Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
Tidak Mungkin


__ADS_3

Saat ini, Elvita Tengah berada di bandara. karena memang,, rencananya wanita itu akan kembali ke negaranya untuk mengurus semua pekerjaannya yang sempat terbengkalai akibat acara" bertamu" itu.


" El lu hati-hati ya, jangan lupa kabari kami kalau lu udah sampai sana." ucap Resti Seraya memeluk tubuh sahabatnya itu. Kemudian menggendong sebentar baby Azriel.


Begitupun dengan Cantika, wanita itu juga mengikuti langkah Resti yang memeluk tubuh Elvita juga menggendong bayi menggemaskan itu.


Elvita yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis kemudian menganggukkan kepala. Setelahnya, wanita beranak satu itu, segera memasuki jet pribadi milik Arvino.


Karena memang laki-laki itu ingin mengantarkan wanita yang masih menempati Tahta tertinggi di hatinya sampai saat ini.


" sini biar baby Azriel sama aku." ucap laki-laki itu Seraya merentangkan tangannya ke arah Elvita. Hal itu membuat wanita cantik itu segera menyerahkan baby Azriel.


Kemudian, dirinya duduk di samping Arvino yang tengah bermain dengan baby Azriel itu." sebenarnya, kamu nggak usah nganterin aku sampai seperti ini." ucapnya Seraya menatap ke arah laki-laki itu.


" Memangnya kenapa, lagi pula aku tak merasa keberatan Untuk mengantarmu." ucapnya sekilas mendunga menatap Elvita. dan setelahnya, kembali difokuskan dengan bermain bersama bayi laki-laki menggemaskan itu.


Mendengar ucapan dari Arvino, membuat Elvita menghembuskan nafasnya kasar." Aku hanya tidak ingin disalahkan oleh keluargamu" ucapnya dengan lirih. Seraya menundukkan kepala.


Arvino yang mendengar itu, segera mengelus pundak Elvita. kemudian, mengulas senyum tipis." tidak akan ada yang berani mengganggumu, termasuk keluargaku." ucapnya dengan ekspresi wajah serius.


tak lama berselang, pesawat pribadi yang membawa mereka, kini telah berada di bandara internasional negara itu. dan dengan segera, Elvita turun dari pesawat itu.


" sudah sampai sini aja," ucap Elvita Seraya menatap dan tersenyum tipis ke arah Arvino. Hal itu seketika membuat Arvino yang mendengarnya, menggiling dengan pelan.


" tidak, sampai kapanpun, aku akan tetap mengikutimu. karena aku akan menjagamu." ucapnya dengan tersenyum tipis.


Hal itu membuat Elvita yang mendengarnya, seketika terdiam. percuma dirinya berdebar dengan laki-laki yang memiliki sifat keras kepala seperti Arvino. karena sampai kapanpun, dirinya tidak akan pernah memenangkan perdebatan itu.


Akhirnya, Elvita memilih untuk berdiam diri. dengan segera berjalan menuju ke arah mobil. yang memang telah bertengger di depan bandara. dan setelahnya, terlihat Winda keluar dari dalam mobil itu.

__ADS_1


"huh, Saya kira Ibu masih lama berada di sana." ucap Winda dengan tersenyum kecil. hal itu tentu saja membuat Elvita yang mendengarnya, seketika menautkan alis karena merasa bingung.


" Memangnya ada apa, apa ada masalah?" tanya wanita beranak satu itu.


Winda yang mendengarnya, menggelengkan kepala Seraya menyunggingkan senyum kecilnya." tidak ada Bu, saya hanya merasa kewalahan karena menghadapi klien dan investor yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kita." ucapnya dengan masih menyunggingkan senyuman.


Hal itu membuat Elvita yang mendengarnya, seketika terkekeh pelan." kirain ada apa, kamu itu buat saya terkejut saja." ucapnya Seraya masuk ke dalam mobil.


Diikuti oleh mobil Arvino dan juga motor Revan dan Kenzie yang berada di belakang kendaraan mereka. tak lama berselang, mobil yang membawa mereka, telah sampai di kediaman milik Elvita.


Dengan segera, Elvita dan Winda keluar dari dalam mobil. dan segera menghampiri Arvino dan juga yang lainnya.


"aku sudah sampai kan, sekarang, kamu boleh pulang," ucap Elvita mengusir secara halus. hal itu tentu saja membuat Arvino yang mendengarnya, menaikkan satu alisnya.


" kau mengusirku?" tanya laki-laki itu Seraya menatap lekat ke arah Elvita. hal itu tentu saja membuat Elvita yang melihatnya, seketika menghembuskan nafasnya kasar.


" Terserah kamu saja, jika nanti terjadi apa-apa dengan kamu, Tolong jangan salahkan aku." ucap Elvita syarat akan makna.


" tidak perlu, Aku tidak ingin membuat suasana menjadi tambah kacau." ucap Elvita Seraya menggelengkan kepala.


Setelah mengalami drama perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Arvino memutuskan untuk pergi saja dari sana. kali ini, laki-laki Tampan itu tidak ingin berdebat dengan Elvita.


Setelah semua aman, Elvita segera masuk ke dalam rumah. sementara Winda masih berada di ruang tamu. menunggu Elvita menidurkan baby Azriel.


" jadi, bagaimana semuanya?" tanya Ervita Seraya duduk di samping Winda. dengan segera, gadis itu menyerahkan map berwarna biru kepada Elvita.


" silakan dicek Bu, Apakah sudah sesuai atau belum?" tanya Winda Seraya membuka map berwarna biru itu.


Dengan segera, Elvita membuka dan memeriksa semua laporan yang ada di sana. Elvita manggut-manggut setelah membaca laporan-laporan itu.

__ADS_1


" ternyata, kamu memang bisa diandalkan ya." ucap Elvita tersenyum tipis." ke depannya, saya pastikan akan memakai jasa kamu saat saya sedang berada di negara kelahiran saya." ucapnya tersenyum tipis.


Winda yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. Seraya sesekali menyonggingkan senyuman tipisnya.


Setelah selesai berbincang-bincang, Winda memutuskan untuk undur diri dari hadapan Atasannya itu. Kemudian langkah keluar dari rumah itu. dan setelah kepergian Winda, Elvita segera masuk ke dalam kamar. di mana, sang anak Tengah tertidur pulas.


Tak terasa, setelah memejamkan mata, akhirnya Elvita tertidur pulas. karena memang, dirinya begitu sangat kelelahan.


Satu bulan kemudian,..


Pagi ini, Elvita merasakan tubuhnya begitu lemas. Kemudian, dengan perlahan-lahan, wanita itu mengecap-ngecapkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya.


" Aduh badanku kok lemes banget ya," ucapnya Seraya menyentuh kepalanya yang terasa berdenyut itu.


Namun, sekuat tenaga Elvita ingin bangun dari tempat tidur. Karena, wanita itu merasakan kerongkongannya begitu kering.


Setelah bersusah payah mengambil gelas yang ada di atas nakas itu, Elvita segera meminumnya. Namun, baru dua tegukan yang mengalir dari kerongkongannya, seketika itu pula, Elvita segera bangkit dan langsung berlari menuju ke kamar mandi.


Hoek,.. hoek,.. Hoek,..


Elvita mengeluarkan semua isi perutnya. Entah mengapa, wanita itu merasa perutnya seakan diaduk-aduk dari dalam hingga membuatnya tak kuasa menahan mual yang mendera tubuhnya.


Setelah semuanya selesai, Elvita segera berjalan dengan lunglai menuju ke ranjang. kemudian dengan segera, Elvita bersandar di kepala ranjang.


"hais, kenapa aku bisa mual-mual seperti ini?" tanya Elvita pada dirinya sendiri. hingga tak sengaja, matanya menyipit saat menangkap sesuatu.


Sesuatu yang membuat Elvita seketika membulatkan kedua matanya. nafasnya terasa tersengal.


" nggak, itu nggak mungkin," Elvita bergumam pada diri sendiri. hingga matanya kembali menangkap benda pipih berwarna putih itu.

__ADS_1


Dengan tubuh gemetar, Elvita segera meraih benda itu, kemudian berjalan ke kamar mandi.


__ADS_2