cantika


__ADS_2