Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Hah, Lelucon Macam Apa Ini?


__ADS_3

Seminggu telah berlalu semenjak kejadian kisruh yang terjadi di perusahaan tempo hari. Hal itu membuat Elvita semakin merasa geram pada adik tirinya itu.


Bagaimana tidak, adik tirinya itu berani mengatainya sebagai perempuan perebut suami orang. dan itu dilakukan di tempat umum.


flashback on.


sepulang dari kantor, Ervita mengajak Winda untuk singgah dulu di mall terdekat. karena dirinya ingin membeli susu untuk baby Azriel.


Setibanya mereka di mall tersebut, Winda segera mencari susu yang diperlukan oleh anak dari Bosnya itu. Gadis itu yang mengajukan diri karena melihat Elvita sangat kepayahan.


Hingga Winda memutuskan untuk membeli susu formula seorang diri. Awalnya, Elvita telah bersikeras untuk mengarangnya. namun Gadis itu juga bersikeras untuk tetap membelikannya.


Hal itu membuat Elvita akhirnya terdiam. dirinya merasa sangat beruntung karena di dunia ini masih ada orang-orang baik yang bisa dimintai tolong.


Tak lama berselang, seseorang datang menghampirinya. yang tak lain adalah Liona. adik tiri dari Elvita itu berjalan dengan Anggun mendekati Ibu satu anak itu.


Seketika itu pula, Elvita segera berdiri Seraya bersiap. karena dirinya tahu, Apa yang akan terjadi selanjutnya. dan benar saja, drama pun dimulai.


" hiks hiks hiks, Kakak jahat. Kenapa Kakak rebut suami aku. dan sekarang, aku sudah punya anak dari suamiku Di mana hati nurani kakak?huhuhu" Liona menangis histeris.


Hal itu tentu saja membuat sebagian orang yang ada di situ, seketika itu juga mengarumuni Elvita dan juga Liona dengan wajah bingung mereka. Seketika itu, Elvita mendadak panik. dengan reflek, berdirinya Mencoba menjauh.


Namun sayangnya, tangan Liona sudah terlebih dahulu menggapai tangan Ibu satu anak itu." Kak Kakak jangan kabur, kakak harus menjelaskan semuanya. Kenapa Kakak tega melakukan ini pada." ucapnya masih dengan deraian air mata.


" Oh pelakor toh." tanya seorang pengunjung yang mulai terprovokasi dengan ucapan Liona. Elvita yang mendengarnya, hanya bisa terdiam. karena memang, dirinya tidak akan bisa menang melawan adik tirinya itu.


Sementara Liona yang memandangnya hanya tersenyum sinis. Seraya sesekali menatap ke arah Elvita dengan tatapan meremehkan.


Liona dengan segera meninggalkan tempat itu setelah dia puas mempermalukan Kakak tirinya itu. Barulah, Winda datang dengan ekspresi wajah kebingungan. Karena, dari tadi dirinya berjalan, banyak mata yang memandangnya dengan tetapan sinis.

__ADS_1


" Ada apa Ibu, Kenapa mereka memandang kita dengan tatapan sinis?" tanya Winda dengan raut wajah kebingungan.


Elvita yang mendengarnya, hanya mengolah nafas panjang. kemudian, mengajak sekretaris sekaligus asisten pribadinya itu untuk segera pergi dari sana.


Sebenarnya Winda merasa penasaran dengan apa yang terjadi. Namun, dirinya tidak mempunyai kewenangan untuk membantah atasan. dan akhirnya, Mereka pun berlalu dari sana. dengan sesekali, Winda menatap ke sekeliling.


Di mana, Di sana masih terdapat beberapa orang yang menatapnya dengan tatapan sinis. Namun dengan cepat Elvita tak menghiraukannya.


flashback off.


tak lama berselang, ponselnya pun berdering. dan dengan segera, Elvita pun mengangkatnya yang tak lain adalah dari Arvino.


Entahlah, saat ini perasaan Elvita menjadi begitu kacau. Belum reda masalah dirinya dengan Liona. Sekarang bertambah lagi dengan masalah perasaannya. Elvita menjadi begitu pusing.


Karena memang tak mengerti apa yang harus ia lakukan." Iya Ar, ada apa?" tanya Elvita dengan nada lemas.


Seketika itu pula, Arvino yang mendengarnya merasa heran. Karena Elvita tak Biasanya seperti itu." Kamu kenapa El,?" tanya Arvino.


Seketika itu pula, Arvino mengepalkan tangannya kuat karena merasa begitu emosi Apa yang dilakukan oleh Liona.


"hah, lelucon macam apa ini?! bisa-bisanya dia memutar balikan fakta seperti ini" ucapnya dengan suara tertahan.


" udahlah ar, lagi pula, apa yang harus aku lakukan? aku nggak ada bukti kok, jadi biarin aja." ucapnya Seraya menghembuskan nafasnya kasar.


" udahlah El, lebih baik kau segera urus saja perceraianmu. agar kita bisa segera menikah." ucap Arvino dengan ekspresi datarnya.


"haish, modus!" Cibirnya Seraya membuang muka. sementara Arvino yang mendengarnya, hanya terkekeh pelan.


Kemudian mereka berdua berbincang-bincang seperti biasa. dan tak terasa, waktu pun telah berlalu begitu cepat.

__ADS_1


Dua hari kemudian, setelah Elvita berfikir cukup lama, akhirnya ibu muda itu memutuskan untuk kembali ke negaranya. Karena apa yang sudah dimulai harus diakhiri dengan baik.


Elvita dengan segera mengutus Winda untuk mempersiapkan kepulangannya ke negaranya. Dan setelah semua siap, Elvita segera menggendong baby Azriel. lalu mereka berangkat hanya berdua.


Karena memang Winda tidak ikut bersama Elvita dan juga baby Azriel. Karena selain Gadis itu sudah tidak memiliki anak keluarga di negara itu, juga karena Elvita. menyerahkan bangku kekuasaan sementara pada gadis itu.


Entah apa yang dipikirkan oleh Elvita. bisa-bisanya wanita muda itu dengan gampangnya menyerahkan kepemimpinannya pada orang lain. Padahal, bisa saja mereka semua menyelewengkan jabatannya.


Untungnya, Winda Resti dan juga Cantika bukanlah tipe-tipe manusia culas seperti itu. hingga mereka tak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


Sesampainya di bandara, ternyata pasangan ibu dan anak itu telah Ditunggu oleh seseorang. senyum Elvita, seketika mengembang saat melihat orang itu.


" El kita naik pesawat pribadiku saja ya, lebih cepat itu." ucap Arvino segera menarik tangan Elvita dan membawanya masuk ke dalam pesawat pribadi milik keluarga Joy Group.


Elvita yang mendengarnya, hanya menurut saja. walaupun dalam hati wanita itu bertanya-tanya. Mengapa Arvino bisa ada di sini? Bukankah laki-laki itu sedang ada di negara lain.


" Kamu ngapain Di Sini? Bukannya kamu ada kunjungan ke negara lain?" tanya Elvita yang sudah tidak kuat dengan perasaan penasarannya.


" sengaja, memang mau menjemput kamu." ucapnya tersenyum tipis. Kemudian, meraih baby Azriel ke dalam pangkuannya.


Sementara Elvita yang mendengarnya, semakin merasa bingung. Karena seingatnya tak ada orang yang tahu jika dirinya ingin pulang ke tanah air.


" Siapa yang memberitahumu?" tanya Elvita dengan ekspresi wajah penasarannya. bukannya menjawab, Arvino malah hanya meresponnya dengan tersenyum tipis. kemudian, kembali bermain dengan bocah laki-laki itu.


Hal itu tentu saja membuat Elvita yang melihatnya, mencebikan bibirnya karena merasa begitu kesal. dan akhirnya, mereka berdua sama-sama terdiam.


Hingga satu jam kemudian, pesawat pribadi yang ditumpangi oleh Elvita dan juga Arvino, telah mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno Hatta.


Elvita segera turun dari pesawat itu. dan diikuti oleh Arvino dari belakang Seraya menggendong baby Azriel. Mereka berdua tampak begitu serasi seperti pasangan suami istri jangan begitu bahagia.

__ADS_1


Sementara baby Azriel yang berada di gendongan Arvino, hanya terdiam dengan sesekali tersenyum tipis.


__ADS_2