
Bai Hu yang sedang bertarung, segera menghampiri Xu Tian yang terlihat hampir saja terjatuh.
" Tuan muda," Ucap Bai Hu dengan menahan tubuh Xu Tian.
" Terima kasih,"
" Tuan muda, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Bai Hu dengan khawatir.
Sedangkan Feng Huang, Feng Louzhi, dan Long Hei yang sedang berhadapan dengan jiwa iblis neraka kuno, akhirnya mampu menghancurkan mereka semua.
" Tidak perlu khawatir, aku hanya mencoba batas kemampuan yang ku miliki. Meski membebani tubuhku, itu semua terbayar dengan pengetahuan yang aku peroleh agar mampu menggunakan teknik ini secara tepat kedepannya."
" Baik." Bai Hu membawa tubuh Xu Tian ke tempat yang lebih nyaman, lalu membantunya duduk.
Setelah mendapatkan bantuan dari Bai Hu, Xu Tian segera mengeluarkan beberapa butir pil penyembuhan, lalu menelannya.
" Wushhh...." Feng Louzhi, Feng Huang, dan Long Hei tiba di tempat mereka berdua dengan raut wajah khawatir.
Bai Hu yang tidak ingi membuat ketiganya khawatir dan mengganggu proses penyembuhan Xu Tian, segera menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Ketiganya mendengarkan penjelasan Bai Hu dengan seksama, hingga mereka akhirnya mengetahui keadaan Xu Tian saat ini.
" Sebaiknya kita bagi tugas, aku dan Long Hei akan menuju Altar kuno, sedangkan kalian tetap berada di tempat ini menjaga tuan muda," Ucap Feng Huang menatap mereka bertiga.
" Baik." Ucap Feng Louzhi dan Bai Hu bersamaan.
Feng Huang dan Long Hei segera pergi dari tempat itu menuju tempat di mana Altar kuno berada.
******
Di tempat lain.
Di sebuah istana yang sangat megah yang berada di atas awan, terlihat seorang pria gagah, berwibawa, dan penuh kharisma yang sedang duduk di atas tahta kebesarannya.
Aura yang di keluarkan sangat mendominasi membuat puluhan orang yang ada di dalam ruangan itu menatap sosok pria itu dengan hormat.
__ADS_1
" Penguasa, hamba mendapatkan laporan baru mengenai keberadaan altar kuno yang ada di Dunia Dewa. Apa kami harus memeriksanya?" Ucap pria yang menggunakan pakaian berwarna biru langit.
" Tidak perlu. Aku tidak akan memaafkan siapapun itu yang berani pergi meninggalkan Alam ini, terutama untuk pergi menuju Alam Dewa." Ucap Penguasa 9 Surga dengan tegas.
" Baik Penguasa!" Ucap semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
Hingga tidak lama kemudian, pintu ruangan terbuka memperlihatkan seorang wanita cantik.
Semua orang segera memberikan hormat kepada sosok wanita itu.
" Hormat kepada Penguasa Putri!"
Wanita itu mengangguk kepala, dengan terus melangkahkan kakinya.
" Aku ingin kalian semua memperketat setiap tempat yang memiliki gerbang teleportasi antar alam. Jangan biarkan siapa pun itu mendekatinya, dan aku tidak menerima alasan apapun itu untuk yang kedua kali. Seharusnya kalian mengerti maksudku, bukan?" Ucapnya menatap tajam semua orang.
" Penguasa Putri, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas yang di berikan. Terima kasih atas pengampunan Penguasa 9 Surga dan Penguasa Putri kepada kami," Ucap salah satu pria, yang kemudian di angguki oleh semua orang.
Mereka semua telah mendapatkan kesempatan kedua, kali ini mereka berjanji tidak akan membiarkan salah satu petinggi di Alam Surga yang mencoba melakukan pemberontakan dengan turun ke Alam Dewa.
" Aku akan membunuhmu jika kau tidak becus mengurus mereka semua. Aku tidak ingin kesalahan di masa lalu kembali terulang, hingga membuat aku harus berpisah dengan orang-orang yang aku sayangi!" Ucap Penguasa Putri yang kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan melepaskan aura yang sangat kuat membuat dinding Istana Alam 9 Surga bergetar.
Semua orang bergedik ngeri merasakan tekanan yang sangat kuat itu, perlahan mereka menatap Penguasa Alam 9 Surga yang masih tetap diam di tempatnya.
" Kalian harusnya sudah paham mengenai hal ini. Aku tidak akan mampu menyelamatkan nyawa kalian semua jika kalian gagal melakukannya!" Ucap Penguasa 9 Surga, lalu lenyap dari pandangan semua orang.
*****
Di Alam Dewa.
Xu Tian dengan tenang terus menutup kedua mata fokus untuk memulihkan dirinya, membiarkan kekuatan penyembuhan miliknya dengan bantuan beberapa butir pil.
Tanpa terasa lima jam telah berlalu dengan cepat. Xu Tian yang telah merasakan luka akibat efek serangan balik pada pertarungan sebelumnya, kini perlahan mulai pulih.
Tidak lama kemudian, Xu Tian membuka kedua matanya menatap tempat di sekitarnya, hingga pandangannya berhenti pada kedua sosok yang sedang duduk menatap ke arahnya.
__ADS_1
" Feng Louzhi, Bai Hu, terima kasih," Ucap Xu Tian dengan tulus serta senyum ramah menatap keduanya.
Feng Louzhi dan Bai Hu tersenyum bahagia menatap keadaan Xu Tian yang kini telah pulih.
" Tuan muda tidak perlu berterima kasih kepada kami, bagaimana juga ini semua telah menjadi tugas dan kewajiban kami," Balas Feng Louzhi yang berjalan mendekat Xu Tian bersama Bai Hu di sampingnya.
Xu Tian yang memahami maksud Feng Louzhi menganggukkan kepala, lalu menanyakan keberadaan Feng Huang dan Long Hei.
" Mereka berdua berada di Altar kuno, dan meminta kami berdua untuk tetap di sini menjaga tuan muda," Jawab Feng Louzhi.
Xu Tian lalu bangkit berdiri. " Kita akan menemui mereka, aku sudah tidak sabar ingin pergi menuju perbatasan Wilayah Timur dan Wilayah Tengah."
" Baik, tuan muda."
Mereka bertiga segera bergerak menuju tempat di mana keberadaan altar kuno.
Hingga tidak lama kemudian, mereka bertiga akhirnya tiba dan langsung bergabung bersama Feng Huang dan Long Hei yang sedang mempelajari altar kuno itu.
" Tuan muda," Ucap keduanya saat melihat kedatangan Xu Tian.
" Bagaimana?" Tanya Xu Tian yang berjalan ke arah Feng Huang, lalu berhenti di sampingnya menatap altar kuno.
" Sangat rumit, bahkan aku sama sekali belum menemukan apapun,"
" Begitu juga denganku. Aku bahkan hampir saja gila karena tidak mengetahui apapun tentang formasi ini," Ucap Long Hei yang terlihat sangat berantakan.
Bai Hu menahan tawanya mendengar ucapan Long Hei, sedangkan Xu Tian menggelengkan kepala dengan tersenyum.
" Setidaknya kalian telah berusaha dan mau untuk belajar. Ini semua menjadi pelajaran untuk kalian, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi aku harap kalian tidak memiliki sikap yang sombong dan meremehkan orang lain, karena kalian tidak mengetahui apa kelebihan yang dia miliki." Ucap Xu Tian yang kemudian mencoba mempelajari formasi yang ada di depannya dengan serius.
Feng Louzhi, Feng Huang, Long Hei, dan Bai Hu hanya diam berdiri di belakang Xu Tian.
" Jika kau ingin tertawa, maka tertawalah sebelum aku menyiksamu nanti di dunia jiwa!" Ucap Long Hei yang terus memperhatikan Bai Hu.
Bai Hu yang mendengar ucapan Long Hei segera merubah raut wajahnya, lalu berpura-pura tidak mendengarkan ucapan Long Hei dengan membuang muka menatap ke arah lain.
__ADS_1
Feng Huang tersenyum dengan menggelangkan kepala, mereka benar-benar terlihat seperti anak kecil jika seperti itu.