Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
gosip


__ADS_3

seminggu kemudian,....


pagi ini, Elvita terlihat bangun pagi-pagi sekali ia menoleh ke arah sang suami yang masih tertidur pulas.


tak terasa, kedua sudut bibir wanita itu terangkat membentuk sebuah senyuman manis. Saat mengingat. kejadian yang tadi malam ia alami.


" Aku merasa sangat bahagia," gumamnya Seraya mendekatkan wajahnya dengan wajah sang suami dan,..


Cup


satu kecupan mendarat mulus di pipi Gio. sontak saja, Hal itu membuat laki-laki Tampan itu seketika membuka matanya.


hal itu tentu saja, membuat Elvita gelagapan dibuatnya. dengan segera wanita cantik itu turun dari ranjang.


Namun sepertinya, Dewi Fortuna tidak berpihak kepadanya. karena tangan Gio ternyata lebih cepat daripada pergerakan kakinya.


Hingga wanita cantik itu, kembali terjatuh di atas ranjang. dengan posisi, hiu berada di bawah Elvita. sontak saja hal itu membuat wanita cantik berambut keriting itu memerah seketika.


dirinya merasa sangat malu apalagi saat ini Gio menatapnya dengan tatapan lapar seekor singa yang siap menerka mangsanya.


" Maaf Mas, Aku mau mandi mau bersih-bersih mau menyiapkan makanan kesukaanmu," Elvita berkata dengan sedikit terbata.


karena Entah mengapa, dadanya berdetak begitu kencang. walaupun dirinya tak bisa menafsirkan apa yang ia rasakan.


karena saat ini, hati Elvita masih sepenuhnya milik Alvino. mantan kekasihnya itu. Apalagi laki-laki itu adalah Cinta Pertamanya, setelah sang ayah.


" kau harus bertanggung jawab sayang, karena kau membangunkan macan yang tengah tidur," ucapnya dengan menahan nafas berat.


Elvita yang menyadarinya tahu jika sang suami sedang dalam keadaan Tegangan Tinggi. Hal itu membuat wanita cantik itu segera berlari dari kamar menuju kamar mandi.


Namun sepertinya Lagi Dan Lagi Dewi keberuntungan itu tak berpihak kepadanya. karena ternyata gerakan Gio lebih cepat darinya.


hingga laki-laki itu telah sampai di kamar mandi terlebih dahulu.


" Mas aku mau mandi dulu Ih Mas keluar dulu sana," ucap Elvita mengusir.


Namun sepertinya, Gio tak merespon ucapan dari sang istri. terbukti dengan kediaman laki-laki itu. Bahkan ia tak bergeser dari tempatnya sedikitpun.


Hal itu membuat Elvita sedikit kesal. dengan segera wanita cantik itu hendak melangkah pergi dari kamar mandi.

__ADS_1


Namun, tangan Gio telah terlebih dulu menariknya hingga mereka sama-sama masuk ke dalam kamar mandi.


" Mas aku mau keluar ih," rengeknya pada sang suami. Namun Gio malah merapatkan tubuhnya pada tubuh Sang istri.


laki-laki itu dengan erat memeluk tubuh ramping Elvita dan menghujani wajah cantik dengan beberapa kecupan.


Cup


Cup


Cup


tiga kecupan, mendarat mulus di pipi hidung dan berakhir di bibir sensual wanita cantik itu.


cukup lama Gio bermain dengan bi**r seksi sang istri. Hingga wanita cantik itu. Mulai terbuai.


dia tersenyum puas saat melihat tak ada perlawanan dari Elvita. dengan segera laki-laki itu melakukannya lagi di bawah guyuran air shower.


hingga jam delapan pagi, merekaasih berkutat di daam kamar pribadinya.


" hari ini Mau makan apa, ? Nanti kalau ada waktu senggang di butik, akuasakin kamu,?" tanya Elvita yang masih merasa kesal.


" emm apa aja," ucap Gio tersenyum tipis. " kalau begitu aku berangkat dulu ya, aku ada meeting jam 10.00 ini." ucapnya Seraya mengecup kepala istrinya itu.


" hati-hati ya," Elvita mencium punggung tangan suaminya dan mengantarkannya hingga ke depan pintu.


setelah memastikan sang suami berangkat, Elvita bergegas ke kamar untuk mengambil tas dan berkas-berkasnya.


karena dirinya sepertinya akan sangat sibuk hari ini, dia akan sedikit terlambat hari ini.


*******


benar saja, tak lama berselang ponselnya berdering cukup keras hingga membuat Elvita seketika menoleh ke arah nakas.


wanita cantik itu, seketika menepuk keningnya sendiri karena merasa lupa." bisa-bisanya Aku nggak bawa HP bisa gawat ini kalau beneran lupa" gerutunya seraya berjalan kearah nakas.


Sesampainya di depan nakas, wanita cantik itu tampak termenung. saat melihat ada secarik kertas yang terletak di samping vas bunga.


" ini punya siapa,?" tanya Elvita entah pada siapa. karena di kamar ini tak ada siapapun orang yang ia ajak bicara.

__ADS_1


dengan segera Ia membuka amplop berwarna putih itu dan membaca isinya. sesaat ia tertegun saat mendapati nama yang tak asing baginya.


" Liona Ferhag itu siapa,?" tanya wanita cantik itu. Tak lama kemudian ponselnya kembali berdering. Hal itu membuat Lamunan Elvita seketika bubar.


" nanti sajalah aku selidiki, sekarang yang terpenting kerjaanku beres dulu," gumamnya Seraya berlalu dari sana.


" ya, Ada apa Res,?" tanya Elvita saat wanita itu telah masuk ke dalam mobil.


" loe ada di mana,?" tanya Resty dari seberang sana. dan dari suaranya sahabat Elvita itu sepertinya sedang panik.


" Lu kenapa dah kok panik banget,?" tanya Elvita heran.


" gimana gue nggak panik coba, Pak Jack itu udah dari tadi di sini, loe niat nggak sih mau meeting sama beliau,?" tanya Resti yang sedikit kesal.


seketika itu juga, Elvita segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. karena ia tahu, jika kliennya itu adalah orang yang sangat disiplin.


beliau tidak mentolerir sebuah keterlambatan. Bahkan dalam alasan apapun. pantas saja Resti marah-marah padanya. Karena yang kena marah pasti mereka.


Tak Butuh waktu lama, mobil yang dikendarai Elvita telah sampai di depan bangunan berwarna biru itu. dengan segera wanita cantik itu turun dan berjalan tergesa-gesa.


hingga dirinya tak sengaja menabrak beberapa karyawan yang berpapasan dengannya.


" eh maaf saya buru-buru," ucap Elvita Seraya mengatupkan kedua tangan di depan dada.


para karyawan itu hanya mengangguk saja. Mereka tampak kagum dengan attitude yang diperlihatkan oleh Bos mereka itu.


Tak lama kemudian, Elvita telah sampai di ruang VVIP di mana, Pak Jack telah menunggunya.


" Maaf Pak, Saya benar-benar minta maaf," Elvita menunjukkan kepala Seraya mengatupkan kedua tangannya.


" jika tidak bisa bersikap profesional, lebih baik jangan mengajukan kerjasama pada perusahaan kami. Karena perusahaan kami tidak butuh orang yang tidak disiplin," ucap pria paruh baya itu dengan sorot mata tajam.


" Maafkan saya pak sekali lagi saya minta maaf," ucapnya menunduk hormat.


Pak Jack yang mendengarnya menghela nafas panjang." Baiklah segera kita mulai saja meeting kali ini. Saya tidak ada banyak waktu hari ini." ucap Pak Jack.


Dengan segera, meeting segera dimulai. dan jam dua belas pas, meeting Akhirnya selesai.


dengan segera Elvita kembali ke ruangannya. dan di perjalanan menuju ruangannya, wanita cantik itu tak sengaja berpapasan dengan Chatika.

__ADS_1


" El, loe mau tau nggak gosip di perusahaan laki loe,?" tanya wanita itu.


__ADS_2