
Pagi hari di kediaman Seno Ardiguna, nampaknya Nyonya rumah tengah bad mood karena hingga menjelang siang hari masih mager. Belum jelas apa sebab dan akibatnya. Namun, nampaknya perempuan itu sedang tidak begitu suka diajak becanda, bahkan ngamukan.
Anehnya lagi, sikapnya yang menyebalkan itu sudah terjadi dari semalam. Bahkan, Seno yang tidak tahu menahu pasti mendadak ikut kesal sendiri.
"Sayang, aku punya salah? Kamu kenapa dari tadi diemin aku?" tanya Seno bingung sendiri melihat tingkah istrinya yang tumben-tumbenan sedingin putri salju.
"Pikir aja sendiri," jawab perempuan itu mrengut. Terus menghindari jika suaminya mendekat.
"Dek, ya ampun ... aku udah mikir, tapi bukan cenayang, jadi tolong please katakan sesuatu, aku nggak tahu mau kamu apa?"
Wening tidak menyahut, berlalu begitu saja menjauh pergi dari hadapan pria itu. Membuat Seno gemas dan setengah frustrasi mengacak rambutnya sendiri.
Sabar ... sabar ....
"Mbok, Wening mana ya? Kok nggak ada?" tanya pria itu menghampiri asisten rumah tangganya di dapur.
"Kurang tahu Tuan, tapi tadi sama Baby Emir kayaknya keluar," lapor Mbok Ijah sesuai penglihatannya.
Hari ini hari libur dan seharusnya waktunya untuk keluarga. Kenapa Wening mendadak menghilang dari peradaban. Ke mana sebenarnya istrinya? Kenapa jadi aneh dan cukup menyebalkan. Bahkan, pergi pun tak bilang-bilang. Apa marah gara-gara semalam minta seblak tidak keturutan?
Pria itu pun segera menghubungi lewat ponselnya. Beberapa kali deringan, namun sengaja diabaikan. Membuat Seno tak habis pikir, dan rasanya ingin marah.
[Jangan ganggu, lagi pingin berdua saja sama Emir, jangan hubungi aku dan jangan tanya ke mana]~ Istriku Sayang
Seno membaca pesan dari istrinya yang membuat pria itu jelas keheranan. Apa-apaan ingin berdua saja dengan Emir? Jangan menghubunginya? Yang benar saja, mana bisa begitu. Yang ada sekarang giliran Seno yang hampir mengamuk.
Hingga siang hari, bahkan istri dan anaknya belum juga kembali. Membuat Seno tak tenang dan memutuskan menghubungi Wahyu. Pria itu terpaksa meminta tolong Wahyu di hari liburnya.
"Maaf Boss, kebetulan saya sedang tidak enak badan jadi tidak bisa keluar. Uhuks uhuks!" Wahyu terdengar terbatuk-batuk di ujung telepon.
Seno yang hampir marah pun urung demi rasa kemanusiaan. Walaupun sebenarnya dia sangat butuh pria itu hari ini.
Hari sudah semakin sore, bahkan jarum jam pendek sudah menunjuk di angka setengah empat. Seharusnya kalau butuh waktu berdua pun, Wening sudah harus pulang. Rasanya Seno sudah tidak sabar, setengah hari tanpa istri dan anaknya dunianya hilang.
"Dasar istri kecil nakal, nggak ngerti banget kalau aku paling nggak bisa jauhan. Ke mana sih!"
Seno mulai menghidupkan app di ponsel pintarnya untuk melacak keberadaan istrinya. Pria itu akan menyusul segera dan menyeretnya pulang, bila perlu sebagai penebus dosa hari ini mengurungnya seharian.
__ADS_1
"Eh, kok berasa nggak asing alamat ini? Di hotel ini mah, ngapain?"
Seno langsung bergegas menyusulnya. Rasanya tidak enak hati dan pikirannya tak tenang. Masak butuh berdua sampai seharian, dan ngapain juga harus hijrah ke hotel segala. Apa maunya perempuan itu sebenarnya.
Pria itu sampai di halaman D_Star sebuah hotel bintang lima dengan fasilitas di dalamnya. Seno tetap mengikuti sesuai petunjuk peta ponsel pintarnya.
Pria itu mengetuk pintunya setelah tiba tepat di depan ruangan 205. Betapa ia terkejut mendapati adiknya yang membukakan pintu.
"Arka! Ngapain kamu di sini? Wening mana?"
"Wening? Nggak tahu, dia nggak ada di sini," jawab pria itu santai.
"Heh, jangan ngarang kamu, jelas-jelas google mapnya ngarah ke sini. Kamu ngapain di sini?"
"Pengen aja," jawabnya santai.
Seno menatap adiknya tajam, masuk begitu saja tanpa permisi. Terlihat di meja sofa ada botol bekas susu, sudah pasti itu punya Emir. Membuat pikiran negatif langsung melayang-layang di otaknya.
Pria itu menatap pintu kamar, langsung masuk dengan cepat tanpa mengetuknya. Terlihat baby Emir tengah tiduran bermain sendiri di kasur.
"Eh, mas bojo nyusulin?" ucap Wening dari balik pintu kamar mandi dengan gaun di atas lutut yang cukup membuat Seno meradang. Berdua-duan saja di ruangan sama adiknya dengan pakaian kurang panjang.
"Nggak mau, aku hari ini nggak mau diganggu, kamu aja sana yang pulang!"
Mendengar itu, Seno menatap tajam istrinya. Seakan melahapnya habis-habis dan memberikan hukuman setimpal.
"Mau aku gendong, jalan sendiri atau aku seret!" ucapnya dingin.
"Nggak mau pulang, orang lagi pengen berdua sama Emir."
"Di luar kenapa ada Arka? Kamu sengaja bikin huru hara!"
"Owh ... itu karena Arka nyusul kaya kamu, mana aku tahu."
"Ayo pulang sayang! Jangan bikin aku hilang kesabaran."
"Nggak mau, kamu aja sana yang pulang."
__ADS_1
"Kenapa cincin pernikahan kita nggak dipakai? Biar apa? Nggak bener ini!"
Seno langsung menggendong Emir, dan hendak keluar. Dengan senjata itu pasti istrinya bakalan mengikuti bayinya.
"Mas, jangan bawa Emir, ikh ... balikin, kamu tidur sendiri di rumah!"
"Nggak, pulang sekarang!" Seno hampir hilang kesabaran.
"Surprise!" pekik Mama Yasmin dan juga Pak Adhi, serta Arka di depan pintu kamar. Mereka sengaja ngeprank Seno di hari ulang tahunnya dan cukup membuat pria itu kesal. Apalagi pas lihat Wening yang ada di ruangan yang sama dengan adiknya, jelas membuat perasaannya panas.
"Selamat ulang tahun Mas, jangan marah-marah lagi, cepet tua."
Seno melongo di tempat, jadi maksudnya sikap istrinya yang nyebelin itu karena sengaja membuat surprise ini?
Satu persatu keluarga memberi ucapan selamat untuk pria yang sekarang genap dua puluh sembilan tahun itu.
"Jadi ini maksudnya?"
"Iya, apa udah langsung cemburu aja," ujar Arka menggeleng kesal.
"Habisnya mencurigakan banget, oh ya ampun ... terima kasih sayang, kamu sukses membuat aku naik darah."
Wening tersenyum mendengar itu semua, suaminya itu memang pecemburu akut.
"Ini hadiah buat kamu Mas, spesial," ujar perempuan itu menyodorkan sebuah kotak sedang.
"Aku buka ya?"
"Bolehlah, buka sayang."
Seno membukanya dengan merobek kertasnya, lalu membuka kardusnya dengan antusias. Namun, ia dibuat tidak sabar karena dalamnya ada bungkus kecil lagi dan lagi.
"Dek, yang bener dong, isinya apaan sih, ini udah kecil gini masa belum sampai?"
.
Tbc.
__ADS_1
Gaes author punya rekomendasi karya teman yang bagus untuk dibaca nih ... kepoin yuk!