
Pagi harinya, Elvita baru saja terbangun dari tidurnya dan ia begitu terkejut saat mengingat apa yabg di lakukan oleh suaminya.
"astaga, badanku bisa bisa remuk redam ini kalau di perlakukan selerti ini terus" gerutunya dengan mengentak hentakan kakinya.
Ia merasa begitu kesal saat mengingat semuanya. Dengan perlahan dirinya menoleh ke samping ranjangnya.
Dan tak mendapati Gio di sampingnya. " kemana dia pergi,!" tanya Elvita dengan menatap sekelilingmya.
Tak lama berselang, ada sebuah panggilan yang masuk dan mengalihkan atensinya.
Dengan segera ia mengangkat panggilan itu. Sesaat keningnya mengerut saat ia mendapati nomor yang tak di kenal, masuk kedalam ponselnya.
Elvita hendak mengabaikanya. Namun sialnya, di karenakan tanganya yang licin akibat berkeringat, ia tak swngaja menyentuh tombol hijau.
"El, loe kenapa ngangkat telpon lama banget, lupa ya loe ama gue?," seru suara di seberang sana, saat mendapati panggilannya telah terhubung.
Hening...
Itulah yang terjadi saat dirinya mencoba mengingat siapa pemilik suara itu. Hingga wanita itu tersadar dengan siapa ia berbicara.
" omegot, ini loe Res!!" pekik Elvita saat menyadari jika yang menghubunginya adalah sahabatnya sejak SMA dan harus terputus saat wanita itu memilih untuk kuliah di jepang.
"iyalah siapa lagi kalau bukan gue si palimg cantik sedunia,"jawabnya dengan seluruh kepercayaan yang ada di diri wanita itu..
"hais kau ini dasar!!" ucap Elvita dengan terkrkeh kecil. " kapan loe balik indo,?" tanya Elvita saat mereka sama sa terdiam.
"gue udah balik kali, makanya gue hubungi loe mau ngajak loe ketemuan" jawab Resty.
"boleh, kita ketemuan di tempat kita dulu ya," ucap Elvita dengan tersenyum tipiw.
"oke, bye," Resty segera mengakhiri sambungan ponselnya.
Setelahnya, Elvita bergehws untuk turun dan menuju kamar mandi dan segera membersihkan diri. Setelah lima belas menit, wanita itu telag selesai dengan aktivitasnya.
Tepat saat ia membuka pintu, ternyata Gio telah berada di depan pintu dengan tatapan yang sulit di artikan.
"astaga!!" Elvita mekik keras. Ia sangat terkwjut. Buru buru ia melangkah hendak masuk kembali ke kamar mandi.
Namun sialnya, tangan Gio telah terlebih dulu menarik pinggangnya.
Sontak saja, Elvita berusaha meronta dan menjauhkan tubuhnya. Ia tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Gio, aku mohon, lepaskan.aku " ucap Elvita memelas. Namun, laki laki itu malah tersenyum ke arahnya..
__ADS_1
" kenapa aku harus melepaskanmu,? Hmm kau itu istriku," jawabnya penuh makna.
Namun, Elvita masih terus mencoba melepaskan diri dari kungkingsn sang suami gilanya itu. "aku mohon, aku harus bertemu dengan sahabatku dulu,"rengek Elvita dengan harapan, suaminya itu akan melepaskanya.
"lakukan dulu tugasmu," bisiknya dengan tersenyum.penuh arti. Dan tanpa basa basi, Gio segera melakukan apa yang harus ia lakukan.
Dan hampir jam delapan, Elvita baru saja keluar dari dalam kamar. " sial aku bisa bisa mati muda kalau begini terus," gerutunya dan segera melangkah pergi.
Ia segera mesan taksi online dan segera masuk ke dalam sana dan melesat meninggalkan kediaman barunya.
Tak lama berselang, Elvita telah sampai di tempatnya bertemu dengan sang sahabat. Ia segera masuk dan menuju tempat Resti berada
"hai," sapanya saat telah duduk di hadapan sahabatnya itu.
"hai, loe lama banget ngaret setengah jam ini sama yang kita janjikan," gerutunya. Elvita hanya tersenyum tipis.
Ia tak menjawab ucapan sahabatnya dan memilih umtuk memesan makanan saja. " gue laper tau, kita makan dulu ya," tawar Elvita pada Resti.
Dan akhirnya hanya mengangguk saja. Tak lama seoranh pelayan datang menghampiri mereka.
".mau pesan apa,?" tanya si pelayan. Dengan senyum ramahnya.
"mau nasi goreng seafood sama telur gulungnya satu sama jus jeruknya juga satu," ucapnya dengan menyerahkan buku menunya.
Resty menatap sahabatnya itu dengan tatapan menyelidiknya. Ia seperti mengamati wajah sahabatnya itu.
Elvita yang merasa di amati, hanya bisa memalingkan wajahnya saja.
"loe kemapa beda gitu,?" tanya Resti dengan tatapan menyelidiknya. Hal itu membuat Elvita seketika merubah ekspresi wajahnya.
"siapa yang beda, gue masih sama seperti yang dulu kok," elak.Elvita dengan tatapan yang terlihat gelisah.
"El, " tegurnya pada sahabatnya itu. dan dengan berat, Elvita menghela nafas panjangnya.
"huh, susah ya, kalau harus menyembunyikan sesuatu dari loe," ucapnya seraya menikmati makanan yang telah tersedia.
"ya makanya jangan ada yang loe tutup tutupi dari gue," ucap Resti seraya tersenyum tipis.
Elvita hendak mengatakan sesuatu pada Resti. Saat tiba tiba, ada seseorang yang menghampiri mereka.
"hai gaes, boleh ikut gabung gak,?" tanya orang itu. Sontak saja, Elvita dan Resti segera menoleh ke sumber suara.
"Cantika," seru mereka berdua dn segera menghampiri dan memeluk orang itu.
__ADS_1
" loe kapan balik dari jepang,?" tanya Resti dengan ekspresi wajah tak percyanya.
" hmm udah lama kali, hampir satu minggu yang lalu," jawabnya tersenyum tipis.
"hais kenapa loe nggak bilang sama kita kita,?" tanya Elvita dengan wajah masamnya.
Dua sahabatnya tak ada yang memberitahukan hal itu padanya.
Melihat shabatnya ngambek, Resti dan Cantika segera menghampiri dan memeluknya.
"astaga, kau ini, udah gede masih aja ambekan," ucap Cantika dengan menepuk pundak Elvita dengan gemas.
"ya lagian kenapa kalian pada jahat sama gue," ucapnya masih merajuk.
" iya deh, gue salah karena gak ngabarin sama loe," ucap Cantika dengan tersenyum manis.
Mereka bertiga kembali duduk dan mengobrol seperti biasa.
"eh, ini cincim apa El,?" tanya Cantika yang baru saja tersadar jika sahabatnya itu mengenakan cincin.
Elvita yang mendengarnya, menatap kedua sahabatnya, secara bergantian. Setelahnya, menghela nafas panjang.
"gue udah nikah," ucapnya dengan nada pelanya. Hsl itu, sontak saja membuat kedua gadis yang ada di depan Elvita menjadi sangat terkejut.
"astaga, loe jangan bercanda El," ucap Cantika dengan wajah remehnya karena gadis itu tau jika Elvita
"gue serius," ucapnya dengan wajah seriusnya hal itu membuat mereka berhenti mengira jika Elvita sedang bercamda
" hah, sejak kapan,?" tanya keduanya serempak dengan menatap Elvita dengan tak percaya.
"kemarin," ucap Elvita dengan wajah cemberutnya hal itu membuat kedua sahabatnya, merasa ada yang aneh.
Karena sikap Elvita ini yang teerkekesan tak swmangat sama sekali." loe kenapa nggak semangat gitu,?" tanya Cantika.
Elvita hanya menganggukkan kepala dan hal itu membuat kedua sahabatnya segera mengintrogasi Elvita.
" ceritakan sekarang juga,"pinta Cantika dengan wajah penasaran.
"gue ngegantiin adik tiri gue," Elvita tampak menghela nafas panjang.
"Liona maksudnya,?" tanya Resti penasaran bercampur bingung.
Elvita dengan gamblang menceritakan pada semua sahabatnya itu.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya gaes