
Sore harinya, Elvita dan kedua sahabatnya memutuskan untuk segera pulang ke rumah. Karena Wanita itu takut, jika sang suami akan menaruh curiga padanya.
di sepanjang perjalanan, mata Elvita seakan berbinar saat melihat pedagang kaki lima yang berserakan di sepanjang jalan itu.
" kau mau makan apa El,?" tanya Resti saat melihat sikap aneh yang ditunjukkan oleh sahabatnya itu.
seketika itu pula, Elvita segera menoleh ke arah Resti dengan tatapan mata Sendu." gue pengen manisan mangga itu deh Res Pasti enak banget," ucapnya Seraya melihat ke arah pedagang manisan mangga.
Resti dan Cantika yang mendengarnya, sama-sama Saling pandang. mereka merasa, ada yang aneh dalam diri sahabatnya itu.
" kalau lu mau, kita bisa beliin kok nggak usah nangis kali" ucap Resti Seraya menepikan mobilnya ke tempat yang sepi.
Elvita yang mendengarnya, menghela nafas panjang." Entahlah, kenapa gue jadi Mellow gini ya?" tanyanya memasang wajah keheranan.
Hal itu membuat Resti dan Cantika, seketika Saling pandang. karena tingkah sahabat mereka ini, memang benar-benar aneh.
tapi mereka memilih untuk diam saja. karena mereka pernah membaca, jika ibu hamil itu moodyan.
jadi jangan sampai mereka terkena imbas akibat ibu hamil yang emosinya sering naik turun.
" Ya udah kalau gitu, biar gue aja yang beliin" ucap Resti Seraya mau membuka pintu. namun langkahnya tertahan saat mendengar ucapan dari Elvita.
" Sekalian beliin es krim abang-abang itu ya," ucap Elvita Seraya menunjuk ke arah seorang pedagang es krim keliling.
sejenak Resti terdiam. merasa heran karena, Baru kali ini Elvita mau makan di tempat yang seperti ini. lo Yakin mau makan itu,?" tanya wanita itu Seraya menatap wajah sahabatnya dengan ekspresi wajah tak percaya.
Elvita yang mendengarnya menganggukkan kepala." Iya gue yakin udah lu beliin ya, rasanya gue mau makan banyak banget di hari ini, cuacanya panas banget soalnya," keluhnya Seraya mencegah keringat yang ada di dahi.
hal itu semakin membuat Cantika dan Resti yang melihatnya, semakin merasa aneh. karena, tidak biasanya wanita di hadapannya itu berlaku seperti itu.
" Ya udah lu tunggu sini ya" ucapnya Seraya bergegas membuka pintu dan melangkahkan kakinya menuju tempat yang diminta oleh Elvita.
__ADS_1
tak lama berselang, setelah 15 menit kemudian Resti datang dengan membawa dua kantong plastik berukuran sedang.
" nih buat lo, makan yang banyak ya biar ponakan gue sehat." ucapnya seraya meletakkan kantong plastik di kursi kemudi.
mata Elvita seketika berbinar. selayaknya seorang anak kecil yang baru mendapatkan makanan yang ia cari.
" Wah makasih ya," ucapnya girang Seraya langsung menyambar sekotak asinan buah dan satu cup es krim keliling itu.
dengan lahapnya, Elvita menikmati makanan itu. bahkan wanita cantik itu, tak memperdulikan tatapan tak menyangka yang dilayangkan oleh kedua sahabatnya.
mereka benar-benar terdiam saat melihat Elvita menikmati semua makanan itu. keduanya Sempat berpikir, apa semua wanita hamil akan mengalami hal seperti itu,? tiba-tiba saja tengkuk Resti meremang.
seperti seseorang yang baru saja melihat makhluk halus. karena melihat tingkah Elvita yang begitu amazing menurut mereka.
" Eh iya gue sampai lupa," ucap Elvita Seraya menatap kedua sahabatnya itu secara bergantian.
Hal itu membuat Resti dan Cantika, memasang wajah tegangnya. mereka berpikir, sahabatnya itu akan meminta hal yang menurut mereka aneh lagi.
" kenapa?" tanya Cantika dengan raut wajah tegangnya.
ketika itu pula, Resti dan Cantika menghela nafas lega. karena mereka pikir, wanita di hadapan mereka itu akan meminta hal yang aneh lagi. Namun ternyata tidak.
" nggak usah El Lu kan tahu sendiri Gue nggak suka sama asinan," ucap Resti Seraya mendorong pelan kotak makanan itu.
" Iya El lo makannya banyak aja biar bayi lu sehat," ucap Cantika menimpali.
dan akhirnya, Elvita melanjutkan makannya tanpa melihat ke arah Lesti dan Cantika. Hal itu membuat mereka melongo.
karena memang tingkah sahabatnya itu ada yang aneh dan tak seperti biasanya. namun mereka memutuskan untuk diam.
dengan segera, Resti melajukan kembali kendaraan roda empatnya itu. dan tak berapa lama, mereka semua telah sampai di depan gerbang rumah Elvita.
__ADS_1
dengan segera wanita cantik itu turun dari mobil mewah itu." Res lu bisa bawa mobil gue kok, tapi besok lu jemput gue ya" pinta wanita itu Seraya sedikit menunduk.
Hal itu membuat Resti, sedikit terpana." lu yakin mau masuk ke kantor besok? dan lu juga yakin mobil gue bawa, lu nggak takut gitu mobil lu gue jual?" tanya wanita itu menggoda Elvita.
Elvita yang mendengarnya seketika mendunggus kesal." kalau lu mau nyulik, udah dari dulu kali. gue nggak pernah ngelarang lo buat ambil barang gue" ucapnya sewot.
sontak saja, hal itu membuat Resti dan Cantika seketika tertawa terbahak-bahak." Hahaha Iya gue hanya bercanda kok," ucapnya Seraya masih tertawa.
Hal itu membuat Elvita yang mendengarnya, memutar bola mata malas." udah kalian sana" ucapnya dengan nada mengusir.
" Widih ngusir nih ceritanya?" tanya Cantika dengan masih terkekeh pelan." Eh, tapi emang lu yakin lu mau kerja besok?" tanyanya dengan wajah serius.
Elvita yang mendengarnya hanya menganggukkan kepala Seraya tersenyum tipis." yakin gue, besok jangan lupa jemput gue ya" ucapnya Seraya masuk ke dalam rumah.
***
Sesampainya di sana, Elvita mendapati Gio yang tengah duduk di ruang tamu. Hal itu membuat Elvita sejenak menghentikan langkahnya.
Dirinya seakan bingung Apakah harus memberitahu laki-laki yang ada di depannya atau tidak. karena jujur saja, dirinya masih belum yakin dengan suaminya itu.
"kemarin kamu dari mana?" tanya Gio Seraya menatap sekilas ke arah sang istri.
sontak saja, Hal itu membuat Elvita tersingkat kaget. bahkan, wanita cantik itu melangkah mundur.
" Maaf kemarin aku ada kerjaan lebih jadi aku lembur," ucapnya Seraya mencari alasan yang tepat agar sang suami tidak merasa curiga.
Gio yang mendengarnya, seketika bangkit dari duduknya dan menghampiri sang istri." kenapa kamu nggak hubungin aku? Aku cemas tahu nggak" ucapnya Seraya mengelus lengan Elvita.
dan Elvita saat itu, bisa merasakan jika sang suami telah membuangnya. wanita cantik itu pun menepis secara halus tangan Gio dari lengannya.
" Maaf Mas, aku aku kemarin nggak sempet kabarin kamu karena ponsel aku lowbat." ucapnya tersenyum tipis.
__ADS_1
hal itu sontak saja membuat Gio sedikit tercengang. karena perubahan dan sikap aneh yang ditunjukkan oleh Elvita.
dia merasa ada yang aneh dalam diri wanita di hadapannya itu.