
Tiga puluh menit kemudian.
Tempat yang sebelumnya menjadi arena kompetisi perekrutan murid dari tiga perwakilan sekte, kini tak ubahnya menjadi ladang pembantaian.
Kombinasi serangan yang di lakukan Feng Louzhi, Feng Huang, dan Bai Hu membuat pasukan Teratai Hitam kini hanya tersisa belasan ribu orang saja.
" Andai saja tuan muda tidak meminta kita untuk menahan diri, mungkin mereka semua telah berubah menjadi kabut darah tanpa banyak membuang tenaga," Ucap Feng Louzhi dengan menghela nafas panjang.
" Aku yakin tuan muda melakukan hal ini bukan tanpa alasan," Ucap Bai Hu menimpali.
Feng Huang sendiri hanya diam, dia juga sedang memikirkan hal itu. Dengan kekuatan yang mereka miliki, membunuh mereka hanya membutuhkan hitungan menit saja.
Sedangkan di dalam formasi, semua orang menatap dengan mulut terbuka.
Mereka semua tidak menyangka Xu Tian dan orang-orang yang datang bersamanya adalah kultivator tingkat tinggi yang sangat jarang mereka temui di Wilayah Timur.
Hingga mereka mulai bertanya-tanya tentang identitas dan asal dari Xu Tian dan lainnya.
Leluhur Dong bersama dengan yang lainnya terlihat sangat menikmati pertempuran tersebut. Meski mereka dari aliran putih, bukan berarti mereka tidak menyukai pertempuran.
Di tempat lain.
Xu Tian tersenyum melihat kelimanya yang kini sudah tidak mampu bangkit kembali.
Terlihat seluruh badan mereka yang di penuh darah terus membasahi pakainya, bahkan tubuh mereka seperti tidak memiliki tulang.
" Apa hanya ini saja kemampuan kalian?" Ucap Xu Tian dengan nada memprovokasi.
" Cih.... Kau sangat sombong! Tunggu saja tetua tingkat tinggi kami akan segera tiba di tempat ini untuk menghancurkan kalian semua!" Ucap salah satu dari mereka dengan tubuh tergeletak di tanah.
Xu Tian menggelengkan kepalanya. " Apa kalian bodoh? Jika memang tetua pengecutmu itu ingin menghancurkan tempat ini, mengapa dia hanya diam saja dan terus bersembunyi?"
Kelimanya terlihat bingung dengan perkataan Xu Tian, tetapi berbeda dengan dua orang tetua yang berada di tempat persembunyian.
Kedua tetua tersebut adalah sosok yang di maksud oleh kelima anggota Teratai Hitam. Bahkan sebenernya tetua tingkat tinggi itu telah tiba sepuluh menit yang lalu, namun saat melihat bagaimana kemampuan yang di miliki lawannya, membuat keduanya menahan diri dan mencoba menyelidiki kekuatan lawannya.
Di tempat persembunyian.
" Aku tidak menyangka dia masih dapat merasakan kehadiran kita. Sebaiknya kita segera pergi meninggalkan tempat ini, aku merasa firasat buruk jika harus berhadapan dengan mereka."
" Tetua kesembilan benar, sebaiknya kita kembali menuju Istana untuk melaporkan masalah ini,"
__ADS_1
Kemudian mereka berdua segera melesat pergi dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat tersebut.
Xu Tian yang merasakan aura mereka menjauh tersenyum tipis, kemudian tubuhnya lenyap dari kehampaan.
Feng Louzhi dan Feng Huang yang melihat Xu Tian pergi saling menatap satu sama lain, hingga Bai Hu akhirnya memutuskan untuk mengejar tuan mudanya.
" Aku akan mengikuti tuan muda, kalian berdua tetap di sini."
" Baik."
" Swusshh...." Bai Hu langsung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah barat.
Di tempat lain.
*******
Di tempat lain.
Xu Tian terus melesat dengan kecepatan penuh mengejar dua tetua tingkat tinggi itu.
Hingga beberapa saat kemudian, kedua tetua yang menggunakan pakaian serba hitam itu menghentikan gerakannya.
Xu Tian yang melihat keduanya berhenti, kemudian ikut menghentikan gerakannya sekitar seratus meter dari tempat kedua tetua tersebut.
Xu Tian terdiam tanpa bergerak dari tempatnya menatap mereka semua dengan senyum yang terus menghiasi wajah tampannya.
" Kita akan menyelesaikan dengan cepat atau bermain terlebih dulu dengannya?" Tanya salah satu dari mereka kepada rekannya yang lain.
" Tidak ada salahnya kita bermain dengannya, aku pribadi bahkan sangat tertarik untuk mengajaknya bergabung bersama kita," Ucap yang lainnya.
Xu Tian yang masih berdiam diri kemudian mengeluarkan pedang yang sebelumnya di gunakan untuk menguji kesetiaan Leluhur Dong Feng dan lainnya.
Perlahan Xu Tian berjalan maju mendekati mereka, hingga angin di sekitarnya berhembus mengikuti irama pedang yang kini di ayunkan memutar.
" Swusshh...." Aura berwarna emas merembes keluar dari dalam tubuhnya.
" Kalian terlalu percaya diri, dengan memisahkanku dengan yang lain apa kalian berfikir mampu membunuhku?" Tanya Xu Tian dengan menatap tajam kelimanya.
Mendengar ucapan Xu Tian, membuat kelimanya tertawa terbahak-bahak.
" Aku suka dengan keberanian yang kau miliki, hanya saja aku ingin mengingatkan dirimu agar mengetahui batas kemampuanmu." Ucap salah satu dari mereka yang sebelumnya mengawasi pertempuran.
__ADS_1
" Kalian bertanya batas kemampuanku? Mengapa kalian tidak mulai menyerang agar kalian dapat mengetahui kemampuan yang ku miliki." Jawab Xu Tian dengan tertawa kecil.
Hingga tiba-tiba tempat di sekitarnya terasa mencekam dengan aura yang di lepaskan oleh kelima tetua tersebut.
" Dua orang Dewa Besi tingkat puncak, dan tiga orang Dewa Perunggu tingkat menengah. Aku sangat penasaran dengan apa yang mereka cari di Desa Huli," Batin Xu Tian.
Setelah melihat bagaimana kekuatan yang datang ke Desa Huli, membuat Xu Tian sangat yakin ada sesuatu yang sangat berharga sedang mereka cari.
" Aku tidak menyangka kalian akan jauh-jauh datang ke tempat kecil seperti ini. Apa kalian sedang mencari sesuatu?" Ucap Xu Tian yang kemudian menghentikan langkahnya.
" Itu semua bukan urusanmu. Tapi karena kau akan mati di tempat ini, sebagai penghormatanku yang mengagumi sosok pemuda jenius sepertimu, aku akan memberikan sedikit informasi mengenai apa yang sedang kami lakukan di tempat ini,"
" Aku merasa terhormat mendapatkan pujian dari tetua tingkat tinggi Teratai Hitam." Balas Xu Tian dengan santai.
Tetua tersebut kemudian menatap rekannya, lalu beberapa saat kemudian menatap ke arah Xu Tian.
" Altar kuno." Ucapnya yang kemudian melesat ke arah Xu Tian.
Xu Tian menghela nafasnya, dia benar-benar tidak menyangka tetua tersebut hanya mengucapkan dua kata saja.
" Tidak masalah, aku akan menyelidiki hal ini setelah bersenang-senang dengan kalian!"
" Tubuh Dewa Naga!"
" Swusshh....." Xu Tian melesat dengan cepat menggunakan Langkah Dewa Naga.
" Formasi!" Ucap salah satu tetua bertindak sebagai ketua memberikan perintah.
Keempat yang lainnya segera bergerak membuat formasi.
" Swusshh....." Cahaya hitam pekat muncul menyelimuti kelimanya dengan gambar teratai hitam yang muncul di bagian kening.
Xu Tian tersenyum tipis, kemudian mengayunkan pedangnya ke arah kelimanya mencoba mengacaukan formasi mereka.
" Dhuaaarrrr....." Serangan yang di lepaskan Xu Tian di hadang salah satu dari mereka dengan mudah.
" Lemah!" Ucapnya, kemudian segera keluar dari formasi kelompoknya.
" Tidak!" Teriak rekannya yang lain dengan khawatir.
" Bodoh!" Xu Tian yang segera bergerak ke arahnya.
__ADS_1
" Dhuaaarrrr...."
Tapak Dewa Naga yang di lepaskan Xu Tian bertabrakan dengan serangan tapak Teratai Hitam.