Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
45. Xu Yue Lin


__ADS_3

Di Dalam Dunia Jiwa.


Istana Langit.


Di dalam kamar. Xu Tian perlahan membuka kedua matanya, lalu menatap Qing Ling yang berada di sebelah sedang memeluknya.


" Gege..." Ucap Qing Ling saat merasakan gerakan yang mengganggu tidurnya.


Xu Tian tersenyum menatap wajah Qing Ling yang terlihat sangat cantik itu. " Maaf aku mengganggu tidurmu,"


Qing Ling menggelengkan kepalanya. " Tidak, ini sudah pagi. Apa Gege akan melanjutkan perjalanan?" Tanya Qing Ling dengan tetap memeluk tubuh suaminya.


" Aku akan menanyakan gadis kecil itu dulu, sebaiknya Ling'er segera membersihkan diri, kemudian kita bersama-sama menemuinya." Ucap Xu Tian yang lalu mengecup kening Qing Ling, lalu bangkit berdiri menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Qing Ling tersenyum, lalu duduk di atas ranjang dengan menatap ke arah Xu Tian menghilang.


*****


Di tempat lain.


Bai Hu terus bergerak menyelusuri setiap tempat terdekat dengan kota Bianjie. Dia berniat mencari informasi mengenai siapa kelompok yang telah menyerang Kota sebelumnya.


Hingga dua jam kemudian, Bai Hu mulai merasakan jejak aura yang samar-samar dia rasakan.


" Sepertinya ini milik mereka, dari jejak aura yang tertinggal menunjukkan sebuah pasukan kecil yang baru saja melewati jalur ini," Ucap pelan Bai Hu, lalu menyebarkan persepsinya untuk merasakan ke arah mana jejak aura tersebut.


" Swusshh...." Bai Hu melesat dengan kecepatan tinggi menuju arah barat mengikuti jejak aura yang tertinggal.


Semakin dia bergerak ke arah barat, jejak aura yang dia rasakan itu semakin jelas.


" Aku merasa tidak asing dengan aura mereka. Atau, jangan-jangan..." Bai Hu menghentikan gerakannya dengan mengepalkan tinju.


" Aku harus melaporkan hal ini pada tuan muda," Bai Hu lalu segera melesat kembali menuju Penginapan.


******


Di tempat lain.


Sekte Gunung Api.


Long Hei bersama dengan yang lainnya terus mengumpulkan mayat dan berbagai sumber daya yang masih bisa di gunakan.


Saat ini mereka juga menemukan ratusan murid tingkat rendah yang sedang bersembunyi di tempat rahasia milik Sekte.


Leluhur Gang dan Patriak Zheng Li merasa bahagia, saat mengetahui masih ada anggotanya yang selamat dari penyerang kelompok Teratai Hitam.


" Kalian tidak perlu takut, aku mengetahui bagaimana perasaan kalian semua." Ucap Patriak Zheng Li menatap anggota sekte yang selamat.

__ADS_1


" Patriak, apa kita akan membalaskan kematian saudara-saudara yang lain?" Tanya salah satu murid dengan sedih.


Patriak Zheng Li menatap ke arah Long Hei. Long Hei menganggukan kepala, lalu berjalan mendekati murid tersebut.


" Itu semua tergantung kalian, jika kalian bersungguh-sungguh ingin membalaskan kematian mereka, maka berlatihlah dengan keras. Jangan pernah mengandalkan kekuatan orang lain, saat kalian memiliki kesempatan yang sama." Ucap Long Hei kepada murid-murid Sekte Gunung Api.


" Ta-..."


" Jangan pernah meragukan kemampuan dan kelebihan yang kalian miliki. Semua orang memiliki kesempatan yang sama, jika kalian merasa ragu, artinya kalian telah di kalahkan oleh kekurangan kalian sendiri." Long Hei memotong ucapan mereka.


Semua orang yang mendengar ucapan Long Hei terdiam, mereka mencoba mencerna setiap kata-kata yang di ucapkan olehnya.


Hingga tidak lama kemudian, salah satu murid berteriak dengan lantang penuh semangat yang membara.


Teriakan salah satu murid Sekte Gunung Api itu, benar-benar membangun semangat yang sebelumnya telah hilang dari diri mereka.


" Menjadi kuat bersama!"


" Hancurkan mereka!"


" Hancurkan Mereka!


Long Hei tersenyum melihat semangat mereka semua, lalu menatap ke arah Leluhur Gang.


" Segera selesaikan urusan di tempat ini, setelah itu kita akan pergi menuju perbatasan. Aku tidak ingin tuan muda menunggu terlalu lama," Ucap Long Hei yang kemudian lenyap dari pandangan mereka semua.


******


Saat ini Xu Tian dan Qing Ling sedang berjalan bersama menuju kamar yang di tempati gadis kecil.


" Tuan muda, tuan putri.." Ucap Feng Yue dengan hormat saat berpapasan dengan mereka.


Xu Tian dan Qing Ling tersenyum dengan ramah menatap Feng Yue.


Mereka berdua sebenarnya merasa kikuk mendengar panggilan dari Feng Yue dan lainnya, di mana mereka menggunakan panggilan seperti seseorang yang masih muda dan belum menikah.


" Saudari Yue, ada apa?" Tanya Qing Ling dengan ramah.


" Em... Itu, nona kecil yang berada di dalam kamar tuan putri saat ini sedang berada di halaman Istana," Ucap Feng Yue, lalu menjelaskan jika gadis kecil itu sudah bangun sejak tadi, dan dia meminta jalan-jalan untuk melihat-lihat keadaan di Istana Langit.


Feng Yue yang kebetulan lewat di depan kamar tuan putrinya, tiba-tiba di kagetkan dengan pintu yang terbuka memperlihatkan seorang gadis kecil dengan wajah cantik dan imut.


Qing Ling menatap Xu Tian di sampingnya, lalu mereka menganggukan kepala.


" Kami akan menemuinya, terima kasih." Ucap Qing Ling yang kemudian berjalan bersama Xu Tian menuju halaman Istana Langit.


Di Halaman Istana Langit.

__ADS_1


Terlihat seorang gadis kecil yang sedang tertawa bahagia bermain bersama kupu-kupu yang terus mengitari tubuhnya.


" Kalian sangat cantik, tetapi masih kalah dengan kecantikanku..." Gadis itu dengan tertawa renyah.


Xu Tian dan Qing Ling yang baru saja keluar dari Istana Langit, tersenyum saat mendengar ucapan itu.


" Gege, dia memang sangat cantik dan lucu.." Ucap Qing Ling dengan terus menatap gadis kecil itu.


Merasa ada seseorang yang datang, gadis kecil itu segera mengalihkan pandangannya melihat dua orang yang saling berpegangan tangan berjalan ke arahnya.


" Kakak, lihatlah..." Gadis itu berteriak dengan bahagia melihat kedatangan Xu Tian.


Xu Tian tersenyum, lalu mengelus puncak kepala gadis itu dengan penuh kasih sayang.


" Sebelumnya kakak belum mengetahui namamu, bolehkah kakak mengetahuinya?"


Gadis kecil itu menganggukan kepala. " Nama aku Yue.." Ucapnya dengan suara gadis kecil yang lucu.


" Yue, perkenalkan nama kakak Xu Tian, dan ini adalah Istri kakak, namanya Qing Ling."


Yue tersenyum menatap Qing Ling. " Kakak sangat cantik seperti Yue'er..." Ucapnya dengan malu-malu.


Qing Ling terkekeh pelan. " Benarkah? Bagaimana jika Yue'er memanggil Kakak dengan Ibu?" Ucap Qing Ling dengan tersenyum.


Yue terdiam, lalu menatap ke arah Xu Tian.


" Yue'er, kami berdua ingin menjadikanmu sebagai anak angkat kami. Apa Yue'er mau?" Tanya Xu Tian dengan lembut.


Yue kembali terdiam, lalu menatap wajah Xu Tian dan Qing Ling secara bergantian.


" Yue'er mau. Hore... Yue'er memiliki Ayah dan Ibu lagi ..." Gadis kecil itu dengan bahagia.


Qing Ling berjalan mendekati Yue, lalu membawa masuk ke dalam pelukannya.


Yue yang merasa kenyamanan dalam pelukan Qing Ling itu pun membalasnya.


" Yue'er sekarang panggil aku Ibu, dan panggil Gege, Ayah.." Ucap Qing Ling dengan membelai wajah gadis kecil itu.


Yue tersenyum dengan anggukan kepala. " Baik Ibu, Aku sayang kalian..." Ucap Yue dengan meneteskan air matanya.


" Jangan menangis lagi. Bukankah Yue'er telah berjanji tidak akan menjadi gadis yang cengeng.."


" Sekarang namamu adalah Xu Yue Lin," Ucap Xu Tian dengan mengecup puncak kepala anak angkatnya.


" Xu Yue Lin, nama yang bagus.." Ucap Qing Ling. Begitu juga dengan Yue terlihat setuju dengan nama yang di berikan Xu Tian.


Hingga tiba-tiba cincin penyimpanan Xu Tian bergetar.

__ADS_1


" Teratai Hitam!" Xu Tian membatin dengan kemarahan.


__ADS_2