
pukul dua belas lebih lima menit, Elvita keluar dari kantin untuk menuju mobilnya Yang terparkir di depan kantornya.
" eh guys gue pergi dulu ya, nanti kalau ada meeting dadakan atau pertemuan dengan klien lain Tolong segera hubungi gue oke," Elvita berkata dengan sangat menawan.
Hal itu sempat membuat para laki-laki yang ada di sana, menatap tak berkedip ke arah wanita cantik nan Anggun itu.
Benar-benar, Elvita adalah gambaran dari wanita anggun dan cantik yang sesungguhnya. kata-katanya dan tingkah lakunya sangat menawan.
hal itu pula yang membuat Arvino sangat tergila-gila padanya. namun sayangnya, takdir jodoh tak berpihak pada mereka.
sehingga mereka, dipisahkan dalam misi hidup yang berbeda.
" cantik banget ya Allah," gumam salah satu dari mereka.
" yes ini sih definisi dari bidadari yang turun dari kayangan," sahut yang lainnya. Mereka tampak tak berkedip menatap ke arah wanita yang tak lain adalah atasan mereka sendiri.
****
" oke itu beres El, Nanti kalau Pak Abimanyu datang, kita akan segera langsung hubungi lu," ucap Resti tersenyum tipis.
Elvita yang mendengarnya mengganggukkan kepala dan segera melangkahkan kalinya menuju menuju ke parkiran mobil.
" siang Bu Elvita," siapa security yang ada di sana dengan senyuman ramahnya.
Elvita yang mendengarnya tersenyum tipis dan mengganggu kecil." siang pak, bisa tolong keluarkan mobil saya,?" tanya wanita cantik itu.
dengan segera, security yang bernama Adam itu, segera melaksanakan perintah dari atasannya itu.
" Terima kasih ya Pak, ini buat bapak," ucapnya Seraya memberikan uang berwarna biru pada laki-laki paruh baya itu.
Pak Adam yang mendapati bosnya Hendak memberikan uang itu padanya, seketika menggelengkan kepala." nggak usah Bu terima kasih" Ucap pak Adam.
" Nggak papa kok pak, ini buat istri dan anaknya. Siapa tahu bermanfaat," ucap Elvita Seraya memasukkan uang tersebut ke dalam saku kantong milik laki-laki paruh baya itu.
dan dengan segera wanita cantik itu, segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menjauh dari tempat itu.
dirinya tidak ingin Pak Adam sampai mengembalikan uangnya seperti tempo hari.
ya Elvita adalah sosok bos yang sangat Royal dengan karyawannya. Bahkan, dirinya sering membantu karyawan-karyawan yang memiliki masalah ekonomi seperti Pak Adam ini.
__ADS_1
Bahkan syarat untuk menjadi karyawan di sini adalah tidak boleh menolak pemberian dari bosnya dan harus menerimanya.
itulah yang membuat, Elvita disukai oleh semua karyawannya. Bahkan dia menjadi idola bagi para kaum Adam.
Ya begitulah Elvita. wanita cantik itu memang tidak akan pernah merasa tega melihat orang lain menderita.
karena dirinya tahu, Bagaimana rasanya tidak diberi makan. karena dulu, dirinya sering mengalami hal itu.
ya walaupun, hal itu tidak secara langsung diperbuat oleh ibu tirinya. karena Bu Ratna, menyuruh asisten rumah tangganya untuk tidak memberi makan pada Elvita kecil.
sebagai bentuk hukuman, karena gadis kecil itu, telah mengadukan kelakuannya pada sang ayah.
Sejak saat itu, Evita bertekad akan memberikan berapapun uang yang ia miliki untuk membantu sesama. Karena rasa Kelaparan itu tidak enak.
karena sedang melamun, Elvita sampai tak menyadari jika dirinya sedari tadi, diperhatikan oleh seseorang yang menatapnya dengan tatapan sendu.
" kau memang semakin cantik," gumam orang itu Seraya menghela nafas panjang.
tiba-tiba saja, bunda orang itu ditepuk dari samping oleh temannya." Kenapa lu Ar,?" tanya salah satu dari mereka.
" nggak papa," jawabnya cuek kemudian melajukan mobilnya malasat jauh.
"Pasti lo lagi lihatin Mantan Terindah lo kan,? tanya Yogi Seraya menaik turunkan alisnya.
" Halah lu nggak usah bohong deh, kita semua tahu kalau lu sama Elvita itu saling mencintai, cuman nasib lu aja yang kurang beruntung." ucap Yogi Seraya terkekeh pelan.
hal itu sontak saja membuat Arvino diam seketika. karena memang benar, apa yang dikatakan oleh Yogi.
" bro, Kenapa lu nggak coba minta penjelasan dari Elvita aja,?" tanya Bramasta.
Hal itu membuat arvino menghela nafas panjang. " semuanya udah jelas kali Bram, dia itu nggak bisa menolak keinginan papanya." ucap Arvino.
" loe yakin,?" tanya Bramasta pada temanya itu. Hal itu seketika membuat Arvino menoleh.
" maksud loe,?"tanya laki laki itu yang sedikit tak faham apa yang di ucapkan sahabatnya itu.
gue yakin, kalau Elvita itu menikah dengan Giovanni itu, pasti ada alasan kuatnya. Nggak mungkin seorang Elvita mau menerima perjodohan itu dengan mudah jika yidak ada apa apa," jelaS Bramasta.
hal itu sejenak membuat Arvino terdiam. Karena apa yang di katakan oleh sahabatnya itu ada benarnya.
__ADS_1
Apakah ada unsur pengancaman, ataukah murni pengqntin pengganti, entahlah. Yang jelas, apakah Arvino akan meminta penjelasan,ataukah mencari tau sendiri.
tapi untuk apa ia mencari tahu, contoh dirinya dan Elvita sudah tak ber jodoh,?" pikirnya.
namun memang tak bisa dipungkiri, jika rasa itu bukannya menghilang, Malah semakin menggunung. dan sepertinya, Arvino sangat sulit Mencari Pengganti.
*******
tak terasa, mobil yang dikendarainya telah sampai di depan sebuah perusahaan IT yang cukup terkenal di kota ini.
dengan segera wanita cantik itu, segera turun dari mobil dan menuju ke meja resepsionis.
seorang wanita hitam manis, menyambutnya dengan ramah." Maaf nyonya, lagu ini siapa,?" tanya wanita berkulit eksotis itu.
Elvita yang mendengarnya, tersenyum tipis." Saya mau bertemu dengan Pak Gio. beliaunya ada,?" tanya Elvita dengan sopan.
" Oh ada istrinya pak Gio ya, Silakan masuk saja beliau sudah menunggu Anda dari tadi," ucapnya dengan sopan.
Elvita yang mendengarnya mengangguk kepala dan segera berjalan menuju ruangan sang suami. di sepanjang perjalanan, wanita cantik itu menjadi pusat perhatian dari beberapa karyawan yang berpapasan dengannya.
" cantik banget sih Anggun lagi," bisik salah satu karyawan pada temanya.
" Iya cantik sekali, lebih cantik dari kekasihnya yang dulu," Timpal yang lainnya.
Elvita yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis. dengan segera, wanita cantik itu masuk ke dalam kotak besi.
dengan perlahan, kotak besi itu, merangkak naik membawa tubuh Elvita hingga ke lantai atas. lantai di mana tempat Gio berada.
Tring
suara pintu lift segera terbuka dan dengan segera Elvita keluar dan menuju ke ruang laki-laki yang telah menjadi suaminya itu.
" Bu Evita ya," sapa seorang wanita yang menghampirinya mengenakan setelan jas dan celana jeans.
Elvita yang mendengarnya, hanya menganggap saja." Mari saya antar," ucapnya Seraya tersenyum tipis.
tok tok tok
pintu diketuk oleh wanita yang bername tag Nella itu.
__ADS_1
" masuk," ucap dari dalam.sana. Dan dengan segera, wanita cantik itu masuk.
jangan lupa tinggalkan jejak guys