Pengantin Pengganti Adik Tiri

Pengantin Pengganti Adik Tiri
semakin digoda


__ADS_3

Elvita dan Winda, kini telah berada di pekarangan rumah sakit itu. dirinya tampak mengernyit heran ketika melihat sebuah mobil tampak berhenti di depan mobilnya dan Menghadang mobilnya.


" Hais siapa sih yang parkir mobil sembarangan di sini,?" tanya Elvita Seraya menggerutu. sementara sang asisten, berusaha untuk mengeluarkan mobilnya.


Namun sepertinya usaha Winda akan sia-sia belaka. karena bukannya sedikit menjauh, mobil itu malah semakin maju membuat ruang gerak mobil Elvita semakin sempit saja.


dengan gram Elvita menghampiri pengemudi yang ada di dalam mobil itu' akan memberikan pelajaran pada manusia yang berlaku Seenaknya saja itu.


" Hei keluar Kau!" serunya Seraya berkacak pinggang. Hal itu membuat sebagian orang yang melintas di sana, sebentar menoleh ke arah Elvita.


Namun, sepertinya wanita hamil itu tak memperdulikan dan tak menghiraukan tatapan dari para pengunjung itu. Dirinya masih saja berkacak pinggang Seraya sekali menggebret dashboard mobil.


" surprise!!" teriak seseorang di dalam mobil itu. entah saja, hal itu membuat Elvita terkejut bukan kepalang.


Di mana, saat ini di hadapannya telah berdiri dua sosok orang yang sangat dia Kagumi dan rindukan beberapa hari ini.


" Resti! Cantika!" teriaknya tanpa sadar. hal itu tentu saja membuat dirinya kembali menjadi sorotan dan menjadi pusat perhatian. Bahkan bukan hanya pengunjung yang ada di sana, melainkan para dokter dan suster yang baru saja lewat.


Mereka kompak menggelengkan kepala Seraya tersenyum tipis. seakan Tengah melihat sesuatu yang menggelitik perut mereka.


hal itu tentu saja membuat Elvita sedikit malu. wajahnya seketika merah bak kepiting rebus. Namun, sebisa mungkin dirinya mencoba menghalau perasaan malunya itu.


Kemudian Elvita mengajak kedua sahabatnya untuk mencari tempat mengobrol yang enak." Eh gimana kalau kita ke Cafe itu?" tunjuknya pada sebuah cafe yang tidak jauh dari rumah sakit ini.


Mendengar hal itu Cantika dan juga Resti hanya mengangguk saja. kemudian mereka masuk ke dalam mobilnya kembali dan melajukannya meninggalkan area Rumah Sakit tersebut.


Begitupun dengan Elvita. wanita hamil itu pun juga ikut masuk ke dalam mobilnya sendiri diikuti oleh Winda sang sekretaris sekaligus asisten pribadinya. dan setelahnya melajukan mobil itu mengikuti jejak kedua sahabatnya.


tanpa disadari, ada seseorang yang menatap kepergian Elvita dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan." Aku tidak akan pernah melepaskan apa yang dulu pernah menjadi milikku" gumamnya Seraya terlalu dari sana.


******

__ADS_1


Sementara itu Elvita dan kedua sahabatnya beserta asisten pribadinya, telah sampai di Cafe yang mereka kehendaki itu.


Elvita yang baru saja sampai dan turun dari mobil miliknya, segera ditarik oleh kedua sahabatnya untuk masuk ke dalam kafe itu. sementara Winda, gadis berusia 19 tahun itu mengikuti di belakang bosnya.


Sesampainya di dalam Cafe, Elvita dan kedua sahabatnya segera duduk di tempat yang telah mereka pesan. dan hal itu disusul oleh Winda.


" Oh astaga gue baru ingat! dia siapa?" tanya Cantika Seraya menunjuk ke arah Winda.


Elvita yang juga baru tersadar, menepuk keningnya sendiri karena merasa lupa dengan asisten pribadinya itu." Astaga gue juga lupa ngenalin dia pada kalian. dia Winda asisten pribadi sekaligus sekretaris gue di kantor" ucapnya Seraya menunjukkan ke arah gadis itu.


Winda yang tengah diperkenalkan itu, menganggukkan kepala seraya tersenyum tipis. kemudian bergantian menyalami kedua teman Bosnya itu.


"eh, ngomong-ngomong kalian ke sini Sejak kapan?" tanya Elvita Seraya menatap kedua sahabatnya itu secara bergantian.


Resti yang mendengarnya. tersenyum tipis." sebenarnya kita ke sini dari kemarin" ucapnya.


Hal itu membuat Elvita yang mendengarnya seketika mengerutkan keningnya." berarti kalian ikutin gue dong?" tanyanya dengan ekspresi wajah menyelidik.


Takut, jika kedua sahabatnya itu mengetahui jika dirinya sebenarnya saling bertemu dengan mantan kekasihnya.


" Kenapa lu kayak ketakutan gitu?" tanya Resti sedikit menggoda. karena sebenarnya gadis tahu apa yang dilakukan oleh Elvita akhir-akhir ini.


Elvita yang mendengarnya, sontak saja menjadi gelagapan." Enggak kok enggak kenapa-napa" ucapnya Seraya menghindari tatapan dari kedua sahabatnya itu.


Jangan sampai, dirinya ketahuan dan semakin digoda oleh kedua sahabatnya itu namun, tiba seseorang datang menghambari mereka.


" halo, kita bertemu lagi di sini." ucapnya Seraya menggeret kursi. hal itu tentu saja membuat keempat gadis itu, seketika mendengar menatap si pemilik suara.


Deg


Gluk

__ADS_1


seketika itu pula jantung Elvita berdetak begitu kencang. wajahnya seketika pucat pasi seperti orang yang baru saja melihat dari dunia lain.


Elvita pun, dengan susah payah menelan salivanya. dirinya takut jika Arvino akan membongkar semuanya.


" Pak Arvino kok ada di sini?" tanya Resti yang terkejut karena melihat mantan kekasih sahabatnya itu telah berada di hadapannya.


Entah itu benar-benar terkejut atau hanya pura-pura terkejut saja. karena dari ekspresinya sepertinya mereka berdua sudah mengetahui hal itu.


" Oh saya baru saja menjalani dan menandatangani kontrak dengan sahabatmu itu." ucapnya Seraya duduk di tepat di hadapan Elvita.


"oh, kontrak menjadi suami ya pak." tiba-tiba saja Cantika bersuara dengan menggoda laki-laki muda itu.


Seketika itu pula, Elvita yang mendengarnya, menjadi semakin was-was. Karena sepertinya memang kedua sahabatnya itu sudah mengetahui jika dirinya diantar oleh Arvino hingga ke rumah sakit.


"emm kamu bilang aja deh sama sahabatmu itu mau nggak aku nikahin." ucap Arvino Seraya tersenyum ke arah Elvita


hal itu semakin lambat kedua sahabatnya, semangat menggoda Elvita." cie cie, sepertinya akan ada perubahan status nih." Resti menyenggol lengan Elvita.


Sementara Elvita yang mendengarnya, menatap tajam ke arah sahabatnya itu." Ngaco aja! gue belum ditalak ya sama mas Giovanni" ucapnya sedikit Ketus.


Sebenarnya, niat Elvita bukan untuk menyakiti hati laki-laki itu. dirinya hanya berniat ingin membuat kedua sahabatnya itu sedikit diam.


Namun, tanggapan dari laki-laki itu sungguh di luar dugaan Elvita. karena dengan cepat, Arvino bangkit dari duduknya.


hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, terperanjat kaget. Terutama Elvita. Gadis itu merasa bersalah dengan ucapannya.


Padahal, Apa yang dikatakan oleh Elvita itu memang ada benarnya. karena Dirinya belum ditalak oleh suaminya. dan otomatis secara hukum dan agama dirinya masih menjadi istri laki-laki itu.


Setelahnya, Arvino melenggang pergi dengan ekspresi wajah yang mengeras menahan amarah. sesaat sebelum benar-benar pergi, dirinya menyempatkan untuk melirik ke arah mantan kekasihnya itu.


Elvita yang menyadari hal itu segera menundukkan kepala. seketika rasa percayanya pun menyeruak masuk ke dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2