Pengantin Pengganti CEO Arogan

Pengantin Pengganti CEO Arogan
Bab 114


__ADS_3

Seno tersenyum senang menatap wajah istrinya yang nampak kelelahan akibat ulahnya. Pria itu menggumamkan terima kasih beberapa kali dengan rasa puas sambil menghujani banyak kecupan.


"Nginep aja ya, asinya bisa di pompa di sini," ujar pria itu merasa kasihan melihatnya hampir tak berdaya.


"Pulang Mas, aku rebahan bentar, tubuhku pegel semua," keluh perempuan itu setengah merem. Tanpa sadar bablas terlelap entah sampai jam berapa. Ketika bangun, Mas Seno sudah tidak ada di ranjang.


"Mas, kamu sudah mandi?" tanya Wening terjaga. Duduk sambil mengucek matanya.


Pria itu mendekat, lalu menciumnya sekilas. Masih dengan handuk setengah badan.


"Aww ...," desis perempuan itu merasa tak nyaman atas dan bawah.


"Kenapa sayang?"


"Asiku penuh, aku mandi dulu habis ini aku pompa," jawab perempuan itu beranjak. Berjalan pelan ke kamar mandi. Akibat pergulatan semalam menyisakan ngilu yang teramat kentara.


Usai bersih diri, Wening segera mempersiapkan alat tempur ASI. Masih dengan handuk membungkus kepalanya. Perempuan itu langsung beraksi karena merasa sangat penuh. Bahkan hingga menetes saat mandi. Sementara Seno memperhatikan dengan seksama.


"Sakit?" tanya pria itu mendekat.


"Enak, penuh dikeluarkan itu rasanya sungguh luar biasa," jawab Wening merasa lega.


Sementara Wening dengan kesibukannya, Seno menunggu dengan sabar.


"Kamu nggak tidur?" tanya perempuan itu demi melihat suaminya malah sibuk memperhatikan dirinya.


"Tadi udah bentar, ini hampir pagi, tambah nggak ngantuk," jawab pria itu merasa segar bugar setelah mandi.


Waktu menunjukkan jam tiga dini hari. Berarti keduanya sukses begadang semalaman.


"Udah?" tanya pria itu ikut mengemas.


"Alhamdulillah ... udah plong," jawab Wening lega.


"Pulang atau lanjut?"


"Tidur," sahut Wening yang sebenarnya tidak mengantuk lagi setelah sempat tidur tadi.


"Nggak ngantuk, gimana kalau kita—"


"Jangan masih ngilu, kamu nggak capek?"


"Nggak, masih semangat."

__ADS_1


"Dih ... doyan apa candu," selorohnya menggeleng pelan.


"Candu plus doyan. Hehehe." Pria itu nyengir tanpa dosa.


"Sini aku bantuin," ujar pria itu meraih handuk lalu mengeringkan rambut istrinya yang masih sedikit basah. Menyisirnya dengan lembut, lalu menciumnya dengan senyuman gemas.


"Udah rapih, tambah panjang aku suka," ujarnya sembari menyisir dengan jarinya. Perempuan itu mendongak, membuat Seno leluasa meraih cumbuan.


"Kangen sama anak-anak, pulang yuk!" ujar Wening penuh semangat.


"Nggak lanjut sampai pagi?" tanya pria itu penuh harap.


"Besok lagi, besoknya, besoknya, kapan pun kamu mau Mas," sahut Wening memberi iming-iming kebebasan memiliki hari-harinya penuh gair@h.


Pria itu tersenyum sumringah mendengar jawaban itu. Baiklah, ayo pulang," ujar pria itu berkemas.


Chek out pagi-pagi sekali. Perempuan itu berjalan pelan menuju mobilnya.


"Masih sakit?" tanya pria itu demi melihat istrinya tidak leluasa melangkah.


"Sedikit gimana ya, ngilu-ngilu sedap, tapi nggak pa-pa kok, aku bahagia bisa nyenengin kamu yang udah sabar banget sampai dua bulan penuh," ujar perempuan itu balas tersenyum. Tidak mempermasalahkan apa pun. Sungguh ia bahagia bisa menjadi wanita seutuhnya untuk suaminya.


"Terima kasih sayang, kamu selalu pengertian," jawabnya terharu.


"Istirahat saja Mas, nanti aku bangunin, ngantor kan?"


"Nggak, tapi tetep bangunin aku, mau ngajak anak dan istriku jalan-jalan," ujar pria itu menjemput mimpi.


Wening tersenyum, merapikan selimut lalu meraih keningnya dalam kecupan. Ikut merebah di sebelahnya sembari mencari kehangatan. Pria itu yang belum sepenuhnya merem, langsung membawanya dalam pelukan.


Keesokan paginya keduanya sama-sama bangun terlambat. Menghabiskan waktu bersama anak-anak mereka yang kini tumbuh sehat, dan semakin pintar. Bersyukur pastinya punya mereka melengkapi rumah tangga mereka.


Hari-hari Wening lalui dengan profesi baru yang cukup membuatnya begitu sibuk. Namun, ia begitu menikmati perannya. Kendati demikian, baik Seno dan Wening selalu punya cara untuk quality time berdua.


Membagi waktu untuk pendidikan, suami dan anak-anak. Kesuksesan yang ia dapat, tak lepas dari campur tangan suami yang selalu sabar menemani. Doa-doanya tak pernah putus untuk keluarga tercintanya.


Selain itu, pria dengan dua anak itu tak jarang membantu mengurus keperluan dan keriwehan di rumah. Mereka akan membagi tugas hanya untuk sekedar menemani belajar atau memperhatikan hal-hal kecil yang selalu dinantikan.


"Ada apa, ini kok pada ngumpul di sini?" tanya perempuan itu mendapati suami dan anak-anaknya berada satu ruangan yang sama.


"Selamat hari Ibu, Mam, love you Ma," ucap Zela dan Emir sembari membawa buket bunga yang begitu indah.


"Selamat hari Ibu, Sayang, wanita spesial, wakil presiden rumah tanggaku," ucapnya sembari membawa sebuah bingkisan.

__ADS_1


Wening menyambut haru anak-anak dan suaminya dalam pelukan. Kedua putra putrinya mencium Bunda mereka. Seno pun melakukan hal yang sama.


"Terima kasih Mas, udah membersamaiku sampai di titik ini. Terima kasih anak-anakku, mam sayang kalian semua," ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Terlalu bahagia hari ini.


"Apa ini?" tanya perempuan itu meneliti kado dari suaminya.


"Buka dong," ucapnya dengan semangat.


"Awas Mam, Pap suka bikin spot jantung." Gadis remaja itu memperingatkan.


"Iya bener, kudu hati-hati ini," ujarnya membuka dengan waswas.


"Jangan nangis, kita tonton bareng-bareng yuk!"


"Sok romantis kamu, beneran dikemas di sini."


Sebuah vidio mempersembahkan perjalanan rumah tangga mereka, dari pertama Seno mengabadikan saat mengulang lamaran kedua. Moment lahiran hingga foto-foto anak-anak mereka. Zela dan Emir yang kini sudah beranjak remaja.


"Iya istriku sayang, love you more."


"I love you even more and more," jawabnya tersenyum bahagia.


.


TAMAT


.


Terima kasih banyak buat teman-teman yang mengikuti sampai akhir cerita. Love you sebanyak-banyaknya.


Semoga kalian sehat selalu, ngikutin terus ceritaku.


Nantikan novel terbaru author di tanggal 1 Januari 2023.


Selamat tahun baru untuk kita semua ... semoga apa yang menjadi hajat kalian semua di tahun 2023 bisa terlaksana.


Aamiin ....


Gaes ... voting untuk cerita selanjutnya Reagan VS Hanan


Yang paling banyak bakalan aku buatin ceritanya.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2