
Bing Jia Li berjalan mendekati ketiga peti yang sebelumnya di bawa oleh ketiga pelayan.
" Untuk sesi kedua, barang pertama yang akan kami lelang adalah sebuah busur panah pelangi, di mana senjata tingkat tinggi ini mampu menyesuaikan diri pada kekuatan sang pemiliknya. Semakin banyak elemen yang di miliki, maka semakin kuat busur panah ini." Bing Jia Li dengan memperlihatkan busur panah berwarna emas dengan corak tujuh warna berbeda.
Semua orang sangat terkejut saat melihat barang lelang selanjutnya. Bahkan kali ini semua ruangan VIP sudah bersiap untuk melakukan penawaran.
Hingga suasana acara lelang kini semakin ramai dengan teriakan semua orang yang mengikuti acara lelang tersebut.
" Aku sudah tidak sabar menunggu pertempuran di antara ruangan VIP dalam lelang ini?"
" Hahaha... Meski aku tidak mendapatkan satu pun barang dalam lelang, bisa menyaksikan pertarungan di antara klan-klan hebat sudah menjadi hiburan istimewa saat aku mengikuti acara lelang ini."
Semua orang mulai membicarakan serta menunggu saat-saat di mana acara lelang yang sesungguhnya di mulai.
Bing Jia Li berjalan menuju tengah podium. " Baik! Harga lelang untuk busur panah pelangi ini, kami akan memberikan harga lima juta koin emas, dengan kelipatan tiga ratus ribu koin emas!"
" Tiga juta enam ratus ribu koin emas!" Teriak ruangan VIP nomor 1
" Tiga juta sembilan ratus ribu koin emas!" Teriak ruangan VIP nomor 4
Di dalam ruangan VIP nomor 2.
" Apa tuan tertarik?" Tanya Xie Heng menatap ke arah Xu Tian yang masih terlihat sangat tenang.
" Aku membutuhkannya untuk Xu Yue Lin. Lakukan hingga dapat!" Perintah Xu Tian kepada Xie Heng.
" Baik, tuan."
Harga busur panah pelangi terus melonjak dengan tajam, hingga kini telah mencapai sepuluh juta dua ratus koin emas, di mana Klan Lin yang berada pada ruangan VIP nomor 5.
Ruangan VIP nomor 1 di tempati Klan Ling, VIP nomor 2 Xu Tian, VIP nomor 3 Klan Qing, VIP nomor 4 Klan Qian, VIP nomor 5 Klan Lin, VIP nomor 6 Klan Jun, dan VIP nomor 7 Klan Xu.
Dari semua ruangan VIP, hanya nomor 7 di tempati Klan Xu yang masih terlihat sangat tenang.
" Xie Heng, sekarang!" Ucap Xu Tian setelah harga busur kini sudah mencapai empat belas juta empat ratus ribu koin emas.
" Lima belas juta tiga ratus ribu koin emas!" Teriak Xie Heng yang membuat semua orang terkejut.
" Aku kira mereka telah bangkrut." Ucap peserta yang berada di bangku biasa.
" Benar. Ternyata mereka menunggu kesempatan."
__ADS_1
Ruangan VIP yang lain menatap ruangan VIP nomor 2 dengan penuh arti.
" Baiklah, sepertinya dia harus di berikan pelajaran!" Ucap sosok di VIP nomor 6.
" Terlalu ceroboh, padahal masih ada dua barang selanjutnya yang lebih menarik." Ucap sosok di ruangan VIP nomor 3.
Sedangkan ruangan VIP nomor 7 terlihat sangat santai.
" Patriak, aku merasakan sesuatu yang aneh dengan sosok di ruangan VIP nomor 2," Ucap seorang tetua di dalam ruangan itu.
Patriak Klan Xu hanya tersenyum. " Aku juga merasakannya, hal itu membuatku tidak tertarik dengan acara lelang ini. Cari informasi tentangnya, jangan melakukan pergerakan apapun sebelum mendapatkan perintah." Ucap Patriak Klan Xu, Xu Zentian.
" Baik," Tetua itu lenyap dari tempatnya.
" Patriak, apa kita akan menawar barang terakhir?" Tanya tetua yang masih ada di tempat tersebut.
" Kita lihat nanti,"
Pertarungan harga lelang antara Xu Tian dan ruangan VIP nomor 6 sekali lagi terjadi, membuat semua orang menahan nafas mereka.
" Dua puluh juta empat ratus koin emas!" Teriak nomor VIP nomor 6 dengan santai.
" Tetua, sepertinya anda sangat menginginkan barang itu." Ucap Xu Tian dengan terkekeh pelan, membuat wajah tetua klan Jun itu memerah.
" Jika kau memiliki uang, maka lakukanlah penawaran!" Teriak Patriak Klan Jun membuat tetua yang ada di ruangannya menghela nafas panjang.
" Tuan," Ucap Xie Heng.
" Dapatkan bagaimana pun caranya, kita bisa bermain dengan mereka saat barang selanjutnya."
" Baik."
" Dua puluh dua juta dua ratus ribu koin emas!"
" Hahahaha... Baiklah nak, aku mengakui kekalahan yang kedua." Patriak Klan Jun tertawa mengejek.
" Aku tidak membutuhkan pengakuanmu itu! Katakan saja jika memang kamu tidak memiliki uang untuk melakukan penawaran selanjutnya!" Ucap Xu Tian memprovokasi membuat semua orang menertawai Patriak Klan Jun.
" Kau!" Patriak Klan Jun dengan melepaskan auranya memfokuskan pada ruangan VIP nomor 2.
" Hentikan! Atau aku akan mendatangi Klan mu itu!" Ucap suara dari ruangan VIP nomor 7.
__ADS_1
" Patriak!" Ucap tetua Klan Jun dengan wajah pucat pasi.
Patriak Klan Jun menarik kembali auranya. " Patriak Xu, mohon maaf atas perilaku saya sebelumnya."
Sedangkan semua orang kini mulai dapat bernafas dengan lega setelah tekanan aura Patriak Klan Jun kembali di tarik.
Patriak Klan Xu hanya diam tanpa membalas.
" Lihat saja hingga waktunya tiba! Aku akan menghancurkan kalian semua!" Ucap kesal Patriak Jun di dalam hatinya.
" Baik! Jika tidak ada lagi yang melakukan penawaran, maka barang pertama dalam sesi lelang kedua di menangkan oleh tuan di ruangan VIP nomor 2. Selamat!"
Tepuk tangan dari semua orang terdengar. Mereka benar-benar tidak percaya akan menjadi saksi pertarungan kekayaan klan maupun kelompok kuat yang ada di di Wilayah Tengah ini.
Hingga acara lelang berlanjut pada barang kedua. Pelayan berjalan membawa kotak besar ke arah Bing Jia Li.
Bing Jia Li tersenyum menatap semua orang yang kini sudah tidak sabar melihat barang selanjutnya.
" Barang kedua pada lelang sesi kedua adalah.." Bing Jia Li mengambil barang tersebut, lalu memperlihatkan kepada semua orang.
" Apa!"
" Buah abadi!
Bukan hanya peserta yang ada di bangku biasa, bahkan ruangan VIP juga sangat terkejut melihat barang selanjutnya.
" Kalian tentunya tidak asing dengan buah ini, bukan?" Bing Jia Li dengan tersenyum manis.
" Kami akan membagi buah abadi ini dalam empat bagian, di mana setiap bagian terdapat dua buah. Harga awal setiap bagian kami hargai tujuh juta lima ratus ribu koin emas, dengan kelipatan lima ratus ribu koin emas. Silahkan!"
" Sepuluh juta koin emas!" Teriak Ruangan VIP nomor 7 dengan cepat.
" Bahkan Patriak Klan Xu langsung melakukan penawaran pertama kali,"
" Benar, aku tidak menyangka buah itu akan sangat di butuhkan oleh mereka."
Xu Tian yang berada di dalam ruangannya tersenyum dengan tipis. Apalagi saat dia kini telah mengetahui siapa sosok yang ada di dalam ruangan VIP nomor 7.
Sejak awal Xu Tian sangat penasaran dengan ruangan VIP nomor 7, yang terlihat sangat tenang.
" Aku tidak sabar ingin melihat Patriak Klan Xu." Batin Xu Tian, kemudian kembali fokus mengikuti acara lelang.
__ADS_1
Xie Heng sendiri terus memperhatikan Xu Tian yang tersenyum sendiri.