Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Harus Berani


__ADS_3

Mereka bertiga Tak ubahnya seperti sebuah keluarga yang bahagia." kita cari makan dulu atau langsung pulang ke rumah?" tanya Arvino Seraya menatap ke arah Elvita.


Sejenak Elvita tampak menimbang-nimbang perkataan dari Arvino. hingga dirinya memutuskan untuk singgah dulu di rumah makan yang tak jauh dari bandara.


" kita makan di tempat yang tak jauh dari bandara aja ya, kebetulan tadi pagi aku belum makan." ucapnya Seraya melangkah pergi dari sana diikuti oleh Arvino dan di belakang.


****


Setelah menempuh perjalanan hampir 15 menit, Elvita dan Arvino sampai juga di tempat makan yang tak jauh dari sana.


" Kau mau makan apa?" tanya Arvino menatap ke arah Evita yang Tengah memangku baby Azriel.


Sejenak Elvita terdiam Seraya matanya menetap ke arah buku menu." aku pesan nasi goreng sama spaghetti aja deh." ucapnya Seraya menyerahkan buku menu pada pelayan di sana.


Arvino yang mendengarnya, seketika menatap ke keramaian itu dengan tatapan datarnya." kalau begitu saya juga samakan saja Mbak" ujarnya Seraya mengalihkan perhatian ke arah baby Azriel.


Elvita yang menatap keakraban diantara arvino dan juga baby Azriel merasa begitu teriris. Karena di saat orang lain seperhatian ini pada anaknya, justru Ayah kandungnya malah meragukan anaknya.


Sungguh hati ibu mana yang tidak sakit jika anaknya dicurigai oleh suami yang notabenya adalah Ayah kandungnya sendiri. Hingga tak terasa, air mata Elvita kembali jatuh tanpa permisi.


Seketika itu pula, Arvino yang sedang bermain dengan baby Azriel merasa begitu terkejut melihat Elvita menangis.


" Elvita Kau kenapa menangis?" tanya Arvino dengan ekspresi wajah cemas dan ada paniknya.


Elvita yang mendengarnya seketika menghapus air mata yang mengalir itu." aku tidak apa-apa" ucapnya Sera yang menggelengkan kepala dan tersenyum tipis.


tak lama berselang, makanan yang telah mereka pesan datang. dan dengan segera, mereka berdua menikmati makanan itu. tampak pula bayi laki-laki itu, seperti merengek meminta makanan. Hal itu membuat Arvino dan juga Elvita seketika seketika saling tatap dan terkekeh kecil.


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka telah menyelesaikan makanan mereka. dan dengan segera, mereka bertiga keluar dari restoran itu. hingga Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan tak terbaca.

__ADS_1


" ternyata benar dugaanku selama ini." gumamnya Seraya berlalu dari sana. Dengan ekspresi wajah garamnya.


*****


" Kau mau ke mana lagi?" tanya Arvino saat mereka sudah ada di dalam mobil milik Arvino yang memang telah disediakan oleh anak buahnya.


" ke kantorku aja," ucapnya Seraya menoleh ke arah laki-laki itu dan kemudian menetap ke arah jalanan. Mendengar hal itu, Arvino menganggukkan kepala kemudian dengan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Selama di sepanjang perjalanan, baik Elvita maupun Arvino sama-sama terdiam. Seolah-olah tengah bermain dengan pikiran masing-masing.


Hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi, telah sampai di depan kantor Elvita. Dengan segera, wanita itu hendak melangkah turun. namun dengan cepat, dihadang oleh Arvino.


Hal itu tentu saja membuat Elvita yang melihatnya merasa kebingungan dengan tingkah dari mantan kekasihnya itu. Hingga rasa bingungnya terjawab saat Arvino membukakan pintu untuknya.


Hal itu membuat Elvita tanpa sadar, menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang sangat manis. dan hal itu dibalas oleh Arvino yang juga ikut tersenyum tipis.


Seketika itu juga, wajah elevita mendadak memerah karena merasa malu. Karena ketahuan tersenyum tipis pada mantan kekasihnya itu.


Namun dari keseluruhan karyawan, semuanya menatap Elvita dengan tatapan kagum. Dan salah satu karyawan, menepuk bahunya Seraya tersenyum tipis.


" Bu Elvita kan ya?" tanya karyawan itu Seraya menatap ke Ara Elvita dengan ekspresi wajah tak percaya.


" Iya Kenapa memang?" tanya Elvita sedikit kebingungan. karena memang Elvita tidak memberitahukan perihal kepulangannya pada siapapun.


" Mari saya antar, nona Cantika dan juga Nona Resti telah menunggu Anda di ruangan mereka." ucapnya menunduk sopan.


hal itu semakin membuat Elvita yang mendengarnya semakin merasa kebingungan. karena memang, ingatnya tidak ada orang yang tahu tentang kepulangannya ini.


namun begitu, Elvita mengikuti langkah karyawan itu untuk menuju ke ruangan kedua sahabatnya. dan tiba-tiba,...

__ADS_1


" surprise!" teriak mereka berdua saat Elvita baru saja membuka pintu ruangan prosedur itu.


hal itu semakin membuat kita seketika sangat terkejut dengan apa yang ada di dalam ruangan itu." Selamat datang kembali bu Bos" seru mereka berdua Seraya pergantian memeluk wanita yang telah berpredikat sebagai ibu muda itu.


Sementara Elvita yang melihat itu, hanya menatap keduanya dengan tatapan bingung." kalian tahu dari mana Kalau gue mau pulang ke sini?" tanyanya dengan ekspresi wajah penasaran.


Sontak saja, Hal itu membuat Resti dan Cantika yang mendengarnya, seketika Saling pandang Seraya melempar senyum tipisnya." dari Arvino lah siapa lagi," ucapnya mereka secara bersamaan.


Elvita yang mendengarnya, tentu saja seketika menatap kesal ke arah luar ruangan. yang pasti, tatakan kesal itu ditujukan untuk laki-laki bernama lengkap Arvino Joyo Kusumo itu.


" dasar comel. udah dibilang jangan ngadu" gurutuh Elvita mendengus kesal.


" udah nggak usah diperpanjang. Oh ya Lu ngapain ke sini?" tanya Cantika tanpa basa-basi.


sejenak Elvita terdiam mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu." gue sudah bertekad untuk mengakhiri semuanya" ucapnya menatap lurus ke arah depan.


" bagus El, memang seharusnya Lo harus berani untuk mengambil keputusan ini." ucap Cantika tersenyum tipis.


" Iya kita akan bantu semampu kita. dan kita bertiga, akan menyiapkan pengacara yang paling terbaik di kota ini." ucap Resti menimpali ucapan sahabatnya itu.


Elvita yang mendengarnya, menautkan alis karena merasa bingung." bertiga sama siapa? kalian punya teman baru?" tanyanya Seraya menatap ke arah Cantika dan Resti secara bergantian.


" dengar Elvita, gue Resti sama Arvino akan segera membantu lu untuk mengurus semua keperluan agar lu bisa terlepas dari tengkraman Giovanni." ujar Cantika tersenyum tipis.


Elvita yang mendengarnya, ketika tersenyum tipis." nggak usah guys, gue udah bisa sendiri kok. sebelum ke sini gue udah ngurus-ngurus semuanya. dan gue juga udah cari Bodyguard untuk jagain gue sama anak gue" ucapnya tersenyum lebar.


Cantika yang mendengarnya, menghembuskan nafasnya kasar karena merasa lega dengan ucapan yang keluar dari mulut sahabatnya itu.


" Syukurlah kalau lu sudah bisa melindungi diri lu sendiri." ucap Resti tersenyum tipis.

__ADS_1


Ya. Diam-diam, Elvita sudah menyiapkan 3 Bodyguard untuk menjaga dirinya dan juga Putra semata wayangnya itu. jauh saat mereka masih ada di luar negeri.


__ADS_2