
hari ini, Tepat satu minggu Elvita berada di negaranya. dan kini, wanita beranak satu itu memutuskan untuk kembali ke negaranya. karena memang, di sana dia juga dibutuhkan.
" Res, Can, gue mau kembali ke negara gue ya, kasihan Winda ngurusin semuanya sendiri." ucap Elvita Seraya memasukkan baju ke dalam kopernya.
" huh Kenapa sih lu nggak mau balik aja ke sini, di sini perusahaan lu kan lebih berkembang lebih maju." ucap Cantika Seraya menggendong Baby Azriel.
sontak saja perkataan Cantika itu, membuat pergerakan Elvita seketika berhenti. Kemudian, menatap ke arah kedua sahabatnya itu secara bergantian." ya Lu tau sendiri kan, alasan gue pindah ketuk kenapa?" tanya Evita Seraya menghela nafas panjang.
" huh sebenarnya lu itu nggak usah kabur deh. Apalagi, di sini itu banyak orang yang akan jagain kalian. jadi, lu nggak usah khawatir" ucap Resti Seraya Manggala nafas panjang.
Elvita yang mendengarnya, ikut menghela nafas panjang." Gue merasa belum siap aja, jika harus berdampingan dengan Liona dan juga Mas Gio Gue merasa belum sanggup." ucapnya Seraya mengambil alih baby Azriel dalam gendongan teman-temannya.
Resti dan Cantika yang mendengarnya seketika Saling pandang. tatkala mendengar ucapan dari sahabatnya itu. " hais, lo itu terpelajar punya perusahaan sendiri, Terus kenapa lu takut? dasar aneh!" cibir Resti Seraya melirik sinis ke arah Elvita.
kalau kita yang mendengarnya, menghembuskan nafasnya kasar." entahlah, tapi gue punya feeling kalau gue akan kalah menghadapi mereka jika masih berada di sini." ucapnya Seraya menimang-nimang baby Azriel yang memang ingin tertidur.
Tok tok tok
saat mereka telah berbincang-bincang, terdengar suara ketukan dari arah luar. hal itu membuat mereka bertiga segera menghampiri sumber suara itu.
"hais, pasti ini Mantan terindah loe El," ucap Resti menggoda sahabatnya itu.
Sementara Elvita yang mendengarnya, hanya terdiam Seraya tangannya sibuk untuk membuka pintu itu.
Ceklek
Begitu pintu dibuka, Elvita sangat terkejut karena ternyata bukan Arvino yang datang. melainkan, Liona dan juga Giovanni. hal itu tentu saja membuat Elvita yang melihatnya, ketika memutar bola mata malas. karena dirinya yakin, sebentar lagi pasti akan ada drama yang entah ke berapa episode.
" mau apa kalian ke sini?!" tanya Elvita sedikit Ketus menatap ke arah pasangan suami istri yang ada di hadapannya itu.
__ADS_1
" kata Liona, kalian kemarin bertemu dan melabrak dia kan?" tiba-tiba saja, tak ada angin dan tak ada hujan, Giovanni memberondong Elvita dengan pertanyaan tersebut.
hal itu tentu saja membuat Elvita dan kedua sahabatnya yang mendengarnya, seketika Saling pandang." drama macam apa ini?" tanyanya Seraya menggelengkan kepala.
" Kak Elvita, Kakak nggak usah bohong deh. kemarin kakak kan yang menuduh Aku Selingkuh?" Tanya Liona Seraya memasang wajah melas hampir menangis.
Elvita yang mendengarnya, seketika itu membulatkan matanya karena merasa sikap adik tirinya ini, sudah sangat keterlaluan.
" kamu percaya sama istri kamu Mas?" tanya Elvita Seraya terkekeh pelan.
hal itu tentu saja membuat Giovanni seketika menatap tajam ke arah wanita yang memang masih menjadi istrinya itu." jelas aku percaya Karena dia adalah istri kesayanganku" ucapnya dengan nada menggelegar.
hal itu sukses membuat baby Azriel yang berada di gendongan Elvita, seketika menangis dengan kencang karena merasa terkejut.
Oeeek,..... Oeeeek,.... Oeeekkkk,....
Tangis baby Azril, seketika itu pula pecah memenuhi ruang keluarga itu. hal itu sontak membuat Elvita yang melihatnya, segera menggendong dan menimang-nimang bayi mungil itu. hingga membuat bocah laki-laki berusia 3 bulan itu, seketika terdiam kemudian kembali tertidur pulas.
Hal itu membuat Resti dan Cantika yang mendengarnya, seketika menganggukkan kepala. karena mereka tahu, jika sahabatnya itu sudah berkata dengan suara tegas, itu berarti Elvita sedang menahan emosi Yang meluap.
Setelah kepergian kedua sahabatnya itu menuju ke kamar, barulah Elvita menatap tajam ke arah dua orang yang begitu memuakkan yang berdiri di hadapannya itu.
"huh, gue nggak ngerti lagi deh sama kalian. maksud kalian itu apa, masih belum bisa move on?" tanya Elvita menyindir Soraya menatap sinis ke arah kedua orang itu.
Liona yang mendengarnya, seketika menatap ke arah Giovanni seakan ingin meminta pertolongan. Giovanni yang melihatnya, segera merengkuh pinggang wanita itu.
" kita hanya mau memperingati kamu. Jangan pernah kamu menghasut aku untuk membenci istriku sendiri." ucapnya Seraya terlalu dari sana.
hal itu sukses membuat Elvita seketika ternganga dengan ucapan laki-laki itu."hah, Sejak kapan aku mempengaruhi dia?" tanya Elvita Soraya memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.
__ADS_1
"Dasar suami istri sarap bisa-bisanya mereka menuduhku dan mengkambing hitamkan aku untuk mencapai tujuan mereka." Gumam Elvita seraya berjalan kearah kamar di mana, putra tunggalnya berada.
" kenapa Kusut banget?" tanya Resti Seraya menatap ke arah Elvita. namun bukannya menjawab, Elvita semakin mendumel.
" kenapa ditanya Malah semakin mendumel,?" tanya Cantika yang merasa kebingungan dengan tingkah sahabatnya itu.
Dengan segera, Elvita bangkit dari duduknya kemudian berdiri tepat di depan dua sahabatnya itu." gue mau ke tempat Giovanni dulu" ucapnya Seraya melenggang pergi.
" mau ngapain,?" tanya Resti Seraya menarik tangan Elvita. Hal itu membuat Elvita seketika menoleh ke arah belakang.
" mau nyerahin surat ini." ucap Elvita Soraya mengangkat sebuah surat yang dibalut dengan amplop berwarna coklat.
"jangan bilang kalau lu,..." belum sempat Resti melanjutkan ucapannya, Elvita sudah menganggukkan kepala. menandakan jika itu benar.
" Iya sebenarnya gue udah Ngurus ini dari lama." ucapnya tersenyum simpul." kalau gitu, gue titip anak gue ya" ucap Elvita Seraya menatap Resti dan Cantika secara bergantian.
*****
Elvita kini telah berada di depan perusahaan milik Giovanni. dan dengan menghirup udara sebanyak mungkin, membuat Elvita sedikit merasa tenang.
Dengan segera, wanita cantik nan Anggun itu berjalan memasuki perusahaan laki-laki yang masih berstatus sebagai suaminya itu.
" huh Semoga gue kuat. kuat dalam menghadapi sikap aneh laki-laki ini." ucapnya dengan menghela nafas panjang.
seakan wanita itu tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. dengan langkah melambat, Elvita menghampiri bicara resepsionis yang ada di hadapannya itu.
" permisi, Saya mau menemui Tuan Gio." ujar Elvita Seraya tersenyum ramah.
dengan segera, Nona resepsionis itu menunjukkan letak ruangan Giovanni. dengan segera, Elvita Melangkah dengan anggunnya. Sesampainya di depan ruangan itu, Elvita segera masuk dan segera menyerahkan amplop coklat itu.
__ADS_1
" ini adalah surat perpisahan kita." ucapnya Seraya berbalik arah ingin melangkah pergi. Namun, dengan segera Giovanni menarik tangan Elvita.
" Tolong jangan pernah lakukan ini!" ungkapnya Seraya memeluk tubuh Elvita dari belakang. karena memang, posisi Elvita saat ini tengah duduk di pangkuan Giovanni.