Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
67. Dewi Kembar


__ADS_3

Di tempat lain.


Di sebuah istana yang megah, terlihat sosok yang tengah duduk berkultivasi. Terlihat aura di sekitarnya memancarkan tekanan yang sangat kuat.


Perlahan sosok itu membuka kedua matanya dengan rahang yang mengeras.


" Bodoh! Sudah sangat lama dia berada di dunia dewa, namun hingga saat ini masih saja gagal melakukan tugas yang aku berikan." Ucap sosok itu dengan menghancurkan barang-barang di sekitarnya.


Tidak lama kemudian, muncul seorang pemuda dengan mata merah menyala berlutut di hadapannya.


" Tuan," Ucap pemuda itu dengan tubuh bergetar saat merasakan aura yang sangat kuat terus merembes keluar dari dalam tubuh sosok di hadapannya.


" Jingshen Rui, aku tugaskan kamu untuk mendatangi dunia dewa. Bunuh dia yang telah gagal menjalankan tugasku. Aku tidak ingin melihat kamu juga gagal dalam tugas ini!"


" Baik, tuan." Jingshen Rui sosok pemuda dengan mata merah itu.


Jingshen Rui adalah sosok roh dari orang-orang yang melakukan dosa karena keserakahan mereka ketika masih hidup, dia di bangkitkan kembali untuk menghancurkan ketenangan di seluruh alam.


Dengan kekuatan Kaisar Dewa - Dewa Alam, membuat Jingshen Rui akan lebih mudah menjalankan tugasnya.


" Tuan, bagaimana jika dia tiba-tiba muncul di dunia dewa?" Tanya Jingshen Rui mengingat dua sosok terkuat di seluruh alam.


" Tidak perlu khawatir, aku sudah memikirkan hal itu. Tugasmu saat ini hanya menghancurkan dan membunuh mereka sebanyak-banyaknya."


" Baik, tuan." Jingshen Rui kemudian menghilang dari tempatnya.


Setelah kepergian Jingshen Rui, sosok yang di panggil tuan itu segera mengirimkan pesan kepada seseorang.


" Semoga saja Naga bodoh itu mau di ajak kerja sama. Dengan menguasai Alam Illahi, akan membuat rencanaku untuk merebut kekuasaan mutlak di seluruh alam semakin terbuka lebar." Sosok itu dengan tersenyum lebar.


*****


Di tempat lain.


Jingshen Rui yang baru saja keluar dari istana megah itu, kemudian melesat dengan kecepatan tinggi menuju gunung yang berada sekitar seribu kilometer dari istana megah.


" Untuk tiba di dunia dewa, aku tidak bisa menggunakan gerbang teleportasi setelah semua jalur gerbang teleportasi di segel dan di jaga ketat oleh orang-orang itu. Aku rasa waktu dua tahun cukup untuk tiba di sana menggunakan hukum ruang dan waktu yang telah aku pelajari." Batin Jingshen Rui yang kemudian turun saat sudah tiba di atas gunung.


" Wushhh..." Sosok wanita tua dengan tubuh membungkuk muncul.


" Apa kita mendapatkan tugas dari tuan?"


" Kita akan pergi menuju dunia dewa, aku rasa gini giliranmu untuk membalas kematian kakakmu."

__ADS_1


" Benar. Aku sudah tidak sabar membunuh wanita k*parat itu!"


Mereka berdua kemudian bersiap untuk melakukan perjalanan panjang menuju dunia dewa.


*****


Dunia Kultivator.


Dua kilatan cahaya terus melesat dengan kecepatan tinggi mengejar ribuan orang di depannya.


" Mereka berdua benar-benar layak mendapatkan gelar Dewi Kembar, dari orang-orang sekte aliran hitam." Ucap salah satu tetua yang memimpin pasukan kecil itu.


" Hais.. Kenapa nasib kita sangat sial harus bertemu dengan mereka berdua."


" Benar, ini yang aku takutkan saat melewati kota-kota besar."


Mereka semua benar-benar merasa sangat sial harus bertemu dengan dua gadis kecil dengan kekuatan yang mengerikan.


" Berhenti! Atau aku akan mendatangi sekte kalian setelah berhasil membunuh kalian semua!" Teriak gadis yang mengejar mereka dengan sangat marah.


" Hahahaha... Zishu, biarkan saja mereka menikmati saat-saat terakhir sebelum penyiksaan yang sesungguhnya tiba!"


" Mei, aku sudah ingin makan di restoran! Lihatlah, perutku sudah berbunyi minta di isi!"


" Kau ini, selalu saja makanan yang di pikirkan!"


" Aku sudah sangat lelah mengikuti nona kecil,"


" Benar, aku juga sudah sangat kelelahan,"


" Pantas saja banyak yang mendapatkan hukuman setelah mendapatkan misi untuk mengikuti nona kecil,"


Mereka adalah anggota Istana Xufelong yang di perintahkan menjaga Xu Mei dan Han Zishu, yang kini telah berganti nama menjadi Xu Zishu.


Xu Zishu yang sudah mulai malas bermain kejar-kejaran dengan anggota sekte aliran hitam itu, segera menambahkan kecepatannya.


" Wushhh...."


Xu Mei yang melihat Xu Zishu telah pergi mendahuluinya mendengus dengan kesal.


" Wushhh...." Xu Mei muncul di samping Xu Zishu yang sedang menunggu kedatangan anggota sekte aliran hitam itu.


Hingga beberapa saat kemudian, tetua dan murid Sekte aliran hitam sangat terkejut, saat melihat kedua gadis kecil yang mendapatkan gelar Dewi Kembar dari orang-orang aliran hitam, sudah berdiri di hadapan mereka.

__ADS_1


" Kalian yang memaksaku!" Xu Zishu dengan mengeluarkan pedang dari dalam cincin penyimpanan.


" Nona kecil, mohon maafkan kami. Kami semua berjanji, tidak akan membuat masalah lagi." Ucap salah satu tetua dengan berlutut.


Semua anggota sekte aliran hitam yang ada di tempat itu, segera mengikuti tetua tersebut.


Xu Zishu menatap ke arah Xu Mei, sedangkan Xu Mei hanya membalas dengan mengangkat kedua bahunya.


" Berikan cincin penyimpanan kalian semua. lalu potong tangan kiri kalian. Jika sampai hitungan ketiga kalian belum juga melakukan permintaanku, aku akan membunuh kalian semua!"


Mereka yang mendengar ucapan Xu Zishu segera melakukan dengan cepat, mereka tidak ingin membuat kedua Dewi Kembar itu marah.


" Crash....."


" Crash...."


Tetua dan murid yang telah memotong tangan kanan dan melepaskan cincin penyimpanan miliknya, sangat terkejut saat tiba-tiba kepala yang di kenali terjatuh ke tanah.


" Kalian sangat lambat! Aku sangat malas untuk bermain dengan kalian!" Ucap Xu Zishu yang kemudian bergerak pergi bersama Xu Mei.


Dari sekitar empat ribu orang, kini tersisa dua ribuan saja. Mereka yang masih hidup, hanya dapat menelan ludahnya dengan kasar.


Hingga tidak lama kemudian, muncul lima anggota Istana Xufelong di tempat itu.


" Kalian benar-benar bodoh! Sudah di berikan kesempatan untuk tetap hidup, malah melakukan kesalahan secara terus menerus.." Ucap salah satu dari anggota Istana Xufelong.


" Tuan, lalu bagaimana dengan kami?" Tanya salah satu tetua sekte aliran hitam.


" Jangan pernah mendatangi kota-kota yang ada dengan jumlah kelompok yang besar. Tetap lakukan seperti perjanjian di antara sekte aliran putih dan hitam."


" Baik, tuan." Mereka semua segera membawa tubuh tanpa kepala rekannya, lalu pergi meninggalkan tempat itu.


Setelah kepergian orang-orang sekte aliran hitam, kelima anggota Istana Xufelong saling menatap.


" Mereka kira kita tidak mengetahui rencana besar sekte aliran hitam dalam melakukan pemberontakan. Jika saja tidak ada perjanjian itu, mungkin mereka telah hancur."


" Tapi aku merasa aneh, meski nona kecil sudah mengetahui akan adanya perjanjian itu, namun mereka berdua tetap tidak segan membunuh orang-orang dari aliran hitam."


Xu Zishu dan Xu Mei yang ternyata bersembunyi, menatap mereka berlima dengan tersenyum.


" Perjanjian itu hanya menunda hal besar yang akan terjadi. Sebisa mungkin kita terus mengurangi jumlah mereka, serta menggagalkan rencana mereka." Ucap Xu Mei dengan tersenyum, namun ada kerinduan mendalam pada sosok kakak yang sudah lama tidak ia temui.


Xu Zishu menganggukan kepala setuju. Mereka berdua melakukan itu semua bukan tanpa alasan.

__ADS_1


Xu Zishu menggenggam tangan Xu Mei dengan erat. " Aku juga sangat merindukan kakak. Kita harus berlatih lebih keras lagi untuk menyusulnya di Dunia Dewa."


Mereka berdua tersenyum, lalu pergi dari tempat itu.


__ADS_2