Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
51. Kota Hanzi Wilayah Tengah


__ADS_3

Setelah melakukan perdebatan panjang, Xu Tian akhirnya bergerak pergi meninggalkan posko perbatasan.


Setelah kepergian Xu Tian, salah satu penjaga perbatasan meminta rekannya untuk menyelidiki keberadaan Istana Xufelong.


" Baik!"


Dua penjaga perbatasan lalu pergi memasuki wilayah Timur.


" Aku harus melaporkan hal ini," Ucap penjaga perbatasan yang bertindak sebagai pemimpin.


Xu Tian yang masih dapat mendengar pembicaraan mereka hanya tersenyum tipis.


" Kalian tidak akan pernah mendapatkan informasi apapun. Bahkan kalian yang bermain denganku, tidak akan kembali dalam keadaan utuh!" Ucap pelan Xu Tian, lalu mengirimkan pesan kepada Feng Huang.


" Wushhh...." Xu Tian menambah kecepatannya.


Hingga lima belas menit kemudian, Xu Tian mendengar suara ledakan dari arah selatan.


" Apa yang terjadi?" Batin Xu Tian dengan menyebarkan persepsinya.


" Hm..." Xu Tian bisa merasakan puluhan orang yang sedang melakukan pengaturan.


Penasaran dengan kedua kelompok yang sedang bertarung, Xu Tian segera melesat menuju arah ledakan.


Suara ledakan terdengar dari berbagai arah, puluhan orang dengan kelompok berbeda saling melepaskan serangan menggunakan senjata maupun tangan kosong.


Tidak lama kemudian, Xu Tian tiba tidak jauh dari tempat pertempuran di antara kedua kelompok tersebut.


Dengan tenang Xu Tian terus memperhatikan mereka semua.


" Mereka terlalu asik dengan pesta sendiri. Dengan identitas sebagai penjaga perbatasan, membuat mereka bertindak seenaknya!" Xu Tian menghilang dari tempatnya.


" Dhuaaarrrr....." Ledakan keras terjadi melempar salah satu penjaga perbatasan yang bersiap melepaskan pukulan ke arah lawannya.


Melihat penjaga perbatasan yang terlempar, membuat pemuda yang sedang terkapar di tanah segera mencari siapa yang telah menolongnya.


" Swusshh...." Xu Tian terus bergerak dengan cepat ke arah satu persatu penjaga perbatasan, melepaskan serangan tapak maupun pukulan.


" Booms....."


" Dhuaaarrrr..."


Satu persatu penjaga perbatasan terlempar dengan luka yang cukup parah. Hal itu membuat kelompok yang sedang berhadapan dengannya hanya dapat terdiam dengan mulut terbuka sempurna.


" Sangat kuat!" Batin mereka semua dengan terus mencoba mencari tahu sosok yang kini hanya terlihat kilatan cahaya.


Xu Tian sendiri sengaja melakukan hal itu, karena dia hanya berniat membantu dan memberikan pelajaran pada penjaga perbatasan, setelah itu dia akan langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Setiap kali salah penjaga perbatasan ingin berbicara, tiba-tiba wajahnya sudah terlebih dulu mendapatkan tamparan dengan telak.


" Bagaimana bisa mereka hanya diam saja melihat ketidakbecusan ini! Apa karena Istana Langit sangat kuat, sehingga orang-orang di Dunia Dewa hanya diam menutup mata dengan tindakan mereka yang semena-mena!" Batin Xu Tian dengan kesal.


Menurut Xu Tian, adanya penjaga perbatasan tidak terlalu penting. Mereka hanya memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Apalagi dalam peraturan telah tetapkan untuk para petinggi yang memiliki urusan di wilayah lain harus melapor kepada mereka.


Dengan hal ini saja sudah sangat jelas, di mana pergerakan mereka selalu di awasi oleh para b*jingan dewa.


Xu Tian benar-benar tidak habis pikir dengan hal ini.


" Sepertinya aku juga harus menyelidiki masalah ini saat tiba di perbatasan." Xu Tian kembali melepaskan tamparan, lalu melesat pergi dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat tersebut.


" Wushhh...."


Kelompok yang sebelumnya bertarung dengan penjaga perbatasan terlihat sangat bingung, mereka masih belum memahami apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu.


" Lebih baik kita pergi meninggalkan mereka. Atau penjaga perbatasan yang lain akan datang ke tempat ini,"


" Baik." Mereka semua dengan cepat pergi meninggalkan tempat tersebut.


*******


Di tempat lain.


Xu Tian terus melesat ke arah kota terdekat, dengan kecepatan tinggi.


Awalnya Xu Tian memang berencana mengajak mereka, hanya saja setelah ketiga sekte hancur, Xu Tian lebih memilih mereka untuk tetap berada di Istana Xufelong.


Apalagi saat ini Xu Tian memiliki beberapa rencana. Seperti melakukan perekrutan murid Sekte, pengaturan tentang bisnis, dan menarik kekuatan-kekuatan yang ada di Wilayah Timur di bawah kendalinya.


Xu Tian sengaja menggunakan bisnis rumah lelang sebagai daya tarik kekuatan yang ada di Wilayah Timur. Karena tidak mungkin mereka akan menolak jika di hadapkan dengan sumber daya dan keuntungan yang besar. Apalagi jika mengenai perkembangan tingkat kultivasi.


" Swusshh...." Xu Tian menambah kecepatannya, setelah beberapa waktu yang lalu sempat memperlambat pergerakannya.


Hingga beberapa waktu kemudian, Xu Tian akhirnya melihat sebuah kota tidak jauh dari tempatnya.


" Kota pertama yang akan aku singgahi di Wilayah Tengah," Xu Tian kemudian mendekat ke arah gerbang.


Hingga pada jarak lima puluh meter, Xu Tian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.


Dengan tenang dirinya masuk ke dalam barisan untuk mengantri masuk ke dalam Kota Hanzi.


" Aku dengar Klan Lin akan melakukan kompetisi menentukan murid yang menjadi perwakilan di kompetisi Wilayah nanti," Seorang pemuda yang tidak jauh dari tempat Xu Tian berbincang dengan rekannya.


" Benar, aku dengar mereka memiliki banyak generasi muda yang berbakat,"


" Hais... andai saja aku bisa menyaksikannya.."

__ADS_1


" Hanya orang-orang penting saja yang bisa menghadiri kompetisi Klan Lin."


Xu Tian yang mendengar pembicaraan kedua pemuda itu merasa cukup tertarik.


" Sepertinya akan menarik, semoga saja aku mendapatkan informasi penting di sana," Ucap pelan Xu Tian dengan tersenyum.


Hingga akhirnya giliran Xu Tian melakukan pemeriksaan.


" Tunjukan identitas!" Prajurit dengan ramah.


" Penjaga, identitasku hilang.." Ucap Xu Tian yang tidak ingin memperlihatkan identitas miliknya.


Prajurit mengerutkan keningnya, kemudian bertanya kepada rekannya.


" Baiklah. Kamu akan di kenakan biaya agar bisa masuk ke dalam kota. Ingat! kamu harus hati-hati saat berada di dalam kota karena tidak memiliki identitas." Prajurit menasehati Xu Tian.


Xu Tian menganggukan kepala, kemudian segera memberikan lima keping koin emas kepada prajurit.


" Terima kasih paman," Xu Tian Kemudian segera masuk ke dalam kota Hanzi.


Kota Hanzi adalah kota terdekat dengan perbatasan. Di mana kota ini menjadi tempat peristirahatan untuk mereka yang melakukan perjalanan melewati perbatasan wilayah.


Xu Tian yang sudah berada di dalam kota Hanzi, merasa kagum dengan keindahan kota tersebut.


Terlihat di sisi kana kiri jalan pejalan kaki yang begitu ramai, serta toko-toko yang di penuhi pembeli.


Xu Tian yang merasa lapar, berniat mencari restoran.


Hingga tidak lama kemudian, dia menemukan restoran sederhana. Dengan cepat dia menuju bangunan dua lantai itu.


" Tuan muda, selamat datang." Ucap seorang pelayan menyambut kedatangan Xu Tian dengan tersenyum.


" Apa masih ada tempat yang tersisa?" Xu Tian bertanya, karena di dalam restoran terlihat cukup ramai.


" Ada tuan muda, hanya saja tempat yang tersisa berada di lantai dua," Pelayan menjelaskan.


" Tidak masalah, bawa aku ke sana."


" Baik, tuan muda."


Kemudian pelayan segera mengarahkan Xu Tian menuju lantai dua.


Saat Xu Tian masuk ke dalam restoran, dia menjadi pusat perhatian beberapa orang yang sedang bersantai.


Xu Tian sendiri hanya bersikap cuek dan terus berjalan mengikuti pelayan tanpa menghiraukan pandangan mereka semua.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2