
hari demi hari dilalui oleh Elvita dan juga baby Azril dengan penuh kebahagiaan. hingga tak terasa, kini usia baby Azriel, telah menginjak usia tiga bulan.
bayi laki-laki itu, menjelma menjadi sosok bayi yang begitu tampan. dan juga ramah senyum. setiap hari, Elvita akan membawa baby Azriel untuk ke perusahaannya.
karena memang, di rumah, Elvita belum memakai jasa babysitter. hal itu menjadikan wanita berusia dua puluhan taun itu harus membawa serta baby Azriel ke kantor.
Amazing memang, kinerja yang ditunjukkan oleh Elvita. Karena, dalam beberapa bulan terakhir ini, dirinya sudah dapat Mendirikan perusahaan desainer walaupun masih terbilang cukup kecil.
Berbeda perusahaan yang berada di tanah airnya. Karena menurut laporan yang dilaporkan oleh Resti dan Cantika, sudah mulai berkembang pesat.
Hal itu tentu saja membuat Elvita semakin merasa sangat bahagia. Apalagi melihat perkembangan baby Azriel yang begitu cepat dan tanggap itu.
Seperti pagi ini Elvita berangkat ke kantornya dengan membawa Sang jagoan yang ia taruh di car set. Elvita melajukannya dengan kecepatan sedang. Karena Ia tahu dirinya membawa sang putra sekalian.
" Bu, Apakah kita butuh mampir ke minimarket untuk membeli sesuatu?" tanya Winda Seraya memangku bayi mungil itu. Karena baby Azriel baru saja menangis. hal itu mau tidak mau membuat Winda dengan sigap menggendongnya.
Walaupun tindakan itu melanggar aturan karena dapat membahayakan orang lain. Namun, sepertinya bayi laki-laki itu sungguh sangat pengertian. Terbukti, Baby Azriel kembali tenang dan membuat Winda menaruhnya di kursi duduk bayi kembali.
" Selalu pintar dan pengertian terus ya ganteng," ucap Winda Seraya mengusap kepala bayi laki-laki itu.
Elvita yang melihatnya, hanya tersenyum simpul. Karena ternyata kasih sayang yang ditunjukkan oleh orang-orang sekitar Elvita itu lebih besar daripada kasih sayang yang ditunjukkan oleh keluarga inti.
Dirinya masih tidak menyangka jika Elvita akan mendapatkan kasih sayang justru dari orang lain. yaitu dari sahabat-sahabatnya. dan juga dari sekretaris pribadinya itu.
" semoga, kalian akan terus berada dalam pihak yang benar." gumamnya Lirih. Namun, sepertinya ucapan Elvita itu masih didengar oleh Winda. hingga membuat gadis itu segera menoleh ke arahnya.
__ADS_1
" Ibu Bos nggak usah khawatir lah, Saya pasti akan selalu setia sama ibu Bos." ucapnya tersenyum tipis. hal itu juga dibalas oleh Elvita.
tak lama berselang, ponsel milik Elvita berdering. Dengan segera wanita beranak satu itu segera mengangkatnya. yang tak lain adalah dari kedua sahabatnya.
" halo Mahmud, apa kabar gimana kondisi lo udah langsing lagi kan pasti sekarang?" tanya Cantika menggoda sahabatnya itu.
Elvita yang mendengarnya, tersenyum lebar." Ya iyalah siapa yang mau coba punya badan melar mulu. Semua wanita pasti pengen badannya singset lagi." ucapnya sedikit sombong.
Namun percayalah ucapan dari Elvita itu hanyalah gurauan Semata. Karena, di mata Elvita semua wanita itu hebat jika sudah menjadi seorang ibu. mau dia gendut, mau dia kurus, tetap saja hebat.
Itu hanyalah trik untuk menghibur diri sendiri. Karena, saat baru bangun tidur pagi tadi, Elvita lagi-lagi mendapatkan pesan singkat dari seseorang yang tidak ia kenal.
"nikmati saja waktumu dengan bayi laki laki itu. Sebelum bayi itu berpindah tangan ke orang tua yang lengkap"
Begitulah bunyi pesan yang dikirimkan oleh orang yang tidak dikenal Elvita. hal itu tentu saja membuat ibu muda itu, merasa sangat geram dan juga lelah. karena selama ini, dirinya seperti selalu diteror oleh nomor-nomor yang tidak di kenal.
" Hei kok malah ngelamun sih, Emang lagi ngelamun apa?" tanya Cantika yang melihat sahabatnya itu melamun seperti itu.
" ah Nggak kok gue nggak ngelamun," ucapnya berkilah. Namun tentu saja hal itu tidak dipercayai oleh Cantika dan juga Resti.
karena mereka tahu jika sahabatnya itu sedang ada masalah. dan Elvita bukanlah tipe-tipe orang yang dapat atau mudah menyembunyikan sesuatu.
" udah nggak usah bohong, besok kan karyawan di sini libur selama 3 hari, Gimana kalau gue ke sana aja?" tanya Resti menawarkan.
Elvita yang mendengarnya, seketika tersenyum dengan mata berbinar." boleh tuh, sekalian gue mau menghindar sama mereka." ucapnya tanpa sadar.
__ADS_1
" Nah kan gue bilang juga apa, lo itu nggak bisa kalau harus nyembunyiin sesuatu dari kita Karena lo nggak ahli dalam bidang itu." ucap Cantika.
Seketika itu pula, Elvita yang baru saja menyadari kebodohannya, hanya bisa meringis." Oh iya deh, nanti gue akan cerita sama kalian." ucapnya pasrah.
Padahal niat dari Elvita hanya untuk menutupi masalahnya saja. karena dirinya tidak ingin terlalu merepotkan kedua sahabatnya itu. namun apalah daya, karena terkadang mulutnya terlalu comel dan tidak bisa untuk memegang rahasia.
Akhirnya percakapan Mereka pun selesai. dan Elvita kembali fokus ke depan. hingga jaringan ponselnya, kembali terdengar. dengan segera, Elvita mengangkatnya. karena ternyata nomor itu dari Gio.
Dengan malas, wanita cantik itu mengangkatnya." halo ngapain sih telepon-telepon Lagi?" tanya Elvita dengan nada Ketus dan juga sinisnya.
" Halo kakak tiriku, Apakah kamu udah siap untuk menyerahkan anak kamu pada kami?" tanya Liona dengan nada angkuhnya.
hal itu tentu saja membuat Elvita yang mendengarnya, seketika Menangis Tanpa Suara. Karena dirinya benar-benar merasa lelah dengan teror demi teror yang dilakukan oleh pasangan suami istri gila ini.
Melihat bosnya yang menangis, Winda segera mengusap punggung dari Elvita. Kemudian, tanpa berpikir panjang, Gadis itu segera merebut dan mematikan ponsel itu. terdengar kurang sopan memang. Namun, Sepertinya itu lebih baik daripada bosnya ini terkena baby blues nantinya.
" Ibu tidak apa-apa,?" tanya Winda merasa khawatir. Elvita yang mendengarnya, menatap sebentar ke arah gadis itu kemudian menganggukkan kepala.
" aku nggak papa, biarkan aku tenang sebentar saja." ucapnya kembali memejamkan mata Seraya menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.
Sungguh, Elvita benar-benar merasa lelah dengan apa yang ia alami akhir-akhir ini. ingin sekali wanita itu melaporkan suami dan adik tirinya kepada pihak yang berwajib.
Namun itu urung ia lakukan karena minimnya bukti yang ada. Karena, setiap kali mereka mengirimkan ancamannya, maka akan langsung selalu dihapus. tanpa jejak.
Hal itulah yang membuat Elvita sedikit bingung dan Bimbang." Win Winda, Bagaimana caranya agar saya bisa melaporkan hal ini pada pihak yang berwajib?" tanya Elvita sedikit frustasi.
__ADS_1
Sejenak gadis itu hanya terdiam sembari memikirkan solusi yang tepat.