
sepulang Elvita dari bekerja, wanita cantik itu memutuskan untuk memeriksakan kondisinya ke dokter.
karena memang dirinya merasa sudah sangat tidak kuat menopang tubuhnya. Elvita merasa tubuhnya seperti seonggok daging yang tak mempunyai tulang.
" Astaga Evita kau terlihat kecil sekali," ucap Resti Seraya menatap prihatin ke arah sahabatnya itu.
Elvita yang mendengarnya, tak langsung menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu. dirinya memilih untuk memposisikan tubuhnya agar terlihat nyaman.
karena Entah mengapa, badannya merasa sangat sakit semua. seperti baru saja mendapatkan pukulan yang bertubi-tubi.
" aku rasa Aku sudah tidak lagi kuat untuk berjalan," ucapnya Seraya menyegah keringat yang membasahi dahinya.
hal itu tentu saja membuat Resti dan Cantika, saling berpandangan karena merasa heran dengan tingkah Elvita.
" kau semakin memprihatinkan saja, sebaiknya kita segera pergi ke rumah sakit." ucap Cantika Seraya bangkit dari duduknya.
hal itu juga diikuti oleh Resti. wanita cantik itu juga ikut berdiri dan segera menghampiri Elvita.
Elvita yang melihat dua sahabatnya itu mendekat, mengerutkan kening karena merasa heran." Kalian mau apa?" tanyanya Seraya sedikit menjauh.
Cantika dan Resti yang mendengarnya, seketika Saling pandang." ya kita mau nganterin loe ke rumah sakit lah," ucap Cantika.
Elvita yang mendengarnya menggelengkan kepala." sepertinya hal itu tidak perlu, kalian bisa anterin gue pulang aja," ucapnya Seraya bangkit dari duduk.
hal itu semakin membuat Cantika dan Resti yang melihatnya, semakin merasa keheranan dengan tingkah sahabatnya itu.
" lo Yakin nggak mau diantar,?" tanya Cantika memastikan.
Elvita yang mendengarnya menganggukkan kepala." gue yakin kok," ucapnya Seraya melangkahkan kaki menjauh dari sana.
Resti dan Cantika yang melihatnya, hanya bisa mengikuti langkah Elvita dari belakang.
" lu berdua bawa mobil gue ya, lagi pula kan kita searah," ucap Elvita saat mereka setelah sampai di area parkir.
Cantika dan Resti yang mendengarnya, tentu saja merasa senang. karena mereka bisa menghemat biaya ongkos pulang.
Di sepanjang perjalanan, Elvita tampak sangat gelisah. Hal itu tentu saja membuat Cantika dan Resti yang berada di kursi depan, menjadi sedikit gelisah.
" El lu nggak papa?" tanya Cantika yang sedikit cemas. Hal itu membuat Resti juga ikut menoleh ke belakang.
__ADS_1
Elvita yang mendengarnya, menggelengkan kepala dan tiba-tiba,..
bruk
tubuh Elvita ambruk. wanita itu tak sadarkan diri. tentu saja hal itu membuat Resti dan Cantika dilanda kepanikan yang sangat hebat.
" Astaga Elvita!!" teriak mereka berdua secara bersamaan.
"" Cantika, sebaiknya kita segera membawa Elvita ke rumah sakit. gue takut dia kenapa-napa" ucap Resti sedikit panik.
Tanpa pikir panjang lagi, Cantika segera mengajukan mobil Elvita dengan kecepatan tinggi. berharap jika mobil itu segera sampai ke tempat tujuan.
mereka bahkan sempat mengumpati para pengendara lain akibat ugal-ugalan di jalan." sialan mereka, mereka pikir ini jalanan mereka sendiri apa," ucapnya menggerutu kesal.
" Woi minggir kalian ini ada orang pingsan!" teriak Lesti dengan lantang. karena dirinya sudah merasa sangat panik pada kondisi Elvita.
hal itu tentu saja membuat para pengendara lain, menatapnya dengan tatapan aneh. namun Resti dan Cantika tak memperdulikannya.
karena yang terpenting saat ini adalah keselamatan Elvita. dan mereka bertekad untuk membawa wanita itu sesegera mungkin.
tak lama berselang, mobil yang mereka kendarai telah sampai di area rumah sakit. dengan segera kedua gadis cantik itu membawa tubuh Elvita yang masih tak sadarkan diri.
" suster dokter! tolong teman saya!" teriaknya dengan lantang.
tak lama berselang, seorang dokter dan beberapa orang perawat datang menghampiri kedua gadis itu.
dengan sikap mereka segera membawa tubuh Elvita yang lemas dan memberikannya ke atas berakar. kemudian membawanya ke ruang ICU.
Sementara Resti dan Cantika, menunggu di depan ruang ICU dengan perasaan cemas." Semoga dia baik-baik saja," gumam Resti Seraya menyandarkan tubuh ke tembok.
sementara Cantika, wanita cantik itu yang memang sesuai dengan namanya, memutuskan untuk menghubungi keluarga Elvita.
" lu mau ngapain,?" tanya Resti saat Cantika mengangkat ponselnya.
Cantika yang mendengarnya, menoleh sekilas ke arah Resti." gue mau hubungi keluarganya," ucapnya dengan terus menempelkan ponsel pada telinganya.
tanda jika dirinya Tengah menunggu sambungan telepon dari seberang sana.
" halo assalamualaikum," siapa Cantika saat terdengar panggilannya telah diangkat.
__ADS_1
" Iya Waalaikumsalam ada apa,?" tanya seorang wanita dari seberang sana. Dengan nada ketusnya.
hal itu tentu saja membuat Cantika yang mendengarnya tertegun sesaat. karena merasa heran sekaligus bingung.
Apa yang sebenarnya sudah dirinya berbuat sehingga Ibu dari sahabatnya begitu ketus kepadanya.
" Maaf Tante Saya cuma mau memberitahukan jika Elvita sekarang tengah tak sadarkan diri. sekarang berada di rumah sakit," ucapnya menerangkan.
sementara Ratna yang berada di seberang sana, memutar bola mata malas. karena masih harus berurusan dengan anak tirinya itu.
" baik saya akan segera ke sana," ucapnya Seraya menutup sambungan telepon.
tut tut tut
hal itu tentu saja membuat Cantika dibuat tercengang oleh tindakan yang dilakukan oleh ibu tiri sahabatnya itu.
" astaga bisa-bisanya si nenek lampir mematikan ponselnya secara sepihak," ucap Cantika menggertu.
hal itu tentu saja membuat Resti yang mendengarnya, segera menoleh ke arah sahabatnya.
" Kenapa Ada apa,?" tanya Resti bingung. karena mendapati cantik yang telah marah-marah tidak jelas itu.
" ternyata memang benar apa yang dikatakan Elvita bahwa ibu tirinya Memang Jahat," ucapnya Seraya menghela nafas panjang.
Resti yang mendengarnya, tak bertanya lagi. Karena Wanita itu juga paham apa yang dimaksud oleh Cantika.
tak lama berselang, seorang dokter datang menghampiri dua wanita cantik itu. hal itu sontak saja membuat Cantika dan Resti segera bangkit dari duduknya.
" Bagaimana keadaannya dok,?" tanya Cantika.
Sejenak dokter muda itu memandang keduanya dengan saling bergantian." Apakah teman kamu itu sudah menikah?" tanya sang dokter ambigu.
hal itu sontak saja membuat Resti dan Cantika saling berpandangan." Memangnya kenapa dok,?" tanya Cantika yang sedikit emosi.
karena Gadis itu berpikir jika dokter muda di depannya itu, telah melanggar kode etik sebagai dokter. dengan menanyakan hal pribadi pada pasiennya.
" tidak ada apa-apa Saya hanya bertanya, karena saat ini pasien sedang hamil dan kandungannya masih sangat muda," ucapnya dengan cepat karena dokter itu tahu ekspresi wajah dari sahabat pasiennya itu.
Hal itu membuat Resti dan Cantika sejenak terdiam. mereka tidak tahu apakah yang disampaikan ini adalah kabar baik atau kabar buruk.
__ADS_1
" dia sudah menikah dok," ucap Cantika dengan tenang.
sampai jumpa jangan lupa tinggalkan jejak guys