
Xu Tian bersama Bai Hu terus bergerak menuju arah barat. Di perjalanan Bai Hu merasa sedikit aneh dengan sikap Xu Tian.
Hingga beberapa saat kemudian, tiba-tiba Xu Tian mengubah wujudnya menjadi salah satu sosok yang sebelumnya dia masukan ke dalam Dunia Jiwa.
Bai Hu yang terlihat sangat terkejut menghentikan gerakannya dengan sikap waspada.
" Tuan muda, apa yang terjadi?" Tanya Bai Hu dengan khawatir.
Xu Tian yang kini menggunakan tampilan wajah salah satu sosok anggota Teratai Hitam tersenyum.
" Aku hanya sedang mencoba teknik yang baru saja aku pelajari beberapa minggu yang lalu," Jelas Xu Tian dengan tenang, lalu meminta Bai Hu untuk kembali bergerak agar segera sampai di Markas cabang Teratai Hitam.
Bai Hu yang merasa tidak akan mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, hanya dapat menahan diri dengan terus mengikuti Xu Tian.
" Swusshh...." Mereka berdua mulai memasuki Hutan Perbatasan.
Hutan tersebut menjadi pembatas antara Wilayah Timur dengan Wilayah Tengah.
Dengan terus bergerak memasuki Hutan, keduanya akhirnya menemukan sebuah bangunan yang cukup besar berada di arah selatan.
Xu Tian sendiri mengetahui letak markas cabang kelompok Teratai Hitam dari ingatan sosok yang saat ini dia gunakan tampilan fisik dan auranya.
" Swusshh.." Gerbang dunia jiwa muncul di kehampaan.
" Masuklah!" Perintah Xu Tian kepada Bai Hu.
" Ta-..."
" Tenang saja, aku hanya ingin sedikit bermain dengan mereka." Jelas Xu Tian kepada Bai Hu.
Bai Hu akhirnya mengalah dengan masuk ke dalam Dunia Jiwa.
" Swusshh...." Setelah Bai Hu masuk, kini giliran Shang Hai, Shang Gou, Shang Lou, Bai Mo, Yuan Qi, dan Fu Li Guan muncul.
" Tuan muda," Ucap mereka dengan hormat.
" Aku rasa kini giliran kalian untuk mencoba kekuatan yang baru saja naik tingkat," Ucap Xu Tian menatap mereka, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Bangunan besar yang berjarak sekitar dua ratus meter dari tempat mereka saat ini.
Shang Hai dan lainnya mengikuti arah pandangan Xu Tian.
" Apa kita akan menghancurkan mereka?"
" Benar. Tetapi sebisa mungkin untuk tidak membuat kerusakan yang terlalu besar, karena kita akan menggunakannya untuk Istana Xufelong." Jelas Xu Tian dengan tenang.
Mereka semua menganggukkan kepala, kemudian segera melaksanakan tugas Xu Tian dengan penuh semangat.
" Swusshh....."
__ADS_1
Ke-enamnya melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan Xu Tian yang masih berdiri di tempatnya.
Xu Tian menatap kepergian mereka dengan tersenyum, lalu menghilang dari tempatnya.
" Swusshh...."
Di Markas Teratai Hitam.
Shang Hai, Shang Gou, Shang Lou, Bai Mo, Fu Li Guan, dan Yuan Qi tiba di atas langit.
Matanya yang tajam menatap tempat di sekitarnya.
" Saatnya bersenang-senang!" Ucap Bai Mo yang langsung melepaskan serangan ke arah gerbang.
Tidak ingin diam saja, Shang Hai dan lainnya juga melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Bai Mo.
Tempat yang sebelumnya tenang dan damai kini menjadi sangat mencekam saat beberapa bangunan mendapatkan serangan dari Shang Hai dan lainnya.
Dari dalam bangunan, terlihat belasan ribu pasukan yang mulai keluar.
" B*jingan k*parat! Siapa kalian!" Teriak sosok yang terlihat paling mendominasi di bandingkan dengan yang lainnya.
" Hahahaha... Kalian tidak layak untuk menanyakan apapun itu kepada kami!" Ucap Bai Mo yang kembali melepaskan serangan ke arah kerumunan di bawahnya.
" Menghindar!" Teriak salah satu dari mereka.
Bai Mo tersenyum kecil, lalu menghilang dari tempatnya.
" Dhuaaarrrr..." Serangannya di tahan oleh sosok yang sebelumnya berbicara.
" Sangat kuat!" Batin sosok tersebut saat beradu serangan dengan Bai Mo.
" Cih! Kau sangat lemah ternyata." Ucap Bai Mo memprovokasi.
" Kau benar-benar tidak tahu diri. Menganggap diri terlalu tinggi dengan menyerang Markas Teratai Hitam. Mati!" Ucapnya bergerak menyerang Bai Mo.
" Wushhh..." Bai Mo ikut melesat menyambut serangan tersebut.
" Dhuaaarrrr...." Serangan mereka berdua kembali beradu menghasilkan ledakan dahsyat, tetapi kali ini sosok yang menjadi pemimpin pasukan Teratai Hitam itu terlempar puluhan meter dan melukainya dengan parah.
" Apa hanya segini saja kemampuanmu? Sungguh sangat memalukan!" Ucap Bai Mo dengan tersenyum mengejek.
Di tempat lain.
Pertempuran semakin pecah dengan Shang Hai, Shang Gou, Shang Lou, Yuan Qi, dan Fu Li Guan yang sangat mendominasi.
Pergerakan dan kecepatan mereka benar-benar membuat pasukan Teratai Hitam menjadi bulan-bulanan.
__ADS_1
" Dhuaaarrrr....."
" Dhuaaarrrr...."
Ledakan terus terjadi mengubah pasukan Teratai Hitam menjadi kabut darah dalam sekali serangan.
Pemimpin yang sebelumnya terlempar, menatap nanar pasukannya yang terbunuh dengan sangat mudah.
" Siapa mereka sebenarnya?" Batinnya dengan putus asa. Apalagi saat dia melihat Bai Mo yang melesat ke arahnya.
Saat jarak Bai Mo tersisa tiga meter darinya, tiba-tiba Xu Tian yang menggunakan tampilan wajah anggota Teratai Hitam muncul di tempat tersebut.
" Wushhh..." Bai Mo segera melepaskan serangan ke arah lain saat melihat kemunculan Xu Tian di depan pemimpin Teratai Hitam itu.
" Dhuaaarrrr...." Serangan Bai Mo menghancurkan bangunan didi sekitarnya.
Xu Tian terkekeh pelan menatap wajah ketakutan sosok yang menjadi pemimpin Teratai Hitam.
" Bo Yosheng, kau benar-benar terlihat sangat menyedihkan." Ucap Xu Tian dengan nada mengejek.
Pemimpin Teratai Hitam yang bernama Bo Yosheng mendengus dengan kesal mendengar hal itu, tetapi dia sedikit dapat bernafas dengan lega saat Bai Mo membelokan serangannya ke arah lain.
" Wushhh....." Bai Mo muncul di samping Xu Tian.
" Tuan," Ucap Bai Mo dengan hormat.
Bo Yosheng terlihat sangat terkejut dengan apa yang dia lihat dan dengar.
" Apa yang sebenarnya kau rencanakan Liang Ji!" Ucap Bo Yosheng dengan marah.
Xu Tian yang menggunakan tampilan Liang Ji tersenyum, lalu berjalan mendekati Bo Yosheng.
" Bo Yosheng.. Apa kau kira aku tidak mengetahui kebusukanmu itu? Kau memanfaatkan kesempatan saat Pemimpin Du Liang terbunuh, dan mengadu domba keluargaku?"
Saat Xu Tian mendapatkan informasi di dalam ingatan Liang Ji, dia sedikit mengetahui jika Liang Ji masuk ke dalam kelompok Teratai Hitam karena ingin membalaskan dendam atas kematian orang tuanya.
Liang Ji yang masih remaja kehilangan kedua orang tuanya atas perbuatan Bo Yosheng.
Di mana Bo Yosheng yang ternyata teman masa kecil ayahnya, memiliki dendam karena selalu di anggap memiliki bakat di bawah Liang Han, Ayah dari Liang Ji.
Dengan bergabung bersama Teratai Hitam, Bo Yosheng memiliki kekuasaan untuk menggerakkan pasukan. Berawal dari Bo Yosheng yang melaporkan jika Ayah Liang Ji dan Sektenya ingin menghancurkan Teratai Hitam.
Ayah Liang Ji sendiri di angkat menjadi seorang Patriak, hal ini membuat Bo Yosheng semakin iri dan dengki, hingga dia rela mengkhianati Liang Han dan membunuhnya.
Awalnya Bo Yosheng juga ingin membunuh Liang Ji, hanya saja salah satu petinggi Teratai Hitam yang ikut dalam penyerangan tertarik dengan bakat yang di miliki olehnya, hingga akhirnya dia mengangkat Liang Ji sebagai murid.
Hal ini membuat Bo Yosheng tidak dapat bertindak seenaknya terhadap Liang Ji. Hingga dia sering memberikan misi yang berat dengan harapan Liang Ji terbunuh dalam misi tersebut.
__ADS_1