
Sore harinya, Elvita sudah diperbolehkan pulang. wanita cantik itu tak henti-hentinya memperlihatkan senyuman yang mengembang di bibir indahnya itu. Akhirnya, Elvita Bisa menggendong Putra kecilnya itu dengan leluasa.
Karena memang dirinya sudah dinyatakan sembuh total oleh dokter. dan jahitannya pun sudah sembuh total. hal itu yang membuat Elvita leluasa untuk bergerak.
" Seneng banget nih ye, udah bisa pulang" ucap Resti menggoda sahabatnya itu.
Elvita yang mendengarnya, hanya menyuntingkan senyuman lebar. Sementara Cantika, berada di belakang bersama Arvino.
" El lu nggak mau itu balikan sama nih laki, kalau nggak mau buat gue aja ya?" kuda Cantika Seraya menunjuk ke arah Arvino.
Elvita yang mendengarnya, menatap sekilas ke arah belakang." kalau kalian suka, ya monggo." ucapnya dengan santai.
Hal itu membuat Cantika yang mendengarnya, ketika mendengus kesal." Kalau dia mau udah dari dulu kali gue goda, Tapi sayangnya nih mantan lu itu tipe-tipe yang setia tau nggak." ucapnya Seraya menepuk bahu Arvino.
hal itu tentu saja membuat Resti yang mendengarnya, seketika terkekeh pelan." ya lagian lu ada-ada aja, godain kok laki-laki Yang tipe-tipe setia gini. ya nggak akan pernah bisa lah" ucapnya Seraya menggelengkan kepala.
" Ya siapa tahu yah khilaf Terus mau nikahin gue gitu, Kan lumayan dapat pengusaha kaya pemilik hotel di mana-mana lagi." ucap Cantika Seraya mengedipkan mata genitnya ke arah Arvino.
Hal itu membuat Resti dan juga Elvita yang mendengarnya, seketika terbahak tanpa suara." Hahaha lucu banget sih lu Cantika, tapi kayaknya lu nggak cocok deh jadi wanita penggoda gini, karena wajah dan perilaku lo itu nggak masuk." ucap Resti yang kembali melangkah.
Sementara Arvino yang mendengarnya, hanya merespon dengan ekspresi wajah datarnya. Karena, dirinya tahu jika yang katakan oleh gadis-gadis yang ada di hadapannya itu hanyalah gurauan Semata.
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya dengan keadaan sunyi kembali. mungkin para wanita itu sudah lelah untuk bergurau hingga memutuskan untuk berdiam Seraya melanjutkan langkahnya menuju parkiran mobil.
" Ar lu nggak ikut pulang ke rumah Elvita?" tanya Resti kala melihat laki-laki itu masuk ke dalam mobil pribadinya.
Arvino yang mendengarnya seketika menoleh ke arah mantan kekasihnya dan teman-temannya itu." Lain kali aja ya gue main ke rumah, gue mau nyelesaiin pekerjaan gue dulu." ucapnya kemudian menutup pintu mobil dan dengan segera melajukannya meninggalkan kawasan rumah sakit itu.
__ADS_1
Sementara Elvita yang mendengarnya, terbersit perasaan aneh yang mengganjal di hatinya. Entah mengapa, ia merasa begitu kehilangan dan juga sedih saat mendengar ucapan dari Arvino.
" nggak usah sedih, besok ya pasti datang lagi kok." ucap Resti Seraya menyenggol lengan Elvita. tentu saja hal itu membuat wanita yang baru saja menyandang predikat seorang ibu itu, melihat dengan tetapan sinisnya.
"huh, siapa juga yang perhatiin dia?" ucapnya segera masuk ke dalam mobil. Hal itu membuat Resti dan Cantika yang melihatnya. menggelengkan kepala." dasar gengsi digedein" gumamnya Seraya ikut masuk ke dalam mobil.
****
tak lama berselang, mereka bertiga Akhirnya sampai di kediaman Elvita. dengan segera Elvita turun dari dalam mobil dengan menggendong baby Azriel.
Dirinya, tampak tertegun sesaat.-saat melihat sebuah kotak berwarna pink yang diletakkan di depan pintu utama.
" siapa yang ngirim kota ini El,?" tanya Resti yang juga baru turun dari mobil.
Elvita yang mendengarnya, hanya mengedikan bahu pertanda dirinya tak mengerti." Coba lu buka Siapa tahu penting" ucap Cantika yang juga ikut menghampiri dua sahabatnya itu.
Dengan perlahan Elvita membuka kotak itu. Untung saja baby Azriel digendong dengan menggunakan gendongan kangguru. hingga membuat Elvita leluasa untuk membukanya.
" Astaga benar-benar ya adik lu itu, mau ngambil baby Azriel dengan berbagai cara" ucap Cantika Tak habis pikir.
Seketika itu pula Elvita yang mendengarnya, menjadi sedikit takut. Apalagi, keluarga Giovanni terkenal keluarga paling kaya nomor 5 di negara itu.
" Res, Can, kok gue takut ya kalau mereka merebut paksa anak ini?" tanya Elvita dengan ekspresi wajah ketakutan.
Resti dan Cantika yang mendengarnya, seketika menghela nafas panjang" itu tidak akan pernah terjadi El, karena bayi ini masih butuh ibunya" ucap Resti mencoba menenangkan sahabatnya itu.
di saat mereka sedang melamun di depan pintu rumah, terdengar suara Deru mesin mobil yang berhenti tepat di pekarangan rumahnya.
__ADS_1
Hal itu membuat Elvita dan kedua sahabatnya, menatap dengan harap-harap cemas. siapa sebenarnya pemilik mobil itu. hingga seorang laki-laki paruh baya turun dari dalam mobil.
Hal itu membuat Elvita seketika tersenyum lebar. karena dirinya berpikir jika ayahnya itu akan memberikan selamat padanya.
" papa, Papa ke sini mau lihat cucu papa?" tanya Elvita Seraya tersenyum lebar.
" tidak, Papa di sini hanya ingin menyampaikan sesuatu, berikan anakmu pada Liona dan juga Giovanni. Karena mereka yang lebih membutuhkan anakmu itu daripada kamu." jawabnya dengan enteng.
Seakan apa yang dikatakan oleh laki-laki paruh baya itu, adalah ucapan sepele." Hah maksudnya apaan? Papa mau aku nyerahin anak aku untuk mereka? Jangan harap!" sentaknya kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
Sementara Setyo yang mendengarnya, hanya bisa menatap dengan tatapan datarnya. Kemudian kembali masuk ke dalam mobil dan mengajukannya meninggalkan rumah Elvita.
****
Sementara di dalam rumah, Elvita tak henti-hentinya mengumpat kesal. namun sebelum itu, dirinya telah menaruh baby Azriel di dalam box bayi yang ada di dalam kamarnya.
" gila ya tuh orang berdua, sampai segitunya ingin merebut anak lu El, "ucap Resti Seraya mendudukkan dirinya di kursi panjang.
Dirinya tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Giovanni dan juga Liona. bisa-bisanya mereka berdua menyuruh orang lain untuk berbicara seperti itu pada Elvita.
" lebih baik, lu segera urus akte lahir baby Azriel deh. Biar mereka nggak bisa ngambil anak lu sembarangan begini." ucap Cantika memberikan usul pada Elvita.
dengan cepat, Elvita segera menghubungi seseorang guna mengurus akte lahir dari baby Azril. Setelahnya, Elvita dapat bernafas dengan lega.
" huh syukurlah, semua sudah baik-baik saja." ucapnya Seraya menghembuskan nafasnya panjang. Kemudian, menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.
tak lama berselang, pintu rumah Elvita kembali diketuk. Hal itu membuat ketiganya Saling pandang." jangan-jangan ini mereka lagi" ucap Cantika Seraya bangkit dari duduknya.
__ADS_1
" Oh ternyata elu Ar, kirain Si para manusia berhati S3t4n itu," ucapnya seraya mendegus kesal.
Hal itu tentu saja membuat Arvino yang mendengarnya, menautkan alisnya karena merasa kebingungan.