
hari-hari dilalui oleh Elvita dengan enjoy. dan tak terasa, kandungannya telah menginjak usia 5 bulan. Beruntungnya, perutnya masih terlihat sedikit rata.
hal itu memudahkan, Elvita untuk menyembunyikan kehamilannya. karena entah Mengapa sampai saat ini, dirinya masih belum memberitahukan pada sang suami jika dirinya Tengah hamil.
pagi ini, Elvita dan Gio memutuskan untuk sarapan bersama. karena sudah sejak lama, laki-laki itu tak pernah mau sarapan Bersama sang istri karena alasan kesibukan.
Dan sejak lama pula, Elvita tak pernah datang ke kantor Gio. karena dirinya juga sangat sibuk. akibat kebanjiran orderan gaun pesta dan gaun pernikahan.
Sejenak, laki-laki itu menetap Elvita dari atas sampai bawah. seakan Tengah meneliti tubuh wanita yang ada di hadapannya.
hal itu, tentu saja membuat Elvita merasa gugup. wanita itu, memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rasa gugupnya.
"Kenapa kau terlihat gendutan" tanya laki-laki itu Seraya melemparkan tatapan menyelidiknya
Deg
Hal itu membuat jantung Elvita seperti ingin lepas dari tempatnya. dirinya tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan semacam ini dari suaminya.
dengan segera, wanita cantik itu menoleh ke arah Gio. dengan menampilkan ekspresi sebiasa mungkin. agar laki-laki itu tidak curiga padanya.
" aku baik-baik saja kok mas, mungkin karena aku merasa Happy karena kebanjiran orderan." ucapnya berkilah.
Entahlah, Sampai saat ini pun, Elvita masih belum memberitahukan hal ini pada sang suami. dirinya masih merasa ragu dengan ketulusan dan keseriusan suaminya.
Gio yang mendengarnya, kini hanya mengagukan kepala. karena awalnya laki-laki itu berpikir jika Elvita Tengah hamil.
Namun sepertinya itu hanya pemikirannya saja. Karena ucapan Elvita itu memang sangat logis. Jika seseorang telah bahagia maka berat tubuhnya akan ikut merangkak naik.
"" Oh kirain kamu hamil" ucapnya Seraya tersenyum tipis.
hal itu tentu saja membuat Elvita, terbelalak kaget. namun dengan cepat wanita cantik itu, menggelengkan kepalanya. dan merubah ekspresi wajahnya menjadi senormal mungkin.
agar sang suami tidak terlalu curiga dengan sikap dan perubahan dirinya itu." enggak lah Mas itu kan hanya resepsimu saja" ucapnya tersenyum simpul.
Akhirnya, mereka berdua kembali melanjutkan aktivitas sarapannya. Dan setelah semua selesai, Gio dan Elvita berangkat ke tempat kerja masing-masing.
__ADS_1
" tapi kok aku merasa Ada yang aneh ya," ucap Gio saat sudah berada dalam mobilnya. dirinya merasa ada yang janggal dan ada yang ditutup-tutupi darinya
" ah ngapain Aku mikirin dia, Lebih baik aku mikirin istri tercintaku," ucapnya Seraya melajukan mobilnya meninggalkan area Perumahan itu.
sementara itu, Elvita yang melihat kepergian suaminya, menghela nafas panjang." huh Untung saja tidak ketahuan" gumamnya Seraya mengelus dada.
Entahlah, dirinya seperti belum siap untuk membuka semuanya pada laki-laki itu. dirinya masih terasa ragu dengan Gio.
entah sampai kapan, dirinya akan melakukan persembunyian ini. bahkan Bila perlu, dirinya akan terus bersembunyi sampai anak itu lahir mungkin.
lama Elvita melamun, dirinya tersadar saat mendapatkan pesan masuk dari ponselnya." Astaga aku kenapa masih ada di sini,?" kumamia Seraya menggelengkan kepala.
karena hari ini, Elvita memiliki jadwal yang sangat padat. dirinya harus melakukan meeting dengan beberapa Bos butik ternama dan juga desainer kondang di kota ini.
dengan cepat, wanita cantik itu menyambar kunci mobilnya yang ada di atas meja. kemudian melangkahkan kakinya menuju ke arah garasi.
Dengan segera, Elvita melajukan kendaraan roda tempatnya itu meninggalkan area perumahannya. dan sebelumnya, dirinya telah menghubungi kedua sahabatnya itu untuk berangkat bersama.
tak berselang lama, Cantika dan Resti telah sampai di gerbang Kompleks Perumahan milik Elvita.
"hmm, iya hari ini gue ada ketemuan dengan salah satu kolega yang ingin memesan gaun pesta." ucap Elvita Seraya memasangkan sabuk pengamannya.
" Wah, lu ya semakin sukses aja," ucap Resti merasa bangga. dengan apa yang dimiliki oleh sahabatnya itu.
" semoga saja kita bisa nyusul ya Res," ucap Cantika menimpali.
hal itu mendapat anggukan dan doa dari Elvita. kemudian mereka bertiga segera melajukan kendaraannya untuk menuju ke perusahaan Elvita.
***
sementara itu di sebuah ruangan VVIP sebuah hotel ternama, tampak seorang laki-laki tampan. setengah duduk dan menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya.
" Apa kau yakin ini milik wanita itu,?" tanya laki-laki itu, dengan pandangan mata tak lepas dari sebuah majalah yang ada di tangannya.
" Kami yakin tuan Arvino, ini adalah milik Nona Elvita." ucap sang bawahan Seraya memberikan beberapa majalah fashion pada laki-laki itu.
__ADS_1
Yap laki-laki itu adalah Arvino Joyo Kusumo. Seorang laki-laki tampan muda, pembisnis dan juga mantan kekasih Elvita.
Sebenarnya, Arvino merasa sangat terkejut saat dirinya akan melakukan kerjasama dengan sebuah butik ternama di kota ini.
karena biasanya, yang melakukan pertemuan adalah orang suruhannya. Namun saat para bawahannya memberitahukan jika pemilik butik ternama itu adalah Elvita mantan kekasihnya, Arvino tak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Dirinya segera mengambil keputusan untuk bertemu hari ini juga. bahkan laki-laki itu sudah bersiap-siap Sejak pagi buta.
karena tak bisa dipungkiri, rasa itu masih tetap sama. walaupun Arvino tahu, jika dirinya tak akan pernah mungkin mendapatkan gadisnya kembali.
Namun entahlah, rasa itu masih tetap sama. dan bahkan, semakin menggunung. Hal itulah yang membuat laki-laki itu memutuskan kembali ke kota itu.
Yap. semenjak dirinya ditinggal nikah oleh sang Pujaan Hati, Arvino memutuskan untuk kembali ke negaranya.
Karena selain untuk melupakan masa lalunya, dirinya juga diutus oleh sang ayah untuk mengurus Hotel miliknya yang ada di negara itu.
setelah hampir 6 bulan Arvino berada di negara itu, akhirnya dirinya memutuskan untuk kembali ke perusahaan yang lama.
Arvino mengambil alih jabatannya yang sempat Ia berikan pada orang kepercayaannya. dan dirinya sedikit terkejut, saat mendapatkan laporan ini.
Rasa bangga menyelimuti hatinya. karena sang mantan, bisa mendapatkan kesuksesan karirnya.
" Tuan, apa kita berangkat sekarang?" tanya laki-laki yang sudah berumur pada Arvino. Mendengar hal itu, laki-laki muda itu segera bangkit dari duduknya.
"ya, kita berangkat sekarang," ucapnya tersenyum misterius.
Dengan segera, orang yang menjadi kaki tangan Arvino itu, melangkahkan kakinya membuka jalan. karena memang hari ini, di hotel itu Tengah ramai kunjungi oleh orang-orang.
mereka semua merasa kagum saat melihat seorang laki-laki muda dan tampan, keluar dari lift VIP dan berjalan ke arahnya.
" eh itu Arvino Joyo Kusumo kan,?" tanya salah satu pengunjung yang baru saja masuk ke dalam hotel.
" iya woi, gila. Vibesnya kayak pengusaha yang ada di film action" Timpal yang lainnya heboh
jangan lupa tinggalkan jejak ya guys makasih
__ADS_1