Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
70. Mulai Terungkap Rahasia Lainnya


__ADS_3

Di dalam kamar.


Xu Tian yang sedang tidak sadarkan diri, perlahan membuka kedua matanya.


Dengan tenang dia memperhatikan tempat di sekitarnya.


" Kini aku telah mengingat semuanya. Tanpa bantuan orang-orang itu, Istana Langit tidak akan pernah berani melakukan pengkhianatan terhadapku. Aku harus segera mengubah semua rencanaku dengan cepat. Membangun kekuatan yang lebih kuat untuk persiapan melawan mereka. Sebaiknya setelah ini aku segera pergi menuju Alam Illahi, untuk merebut kekuasaan mutlak sang Kaisar Naga!" Ucap pelan Xu Tian, lalu bangkit dari tempatnya.


Xu Tian bangkit, lalu duduk pada tepian tempat tidur.


" Aku harus membuat formasi terlebih dulu di tempat ini," Xu Tian kemudian memasang formasi di dalam kamar.


" Wushhh..." Peta kuno muncul mengambang di udara.


Xu Tian menggerakkan tangannya membuat segel tangan dengan kecepatan tinggi, hingga perlahan segel yang terpasang pada peta kuno terbuka.


Aura kuno yang sangat kuat muncul dengan lengkingan seekor naga.


" Sangat aneh, mengapa peta kuno yang menjadi peta rahasia ras Naga ada di tempat ini. Jika saja ada orang lain yang mendapatkannya, bisa saja ras Naga akan hancur." Batin Xu Tian dengan bingung.


Peta kuno adalah peta rahasia yang menunjukkan tempat di mana para leluhur ras Naga menyimpan kekayaan mereka. Seperti tetesan Darah Naga suci, Artefak tingkat tinggi, dan beberapa teknik rahasia yang mampu mengubah Naga rendahan menjadi bagian ras Naga utama.


Meski untuk tiba di tempat itu sangat sulit, namun segel yang terpasang di bagian peta kuno akan membuat siapapun itu mampu membuka formasi yang berada di tempat tersebut. Yang artinya, di mana peta kuno bukan hanya menunjukkan lokasi di mana tempat rahasia ras Naga saja, tetapi peta kuno juga menjadi kunci pada bagian formasi.


Xu Tian kembali menyimpan peta kuno ke dalam cincin penyimpanan, lalu menatap langit-langit ruangan selama beberapa saat, sebelum menghilang dari tempatnya.


*****


Di Atas Langit.


Bai Hu yang sedang mendengarkan penjelasan dari Leluhur Ling Zhengji, terlihat sangat terkejut saat merasakan kehadiran seseorang melewati formasi miliknya.


" Wushhh...." Xu Tian muncul di dalam formasi menatap keduanya dengan tersenyum ramah.


" Bai Hu, bukankah ini terlalu cepat untukmu tiba di Wilayah Tengah?" Tanya Xu Tian mendekati mereka.

__ADS_1


Bai Hu menatap Xu Tian dengan serius. " Tuan, maafkan aku. Aku hanya khawatir dengan keadaan tuan, sehingga saudara yang lain memintaku untuk segera pergi menuju Wilayah Tengah." Ucap Bai Hu dengan air mata yang mulai menetes, kini dia bisa merasakan perubahan yang sangat besar pada diri Xu Tian.


" Penguasa..." Ucap Bai Hu melalui telepati dengan tubuh bergetar hebat.


Leluhur Ling Zhengji terlihat sangat bingung melihat perubahan Bai Hu.


" Aku akan menjelaskan nanti," Ucap Xu Tian melalui telepati menatap Bai Hu dengan perasaan sedih.


Bai Hu menganggukan kepala, lalu menghapus air mata yang mulai membasahi wajahnya.


" Leluhur Ling Zhengji, mari kita kembali." Ucap Xu Tian yang kemudian membawa mereka berdua pergi dari tempat itu.


******


Di Dunia Kultivator.


Klan Xu.


Xu Yuan dan Lin Hua yang sedang duduk di dalam ruangan aula Klan, terlihat sangat terkejut saat sebuah cahaya terang muncul tidak jauh dari tempatnya.


" Ibu," Ucap Xu Yuan terkejut, menatap wanita cantik yang tidak lain Qian Xialin.


Qian Xialin tidak menanggapi ucapan Xu Yuan, dia berjalan ke arah Lin Hua yang sedang menatap ke arahnya.


" Ibu sangat merindukan menantu cantik Ibu ini," Ucap Qian Xialin memeluk Lin Hua.


" Hua'er juga sangat merindukan Ibu," Lin Hua dengan membalas pelukan Ibu mertuanya.


Xu Yuan menatap mereka berdua dengan kesal. " Aku benar-benar merasa seperti orang asing di tempat ini!" Ucapnya dengan kesal.


Qian Xialin melepaskan pelukannya, lalu menatap tajam Xu Yuan. " Bukankah kamu yang memintaku untuk-...."


" Hentikan Bu, itu semua demi cucumu. Harusnya Ibu memahami itu,"


Qian Xialin menganggukkan kepala, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa jika sudah menyangkut cucu yang paling dia sayangi.

__ADS_1


" Dia telah kembali, aku rasa sudah saatnya kita semua naik ke dunia atas untuk membantunya." Ucap Qian Xialin dengan tersenyum.


" Lalu bagaimana dengan mereka semua?" Tanya Xu Yuan.


" Tenang saja, Ibu akan meminta beberapa orang kita untuk menjaga mereka di sini. Sebaiknya kamu panggil kedua anakmu itu, dan saudara-saudari cucuku." Perintah Qian Xialin, yang kemudian duduk pada kursi kosong yang ada di dalam ruangan.


" Bagaimana juga mereka tetap keluarga kita Bu," Ucap Xu Yuan yang menginginkan anggota Klan Xu, Klan Lin, dan Klan Qing untuk ikut naik ke dunia dewa.


Qian Xialin mendengus dengan kesal. " Sudah Ibu katakan, orang-orang Ibu akan membantu mereka."


Xu Yuan tersenyum, lalu pergi meninggalkan Aula Klan.


Lin Hua menatap Qian Xialin dengan khawatir. " Ibu, apa An'er akan berhasil?"


" Hua'er, tidak perlu mencemaskan hal itu. Meski saat ini dia masih lemah, tapi Ibu yakin dia mampu melakukannya. Dan... Sejak kapan kamu menjadi tidak percaya terhadapnya?"


Lin Hua menggelengkan kepalanya. " Bukan begitu Bu, aku hanya tidak ingin kehilangannya lagi." Lin Hua meneteskan air mata, mengingat bagaimana Xu Tian yang terbunuh dalam pertempuran besar saat itu.


" Itu semua sudah menjadi kewajibannya sebagai seorang Penguasa. Penolakan yang di lakukan Penguasa Alam Kehampaan, membuatnya harus berjuang menaklukkan dengan kemampuan sendiri. Ibu yakin, kali ini dia mampu menghancurkan mereka, dan membuat Alam Kehampaan menjadi bagiannya." Ucap Qian Xialin dengan tenang.


" Ta-...."


" Tidak ada tapi, Hua'er. Para Leluhur mereka telah mengorbankan diri untuk membunuh An'er dulu, dan kini hanya tersisa satu orang saja. Ibu yakin, cepat atau lambat dia akan menyusul para Leluhur b*jingannya itu." Qian Xialin dengan kesal.


Lin Hua menganggukkan kepala, meski masih ada rasa khawatir akan kehilangan putranya.


Mereka semua benar-benar melakukan ini semua demi Xu Tian. Di mana putranya mengorbankan diri, demi melindungi keluarganya yang pada saat itu dalam bahaya.


Qian Xialin dan Xu Lou Yuan yang pada saat itu masih lebih lemah di bandingkan para Leluhur Alam Kehampaan, harus tertangkap dan menjadi tawanan, agar Xu Tian mau menyerahkan kekuasaannya.


Xu Tian yang menolak, harus bertarung habis-habisan dengan mengorbankan dirinya sendiri.


" Ibu, bagaimana An'er bisa memiliki teknik yang luar biasa ini? Bahkan mereka sampai tidak menyadarinya?" Tanya Lin Hua dengan bingung, hingga saat ini dia masih belum dapat menemukan jawaban rasa penasarannya itu.


Qian Xialin tersenyum kecut. " Entahlah, Ibu juga kaget pada saat itu. Bukankah dia benar-benar seorang yang memiliki takdir menentang langit?" Ucapnya dengan tertawa.

__ADS_1


Lin Hua tersenyum melihat kebahagiaan dari Ibu mertuanya. Sudah sangat lama mereka tidak merasa sebahagia ini.


__ADS_2