Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
53. Melanjutkan perjalanan


__ADS_3

" Lancang! Siapa yang memperbolehkanmu untuk pergi dari tempat ini!" Teriak salah satu prajurit dengan kesal.


Xu Tian mengehentikan langkahnya. " Aku malas meladeni orang-orang seperti kalian."


" Anak muda, harusnya kamu sadar sedang berada di mana sekarang," Ucap ketua prajurit kota dengan tenang, tetapi di dalam ucapannya terdapat sebuah ancaman.


" Aku berada di kota yang memiliki pihak otoritas keamanan yang sangat buruk! Bukan begitu?" Ucap Xu Tian yang kemudian melanjutkan langkahnya.


" B*jingan! Tangkap dia!" Teriak ketua prajurit kota memberikan perintah.


" Swusshh...." Aura yang sangat kuat tiba-tiba keluar dari dalam tubuh Xu Tian, membuat prajurit yang ingin bergerak ke arahnya terhenti.


" Jangan membuatku kesal! Kedatanganku ke kota ini hanya untuk singgah sebelum melanjutkan perjalanan."


" Cih! Setelah membuat kedua rekanku terluka, kini kau berkata seakan kami yang telah mengganggumu!"


" Kalian yang meminta, jadi jangan salahkan aku," Ucap Xu Tian yang kemudian menghilang dari tempatnya.


" Dhuaaarrrr...." Pria yang sebelumnya berbicara berubah menjadi kabut darah.


" Apa!" Teriak semua orang sangat terkejut.


" Plakkkk..... Plakk...." Suara tamparan menggema di dalam ruangan. Prajurit kota berteriak dengan kencang setelah menerima tamparan di wajahnya.


Keringat dingin mulai membasahi tubuh ketua prajurit kota, meski dia tidak mendapatkan tamparan, namun saat melihat bagaimana wajah prajurit yang ikut bersamanya, membuat dia sangat ketakutan.


" Wushhh..." Xu Tian muncul di hadapan keempat pria yang sebelumnya bermasalah dengannya.


" Katakan kepada mereka kejadian yang sebenarnya, atau aku akan membuat kalian merasakan hal yang sama seperti rekanmu sebelumnya!" Ucap Xu Tian dengan tajam.


Keempatnya menganggukkan kepala dengan cepat, lalu menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada ketua prajurit kota.


Mereka bahkan mengakui, jika ini bukan kali pertama mereka melakukan hal seperti yang di lakukan kepada Xu Tian.


Ketua prajurit kota yang mendengar penjelasan dari keempatnya merasa sangat marah. Bukan hanya di permalukan oleh seorang pemuda, bahkan kini dia sudah tidak memiliki wajah atas apa yang telah di lakukan.


" Tuan muda, saya meminta maaf atas kesalahpahaman ini," Ucapnya dengan hormat.


Xu Tian mendengus dengan kesal mendengar ucapan ketua prajurit. Bagaimana bisa dia mengatakan dengan mudah, jika ini semua hanya salah paham.


" Dasar bodoh!"


" Dhuaaarrrr...." Ketua prajurit kota terlempar menghantam dinding bangunan.

__ADS_1


Manajer restoran dan pelayan yang ada di tempat itu benar-benar tidak dapat melakukan apapun. Mereka hanya diam tanpa berani mengeluarkan suara.


Xu Tian melemparkan cincin penyimpanan ke arah manajer restoran.


" Maaf telah membuat kekacauan di tempat ini," Ucap Xu Tian yang kemudian lenyap dari pandangan semua orang.


Manajer restoran membulatkan matanya dengan sempurna, dia tidak menyangka Xu Tian akan memberikan ganti rugi. Bahkan dia mengucapkan permintaan maaf, berbeda sekali dengan sikap yang di tunjukan kepada kelima pria dan para prajurit kota.


" Tuan manajer," Salah satu pelayan menepuk bahunya.


Manajer restoran tersadar, lalu segera memeriksa cincin penyimpanan yang di berikan Xu Tian.


" Apa!" Teriaknya dengan tangan bergetar saat melihat jutaan koin emas ada di dalam cincin penyimpanan.


Sang manajer segera meminta pelayan dan penjaga untuk membereskan kekac di tempat itu, sedangkan dirinya kembali ke ruangannya.


Di perjalanan, sang manajer terlihat sangat senang. " Tuan muda, terima kasih," Ucapnya dengan terharu.


Saat ini sang manajer memang sedang membutuhkan banyak uang, bahkan dia berniat menjual restoran miliknya.


" Aku harap dapat bertemu lagi dengannya," Batin sang manajer yang kemudian memasuki ruangan miliknya.


******


Xu Tian terus melesat di atas langit kota Hanzi dengan tersenyum senang.


" Ternyata dugaanku benar," Ucap Xu Tian dengan tersenyum tipis mengingat bagaimana wajah manajer restoran.


Xu Tian memberikan jutaan koin emas kepada manajer restoran bukan tanpa alasan. Dengan dia memberikan bantuan di saat seseorang dalam keadaan sulit, dia yakin akan mendapatkan balasan yang melebihi apa yang telah di lakukan.


Meski apa yang telah dia lakukan salah, karena mengharapkan balasan setelah membantu orang lain, namun Xu Tian tidak terlalu memusingkan hal itu, selagi ada kesempatan kenapa dia tidak memanfaatkannya.


" Dengan ini rencanaku untuk mengirim orang-orangku di Kota Hanzi lebih mudah. Mungkin aku akan membuat restoran itu lebih besar, agar aku bisa menempatkan pasukan bayangan di perbatasan," Batin Xu Tian setelah memikirkan rencana yang akan dia lakukan.


Xu Tian sendiri berniat menggunakan restoran sebagai tempat pasukannya untuk mengawasi kota-kota di Wilayah Timur.


Dan kota Hanzi menjadi tempat yang sangat cocok dengan rencananya. Di mana kota itu menjadi kota yang paling dekat dengan Wilayah perbatasan.


Lima jam kemudian.


Di atas langit, Xu Tian terus bergerak dengan memperhatikan tempat di sekitarnya.


" Sepertinya aku akan segera tiba di kota Yuan, mungkin aku akan mencoba mencari tau tentang informasi markas Teratai Hitam," Batin Xu Tian dengan terus bergerak.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Xu Tian akhirnya dapat melihat gerbang kota. Dengan segera dirinya turun, lalu menuju ke arah penjaga.


Setelah melakukan pemeriksaan, Xu Tian akhirnya di persilahkan untuk masuk ke dalam kota.


Di dalam kota.


Xu Tian berjalan dengan memperhatikan sekitarnya, tujuan kali ini mencari tempat di mana dia dapat memperoleh informasi.


Setelah berjalan selama lima belas menit, Xu Tian akhirnya melihat sebuah bangunan yang memiliki bangunan tiga lantai.


Dengan langkah cepat Xu Tian berjalan menuju bangunan tersebut.


Menara Informasi merupakan sebuah rumah yang hampir sama kegunaannya seperti rumah lelang, hanya saja Menara Informasi tempat khusus menjual informasi dan menyewakan seorang kultivator.


Setelah berada di depan gerbang Menara Informasi, Xu Tian langsung di sambut oleh beberapa penjaga yang sedang berjaga di tempat itu.


Pandangan mereka semua menatap kehadiran Xu Tian dengan tersenyum ramah.


" Tuan muda, apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah satu Penjaga dengan ramah.


" Aku ingin bertemu dengan manajer, apakah bisa?"


" Apa tuan muda telah membuat janji?"


Xu Tian menggelengkan kepalanya. " Belum, hanya saja ada sesuatu yang ingin aku tanyakan langsung kepadanya." Ucap Xu Tian dengan serius.


Penjaga yang berjumlah empat orang itu saling menatap satu sama lain, kemudian mendiskusikan melalui telepati.


Hingga beberapa saat kemudian, penjaga kembali menatap ke arah Xu Tian.


" Tuan muda, sebenernya kami tidak di perbolehkan untuk menerima siapa pun itu yang ingin menemui manajer jika yang bersangkutan belum membuat janji. Kami akan mencoba mengusahakannya, tuan muda dapat kembali besok pagi, karena hari sudah memasuki malam."


Xu Tian menganggukkan kepala, setidaknya dia dapat menemui manajer, meski harus menunggu selama satu malam. " Terima kasih. Besok pagi aku akan kembali lagi ke tempat ini,"


Penjaga menganggukkan kepala dengan ramah. Xu Tian segera pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari penginapan.


" Swusshh...." Setelah kepergian Xu Tian, datang sosok yang menggunakan penutup wajah.


" Apa yang dia katakan?" Tanyanya kepada penjaga.


Penjaga itu kemudian menjelaskan maksud kedatangan Xu Tian.


" Baik. Aku akan mengawasinya, kalian dapat melaporkan hal ini kepada manajer."

__ADS_1


" Baik,"


__ADS_2