Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Mau Apa Dia


__ADS_3

Elvita dan baby Azriel akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah Resti. karena memang, Elvita di negara ini hanya sebentar dirinya ingin menuntaskan semua permasalahan dengan Giovanni. Setelahnya, Elvita akan benar-benar pergi dari negara itu.


Karena memang perusahaan yang telah dikelola oleh cantik dan juga Resti telah mereka beli secara menyicil. hal itu tentu saja membuat Elvita yang mendengarnya, merasa lega.


Karena itu berarti dirinya sudah tidak ada kepentingan lagi untuk datang ke negara ini. Setelah menidurkan baby Azriel ke tempat tidur, Elvita pun juga ikut berbaring di sana.


Dirinya merasa begitu lelah. Dan saat melihat ada kasur, bawaannya ingin tidur saja. tak terasa, mata Elvita semakin lama semakin berat. Dan tak terasa, akhirnya Elvita pun tertidur pulas.


Tanpa disadari oleh Elvita, ada seseorang yang meringsek masuk ke dalam rumah Resti. orang itu berjenis kelamin laki-laki. siapa lagi jika bukan Giovanni.


Entah mengapa laki-laki itu dapat masuk ke dalam rumah Resti. Padahal, rumah itu dikunci oleh Elvita.


lagi pula Elvita sudah menyewa Bodyguard untuk menjaga dirinya dan juga Putra semata wayangnya. Mengapa mereka bisa kecolongan seperti ini dengan perlahan, Giovanni merangkak naik ke atas ranjang. kemudian, perlahan-lahan membelai pipi wanita itu.


Elvita perlahan-lahan membuka mata saat merasakan sentuhan dari seseorang. seketika itu pula, wanita itu beringsut mundur kemudian segera meraih dan mendekap baby Azriel yang memang masih tertidur.


Hingga membuat bayi laki-laki berusia 3 bulan itu, menangis begitu kencang karena merasa terkejut. Setelahnya Elvita pun mulai menimang-nimang dan mulai menenangkan Putra semata wayangnya itu.


Walaupun dalam hatinya kini, Elvita benar-benar sangat ketakutan karena melihat sosok orang yang tidak ingin Ia temui, berada tepat di hadapannya. menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Setelah beberapa lama, Baby Azriel kembali tertidur kemudian meletakkannya di box bayi yang memang disediakan oleh Resti. jika sewaktu-waktu, Elvita dan anaknya berkunjung ke rumahnya.


tepat saat Elvita telah meletakkan baby Azriel ke dalam box bayi, sebuah tangan kekar melingkar tepat di perutnya. Hal itu membuat Elvita seketika membeku di tempatnya. Apalagi, saat merasakan nafas dari laki-laki itu.


" kau semakin cantik Sayang," ucapnya berbisik di telinga Elvita.


Cih, Dia berkata apa tadi, cantik kan memang aku cantik dari dulu ke mana saja dia?" tanya Elvita dalam hati Seraya menggerutu kesal.

__ADS_1


Kemudian dirinya berbalik badan menetap tajam ke arah laki-laki yang masih menjadi suaminya itu. Sementara Giovanni, laki-laki itu malah menatap Elvita dengan tatapan penuh Kerinduan.


Hal itu membuat Elvita untuk beberapa saat mematung di tempatnya. Bahkan, dirinya tidak sadar jika Giovanni telah mengangkatnya dan membawanya ke kamar mandi.


Entah apa yang dilakukan oleh Giovanni. yang jelas, saat ini Elvita masih dikuasai oleh rasa aneh yang menyelinap masuk di dalam relung hatinya.


Giovanni mendudukkan Elvita ke dalam bath up kamar mandi. seketika itu pula, Elvita tersadar dari lamunannya.


Dirinya begitu panik saat mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Elvita sadar, tatapan mata dari Giovanni itu adalah tatapan kelaparan seorang pria.


Dengan sekuat tenaga Elvita mencoba mendorong tubuh laki-laki itu agar menjauh darinya. Namun, semakin mendorongnya tubuh Giovanni akan semakin merapat pada tubuhnya.


" mau apa dia?" tanya Elvita Seraya menghindar dari tatapan laki-laki yang masih menjadi suaminya itu.


Namun, dengan sigap Giovanni segera menghimpit tubuh kecil Elvita. hingga membuat wanita itu tidak dapat berkutik sedikitpun. Dan beberapa saat kemudian, kedua bibir mereka sudah sama-sama tertaut.


Mengapa laki-laki yang ada di hadapannya itu seperti orang yang kehausan sebuah hubungan dewasa. Padahal, Giovanni kan masih mempunyai istri yang sangat ia bangga-banggakan itu.


Lama Elvita terdiam hingga dirinya tidak menyadari jika pakaian yang tengah ia gunakan, kini sudah Turonggok di lantai.


" Apa yang kau lakukan Mas?" tanya Elvita marah. dirinya merasa dilecehkan oleh laki-laki. walaupun laki-laki itu adalah suaminya sendiri.


" apalagi, tentu saja aku meminta aku padamu." ucapnya Seraya menyusuri lekuk tubuh indah milik Elvita.


Hingga membuat wanita itu, sesekali mende-sah pelan di antara aksinya yang ingin melepaskan diri. namun apalah daya kekuatan yang dimiliki oleh Elvita itu jauh di bawah Giovanni sang suami.


Hingga akhirnya, wanita itu pasrah saat Giovanni kembali melancarkan aksinya terhadap tubuh Elvita. Hal itu membuat Giovanni merasa mendapatkan angin segar.

__ADS_1


Setelah hampir setengah jam, kegiatan panas itu barulah selesai. Giovanni keluar dengan ekspresi wajah puasnya. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan Elvita. wanita itu memasang wajah khawatir. Dirinya merasa takut jika akan hamil lagi.


" kamu benar-benar keterlaluan Mas!" seru Elvita dengan nada berapi-api. bahkan Hal itu membuat baby Azriel yang tengah tertidur pulas, seketika terbangun dan menangis kencang karena mendengar teriakan dari ibunya.


Sementara Giovanni yang mendengarnya, menautkan alis Seraya menatap istrinya itu dengan masih tersenyum tipis." Emangnya apa yang aku lakukan, aku hanya meminta Haku padamu." ucapnya cuek.


"hak apa maksudmu, kau saja tidak memberikan hak kepadaku dan juga anak ini. Terus Hak apa yang kamu maksud?" tanya Elvita dengan amarah meluap-meluap dalam dadanya.


Grep


seketika itu pula, tubuh Elvita di dekat erat oleh Giovanni. Elvita berontak dan meronta-ronta ingin dilepaskan. namun, apa daya tubuh mereka jauhlah berbeda..


" Maafkan aku tapi aku sungguh-sungguh mencintaimu Aku tidak ingin kehilanganmu lagi." ucapnya Seraya berbisik di telinga Elvita.


"Cih cinta, bullshit. Cinta Yang kamu katakan itu tidak akan mengubah apapun aku akan tetap mengurus perceraian kita." ucap Elvita dalam hati


entah mendapatkan kekuatan dari mana, Elvita dengan segera mendorong tubuh kekar suaminya hingga membuat tubuh itu sedikit menjauh darinya.


" jangan pernah mengo berbicara soal cinta di sini. Aku tidak akan pernah mengubah keputusanku untuk bercerai darimu," ucapnya Seraya menatap tajam ke arah laki-laki itu.


Sementara Giovanni yang mendengarnya, tetap bergeming Seraya menatap tajam dan lekat ke arah Elvita." jika itu keputusanmu, aku akan mempersulit proses perpisahan kita." ucapnya segera berlalu dari sana.


Elvita yang mendengarnya, seketika berlari dengan cepat untuk mengejar laki-laki itu. hingga Elvita, tak sengaja berpapasan dengan Resti dan juga Cantika yang baru saja pulang dari kantor.


" El, lu bawa tamu dari luar?" tanya Cantika saat melihat ke arah Giovanni. Elvita yang mendengarnya, tak memperdulikan ucapan dari kedua sahabatnya itu.


wanita beranak satu itu segera keluar dan mengejar Giovanni. namun sayangnya, jejaknya sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


__ADS_2