
Pagi hari.
Waktu berjalan dengan cepat, tidak terasa hari ini adalah hari di mana kompetisi wilayah akan di mulai.
Xu Tian yang sebelumnya berada di dalam dunia jiwa, kini sudah ada di dalam kamar bersama dengan Qing Ling, Xu Yue Lin, Xie Su, Xie Yang, Xie Yong, Xie Yeng, dan Feng Yue.
" Gege, apa ini tidak menarik perhatian mereka?" Tanya Qing Ling menatap suaminya.
" Tidak perlu khawatir, aku yang akan menjelaskannya nanti." Balas Xu Tian, lalu meminta mereka semua untuk keluar dari dalam kamar.
Mereka semua menganggukkan kepala, lalu berjalan keluar dari dalam kamar.
Setelah mereka semua keluar dari dalam kamar, terlihat keterkejutan dari beberapa anggota Klan Xu yang di tugaskan oleh Patriak Xu Zhentian untuk berjaga di dekat kamar Xu Tian.
" Tuan muda," Ucap mereka menyapa kedatangan Xu Tian dan rombongannya.
" Terima kasih, agar kalian bisa cepat menerobos ke ranah selanjutnya," Xu Tian membalas dengan tersenyum ramah, lalu memberikan mereka bertiga buah abadi.
Ketiga anggota Klan Xu menerima dengan tangan bergetar, mereka benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan sumber daya tingkat tinggi itu.
" Tuan muda, ini..."
" Untuk kalian. Aku akan pergi menemui patriak," Ucap cepat Xu Tian, kemudian menatap ke arah Qing Ling.
Qing Ling tersenyum kecil melihat suaminya yang memperdaya mereka agar tidak terlalu banyak berfikir yang tidak-tidak.
Xu Tian dan lainnya kemudian melanjutkan langkahnya, meninggalkan ketiga anggota yang masih terkejut itu.
*****
Di salah satu ruangan yang ada di dalam Klan Xu, Patriak Xu Zhentian sedang duduk bersama Tetua Agung Xu Huangshen.
" Apa dia belum juga keluar dari kamarnya?" Tanya Patriak Xu Zhentian kepada tetua agung Xu Huangshen.
" Aku rasa sebentar lagi dia akan tiba di tempat ini,"
Benar saja, tidak lama kemudian Xu Tian dan lainnya akhirnya tiba di ruangan itu.
" Patriak, Tetua Agung," Sapa Xu Tian dengan hormat kepada keduanya.
Patriak Xu Zhentian dan Tetua Agung Xu Huangshen tersenyum melihat kehadiran mereka, namun di dalam pikiran mereka selalu timbul pertanyaan tentang dari mana kehadiran Qing Ling dan lainnya yang bisa datang dan pergi sesuka hati.
__ADS_1
Xu Tian yang mengetahui apa yang sedang di pikirkan keduanya, mencoba mengalihkan.
" Bagaimana dengan persiapan kompetisi wilayah?"
Keduanya tersadar, lalu mulai menjelaskan kepada Xu Tian tentang persiapan kompetisi wilayah.
" Semua persiapan sudah berjalan dengan baik. Kelima klan juga sudah menyebarkan anggotanya untuk menjaga keamanan saat kompetisi berlangsung," Ucap Patriak Xu Zhentian menjelaskan.
" Lalu bagaimana dengan anggota Klan Xu yang akan ikut dalam kompetisi?"
" Nak, kami tidak mengirimkan anggota Klan Xu untuk berpartisipasi dalam acara ini," Jawab Xu Huangshen.
" Apa keempat Klan juga melakukan hal yang sama?"
" Benar," Jawab Patriak Xu Zhentian.
" Demi menjaga nama baik, kelima klan tidak ingin mengambil resiko yang dapat mempermalukan dan menurunkan reputasi klan itu sendiri," Ucap Xu Tian dengan tertawa kecil, membuat kedua pria paruh baya itu tersenyum kecut.
Xu Tian lalu meminta Qing Ling dan lainnya untuk duduk.
" Nak, bagaimana menurutmu mengenai keputusan yang kami ambil ini?" Tanya Tetua Agung Xu Huangshen dengan serius, dia sangat penasaran akan jawaban darinya.
" Maksudmu nak?" Tanya Patriak Xu Zhentian dengan cepat.
" Dalam hal ini, kalian memiliki dua keuntungan. Yang pertama, kalian akan tetap mendapatkan hormat akan reputasi yang kalian miliki, dan tidak perlu khawatir akan itu kekalahan yang terjadi pada anggota klan. Tetapi kalian harus tetap mengingat, saat seseorang tidak memiliki beban serta tanggung jawab, mereka akan lebih sering terlena akan apa yang di miliki, hingga membuatnya menjadi tumpul." Ucap Xu Tian dengan serius.
Patriak Xu Zhentian dan Tetua Agung Xu Huangshen saling menatap satu sama lain.
" Nak, terima kasih." Ucap keduanya yang kini mulai memahami kemana arah pembicaraan Xu Tian.
" Aku harap Patriak dan Tetua Agung dapat mempertimbangkan hal ini." Xu Tian lalu bangkit berdiri di ikuti oleh yang lainnya.
" Aku rasa kompetisi sebentar lagi akan di mulai," Ucap Xu Tian yang mendapatkan anggukan kepala dari Patriak Xu Zhentian dan Tetua Agung Xu Huangshen.
Mereka akhirnya mulai pergi dari Klan Xu menuju arena kompetisi yang berada di pusat Ibu kota.
****
Pusat Ibu kota.
Di tempat itu telah hadir ratusan ribu, hingga jutaan orang yang ingin menyaksikan acara terbesar di Dunia Dewa. Di penginapan dan restoran juga telah di penuhi oleh orang-orang yang datang dari berbagai wilayah yang ada di Dunia Dewa.
__ADS_1
Bahkan banyak pengunjung dari berbagai wilayah yang secara sengaja datang untuk membuka lapak, menjual berbagai jenis sumber daya hingga senjata tingkat tinggi.
Angin di sekitar Arena mulai berhembus dengan kencang bersamaan dengan ledakan aura yang sangat kuat menyebar ke seluruh tempat.
" Wushhh...." Satu kelompok besar datang di tengah-tengah keramaian yang menarik perhatian semua orang di tempat itu.
" Lihatlah, mereka peserta dari Wilayah Selatan," Ucap salah satu dari kerumunan saat melihat bendera yang di bawa oleh salah satu dari mereka bertuliskan Wilayah Selatan.
Hingga beberapa saat kemudian, angin di sekitarnya kembali berhembus kencang dengan aura yang lebih kuat menyapu tempat di sekitarnya.
" Wushhh...." Terlihat kali ini kelompok besar dari Wilayah Utara tiba di tempat itu.
" Hahahaha... Aku tidak menyangka kalian akan tiba lebih cepat di bandingkan kami," Ucap sebuah suara dari atas langit.
Semua orang segera mengalihkan pandangannya ke atas, hingga mereka dapat melihat dengan jelas kelompok besar yang muncul di sana.
" Wilayah Barat? Untung saja kalian tidak datang terlambat sebelum Wilayah Timur yang terlemah itu tiba di sini," Ucap seseorang dari Wilayah Selatan dengan tertawa kecil.
" Cih! Jangan menyamakan kami dengan wilayah lemah itu!"
Semua orang yang mendengar pembicaraan mereka terlihat tertawa, dan mulai membicarakan tentang Wilayah Timur yang mereka anggap sebagai pelengkap dalam kompetisi wilayah.
" Aku sangat sedih mendengar Wilayahku menjadi bahan ejekan kalian." Ucap sebuah suara yang muncul dari kerumunan.
Hingga tidak lama kemudian, Bai Mo muncul bersama dengan Patriak dan Leluhur sekte Xufelong.
Orang-orang dari Wilayah Selatan, Wilayah Utara, dan Wilayah Barat terlihat memicingkan matanya menatap kehadiran mereka.
Bahkan para pengunjung yang akan menyaksikan kompetisi itu pun tertawa, melihat kedatangan kelompok Wilayah Timur yang terlihat biasa-biasa saja.
" Benar-benar menjijikkan," Ucap beberapa pengunjung menatap kehadiran Bai Mo dan kelompoknya.
Di Atas Langit.
Feng Huang hanya tersenyum menatap kejadian di bawahnya, hingga beberapa saat kemudian Bai Hu muncul di sampingnya.
" Aku sangat menantikan ekspresi wajah mereka,"
" Apa itu yang membawamu datang ke tempat ini?" Tanya Feng Huang tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Bai Hu.
" Tentu saja. Mana bisa aku melihat Istana Xufelong menjadi bahan ejekan mereka." Dengus Bai Hu dengan kesal, yang sejak tadi sudah datang di tempat itu.
__ADS_1