Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
64. Meninggalkan Rumah Lelang


__ADS_3

Xie Heng dan pelayan saling menatap, dengan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


" Itu tuan-...." Xie Heng dengan bingung ingin mengatakan apa.


Xu Tian menggelengkan kepalanya, saat melihat mereka berdua yang tiba-tiba sedang duduk di atas lantai, dengan kedua bola mata yang membesar Apalagi saat melihat keduanya membuka mulut dengan lebar.


Xie Heng dan pelayan bangkit berdiri, menatap ke arah Xu Tian.


" Kita pergi sekarang."


" Baik." Jawab keduanya, kemudian mengikuti Xu Tian keluar dari ruangan VIP nomor 2.


Xu Tian terus berjalan melewati setiap lorong bersama Xie Heng dan pelayan di sampingnya, menuju ruangan manajer rumah lelang Bing.


Di perjalanan, Xu Tian mencoba bersikap tenang saat merasakan beberapa aura terus mengawasinya.


" Hais... Apa yang sebenarnya mereka inginkan," Batin Xu Tian dengan terus berjalan.


Hingga tidak lama kemudian, mereka akhirnya tiba. Terlihat di depan ruangan manajer sudah berdiri seorang wanita bersama seorang tetua yang sepertinya memang menunggu Xu Tian.


" Tuan muda, perkenalkan saya Bing Jia Li." Ucap Bing Jia Li memperkenalkan diri.


" Nona Jia Li, saya Tian. Senang berkenalan dengan nona," Balas Xu Tian dengan tersenyum.


" Tuan muda, saya juga senang dapat berkenalan dengan anda."


Tetua Bing Gu, kemudian mengajak Xu Tian dan lainnya untuk masuk ke dalam ruangan manejer.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka, mereka semua segera masuk ke dalam.


Terlihat di dalam ruangan sudah duduk beberapa sosok yang terlihat sangat mendominasi.


" Tuan," Ucap Xie Heng melalui telepati, saat melihat Patriak Klan terkuat di Wilayah Tengah juga ada di dalam ruangan tersebut.


" Tidak perlu khawatir,"


Xie Heng menganggukkan kepala.


Xu Tian berjalan, lalu memberikan hormat pada semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


Patriak Klan Xu, Klan Qing, dan Klan Lin terus memperhatikan Xu Tian.


" Tuan Tian, perkenalkan mereka adalah Patriak Xu Zentian dari Klan Xu, Patriak Qing Haocun dari Klan Qing, dan Patriak Lin Zhao Chen dari Klan Lin." Bing Yang memperkenalkan mereka sosok yang ada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


Xu Tian segera memperkenalkan dirinya pada mereka bertiga. Tanpa membawa nama marganya.


" Nak, dari mana kamu berasal?" Tanya Patriak Xu Zhentian dengan tenang.


" Patriak, aku hanya seorang pengembara yang kebetulan sedang singgah di tempat ini. Dan kebetulan juga kedatanganku ke tempat ini bersamaan dengan acara lelang." Ucap Xu Tian masih dengan sikap tenangnya.


Mereka bertiga hanya menganggukan kepala. Bing Yang merasa situasi semakin canggung, segera mengalihkan perhatian.


" Tuan, di dalam cincin penyimpanan ini terdapat busur panah pelangi, dan peta kuno yang sebelumnya tuan menangkan. Harga busur panah pelangi, dua belas juta koin emas. Peta kuno, seratus juta koin emas. Totalnya menjadi seratus dua belas juta koin emas. Sedangkan hasil dari lelang buah-buahan abadi, seratus juta koin emas. Saya tidak akan mengambil keuntungan dari penjualan buah-buahan tersebut, dan aku juga ingin mengucapkan permintaan maaf karena tidak mampu menjaga identitas tuan. Dengan ini, tuan muda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar kekurangannya." Jelas Bing Yang dengan perasaan tidak enak. Apalagi saat melihat wajah Xu Tian yang kesal.


Lin Chen lalu segera menerimanya, kemudian menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan miliknya.


" Terima kasih." Ucap Xu Tian dengan cepat.


" Apa tuan tidak ingin memeriksa nya terlebih dulu?" Tanya Bing Yang dengan menatap Xu Tian.


" Tidak perlu,"


" Tuan, sekali lagi aku mengucapkan permintaan maaf atas kejadian ini." Bing Yang kini semakin merasa bersalah.


Xu Tian tersenyum tipis. " Tidak ada yang perlu di maafkan. Semua telah terjadi,"


" Karena urusanku di tempat ini telah selesai, aku bersama Xie Heng pamit undur diri." Xu Tian kepada semua orang yang ada di dalam ruangan.


Ketiga patriak yang sejak tadi hanya diam menyimak pembicaraan mereka berdua, mulai membuka suara.


" Mungkin aku akan beristirahat beberapa hari, sebelum kembali melanjutkan perjalanan." Ucap Xu Tian dengan tersenyum.


" Sebaiknya kita biarkan dia pergi. Aku rasa kita telah membuatnya tidak nyaman. Aku akan meminta pasukan khusus untuk mengawasi dari kegelapan," Ucap Patriak Xu Zhentian melalui telepati kepada kedua Patriak lainnya.


Patriak Qing Haocun dan Patriak Lin Zhao Chen menyetujui hal itu. Mereka juga merasa bersalah telah membuat Xu Tian merasa tidak nyaman.


Mereka bertiga tidak memiliki niat buruk sedikitpun kepada Xu Tian. Kedatangan mereka selain mengambil barang lelang yang di dapatkan, juga Ingin membicarakan beberapa hal kepadanya.


Namun setelah melihat bagaimana kejadian beberapa saat yang lalu, mereka memutuskan untuk membicarakan hal itu di lain waktu.


Xu Tian segera berpamitan kepada semua orang, lalu pergi meninggalkan rumah lelang Bing bersama Xie Heng.


******


Di tempat lain.


Xu Tian dan Xie Heng terus bergerak menuju penginapan.


" Tuan, apa aku harus membereskan mereka?" Tanya Xie Heng yang merasakan beberapa sosok terus mengikuti.

__ADS_1


Xu Tian menganggukkan kepala. " Selesaikan dengan cepat. Aku akan menunggu mu di penginapan."


" Baik," Long Hei bergerak ke arah berbeda. Xu Tian dengan cepat bergerak dengan kecepatan penuh.


Satu kilometer dari tempat mereka berdua sebelumnya, terlihat sekitar lima pria yang terus bergerak.


" Kemana mereka pergi?"


" Ke arah barat!" Ucap salah satu dari mereka.


" Jangan biarkan dia pergi meninggalkan ibu kota."


Xie Heng sengaja melepaskan aura miliknya, untuk memancing kelima pria itu mengikuti dirinya.


" Cukup cerdik." Ucap sosok lain yang bersembunyi di balik awan.


Mereka adalah orang-orang yang di tugaskan oleh Patriak Klan Xu. Bahkan orang-orang Klan Ling juga berada tidak jauh dari mereka.


Xu Tian terus bergerak dengan kecepatan penuh, hingga saat merasakan lima aura yang menjauh, dia mulai menurunkan kecepatannya.


Xu Tian tersenyum saat merasakan sosok di balik awan. " Belum saatnya kita bertemu. Aku masih perlu mengurus beberapa hal lagi sebelum mengunjungi kalian." Batin Xu Tian dengan terus bergerak.


Xu Tian sebenarnya sangat ingin ikut bersama ketiga patriak itu, hanya saja dia masih perlu waktu untuk melakukan hal tersebut.


Tidak lama kemudian, Xu Tian akhirnya tiba di depan penginapan. Lalu segera turun masuk ke dalam penginapan.


*****


Di tempat lain.


Xie Heng dengan tenang berdiri menunggu kedatangan kelima sosok yang mengikutinya.


Hingga tidak lama kemudian, kelimanya tiba di tempat Xie Heng.


" Mengirim lima ekor semut untuk membunuh tuanku? Apa Klan Jun bercanda dengan hal ini?" Ucap Xie Heng saat melihat jarak mereka berhenti sekitar lima puluh meter.


" Cih! Serahkan bocah b*jingan itu sekarang! Atau kami akan membunuhmu!" Teriak salah satu dari mereka.


Xie Heng mendengus dengan kesal.


"Wushhh...." Xie Heng melesat dengan cepat ke arah kelimanya.


" Bersiap!"


" Mati!"

__ADS_1


" Dhuaaarrrr...."


__ADS_2