Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
83. Kembali Ke Ibu Kota


__ADS_3

Xu Tian berdiri di tempatnya menatap ke arah Naga.


" Penguasa," Sebuah suara muncul di dalam pikiran Xu Tian.


" Long Zi, terima kasih," Ucap Xu Tian dengan tersenyum, namun di dalam ucapannya terdapat rasa kesedihan.


" Apa yang aku lakukan, sudah menjadi kewajibanku untuk mengabdi pada penguasa."


Xu Tian menggelengkan kepalanya dengan pelan. " Kau sangat ceroboh Long Zi. Bagaimana jika aku terlambat mengingat semuanya, kau pasti akan benar-benar menghilang dari dunia ini," Ucap pelan Xu Tian dengan menghela nafas panjang.


" Roarghh...." Long Zi kemudian kembali pada wujudnya, yaitu tombak Naga.


" Wushhh..." Tombak Naga melesat ke arah Xu Tian, kemudian berdengung dengan pelan sebelum akhirnya benar-benar tenang.


" Kau selalu seperti ini," Xu Tian dengan tersenyum, kemudian tombak naga lenyap menghilang.


" Wushhh... Wushhh..." Long Hei, Feng Louzhi, Bai Hu, dan Xie Heng muncul di samping Xu Tian, lalu segera memberikan hormat.


" Bagaimana keadaan kalian?" Xu Tian menatap ke arah mereka satu persatu.


" Penguasa, kami semua baik-baik saja," Jawab Long Hei di angguki oleh lainya.


" Penguasa, lalu apa rencana kita selanjutnya?" Tanya Feng Louzhi dengan menatap tempat di sekitarnya.


Terlihat kini keadaan Gunung Teratai sudah menjadi hamparan tanah lapang. Sudah tidak ada lagi bangunan dan pepohonan di sekitarnya.


Xu Tian terdiam, hingga beberapa saat kemudian tersenyum senang. " Kita akan menggunakan tempat ini sebagai markas utama. Untuk di wilayah timur, kita akan memfokuskan menjadi tempat Sekte Xufelong."


Mereka semua saling menatap satu sama lain.


" Tuan muda, itu rencana yang sangat bagus. Bagaimana juga, wilayah tengah memiliki aura spiritual yang lebih tebal di bandingkan keempat wilayah lainnya." Ucap Bai Hu dengan senang.


Xu Tian menganggukkan kepala, lalu meminta mereka untuk memberikan kabar kepada Feng Huang untuk segera membangun tempat itu menjadi markas utama Istana Xufelong.


" Aku akan kembali menuju Ibu kota. Kalian urus masalah di tempat ini. Mungkin aku akan pergi menuju alam illahi setelah kompetisi wilayah. Untuk saat ini, kita akan fokus untuk menyelesaikan masalah di dunia dewa terlebih dulu," Ucap Xu Tian menatap keempatnya.


" Baik, tuan muda." Ucap mereka dengan hormat.


Setelah membicarakan beberapa hal lainnya, Xu Tian kemudian mengeluarkan Patriak Jun Tao, Liang Ji, dan kedua rekan Liang Ji.


" Urus Patriak bodoh ini. Dan untuk mereka bertiga, akan menjadi bagian dari kita. Aku minta kalian tetap awasi mereka, jangan sampai salah satu dari mereka membuat masalah," Ucap Xu Tian, kemudian segera melesat pergi meninggalkan gunung teratai.


Setelah kepergian Xu Tian, Long Hei berjalan ke arah Patriak Jun Tao, Liang Ji, dan kedua rekannya.

__ADS_1


" Jangan pernah berfikir untuk mengkhianati kepercayaan penguasa, atau aku akan membuatmu merasakan siksaan selama seribu tahun," Ucap Long Hei menatap tajam Liang Ji dan rekannya.


" Baik, tuan."


Kemudian Long Hei mengalihkan tatapannya, dengan menatap ke arah Patriak Jun Tao. " Bai Hu! Apa kau tidak ingin bersenang-senang dengannya. Lihatlah, bukankah wajah kesakitannya terlihat keren?" Ucap Long Hei terkekeh geli.


Feng Louzhi ikut tertawa mendengar ucapan Long Hei, lalu berjalan mendekati Patriak Jun Tao. " Sepertinya bersenang-senang dengannya terlebih dulu tidak buruk, sebelum kita melaksanakan tugas dari penguasa,"


Patriak Jun Tao yang sudah tidak mampu berdiri itu, hanya mampu menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.


Liang Ji dan rekannya hanya mampu menelan ludahnya dengan kasar. Apalagi saat mengingat bagaimana Long Hei menyerangnya dulu.


" Apa mereka akan selalu seperti ini?" Batin Xie Heng yang merasa tidak biasa dengan perilaku ketiga saudaranya itu.


*****


Di tempat lain.


Kilatan cahaya keemasan melesat membelah angin dengan kecepatan tinggi. Hingga tiga jam kemudian, cahaya itu mulai bergerak memasuki kawasan ibu kota wilayah tengah.


" Wushhh..." Xu Tian muncul di atas langit Klan Xu.


Matanya yang tajam menatap tempat di sekitarnya. Beberapa saat kemudian, Patriak Xu Zhentian yang merasakan kehadiran seseorang, tiba di samping Xu Tian.


" Kakek, katakan kepada yang lain untuk kembali ke Klan masing-masing. Dan aku juga ingin meminta bantuan mereka untuk mengawasi setiap perbatasan yang ada,"


Patriak Xu Zhentian menganggukkan kepala, kemudian mengirimkan pesan kepada keempat Patriak yang lainnya. Dia juga meminta para tetua klan Xu untuk kembali dan menyisakan beberapa anggota untuk berjaga di sekitar ibu kota.


" Nak, sebaiknya kamu beristirahat memulihkan diri terlebih dulu. Tiga hari lagi kompetisi akan di mulai, dan aku dengar beberapa perwakilan sudah mulai menuju ibu kota,"


" Baik, aku akan kembali ke ruanganku." Xu Tian memberikan hormat, lalu pergi meninggalkan Patriak Xu Zhentian.


Patriak Xu Zhentian menatap ke arah Xu Tian dengan bahagia. " Akhirnya, kejayaan klan Xu akan benar-benar kembali," Batinnya, lalu pergi dari tempat itu.


Klan Xu.


Xu Tian dengan tenang berjalan ke ruangan yang sebelumnya dia tempati. Setelah tiba di depan kamarnya, ia segera masuk ke dalam.


Di dalam kamar.


Xu Tian segera menyegel ruangan itu, lalu masuk ke dalam dunia jiwa.


" Wushhh...." Tubuh Xu Tian muncul di depan Istana Langit.

__ADS_1


" Apa mereka sedang berlatih?" Batin Xu Tian menatap ke arah tempat yang biasa di gunakan oleh Qing Ling untuk berlatih.


Setelah merasa di dalam Istana Langit tidak ada orang, Xu Tian akhirnya berjalan masuk ke dalam menuju aula kultivasi.


Setibanya di aula kultivasi, Xu Tian duduk mengambil sikap lotus untuk memulihkan diri.


*****


Istana Langit, Dunia Dewa.


Di hamparan awan yang luas, berdiri bangunan istana megah yang mengambang.


Di salah satu Istana megah itu, terlihat tiga orang pria yang sedang duduk menikmati arak.


" Apa kita akan menyaksikan acara kompetisi wilayah?" Ucap salah satu dari mereka yang menggunakan pakaian berwarna merah.


" Bukankah memang kita telah memiliki rencana?" Pria berpakaian biru tua menimpali.


" Aku sangat menantikan jenius yang akan hadir dalam kompetisi wilayah kali ini. Semoga saja salah satu dari mereka ada yang bisa kita andalkan untuk menjadi pemimpin di kelima wilayah dunia dewa,"


" Benar. Aku sudah tidak sabar menjadikan mereka sebagai bidak catur kita untuk menghancurkan Klan Xu. Terutama tetua agung Huangshen!" Ucap pria berpakaian merah dengan meninju udara.


" Hahahaha... Kalian tenang saja. Aku rasa semua rencana kita kali ini akan berjalan dengan lancar."


Mereka bertiga tersenyum, lalu kembali menikmati minum arak bersama.


*****


Di tempat lain.


Sebuah lingkaran cahaya muncul di kehampaan, beberapa saat kemudian muncul rombongan kecil yang keluar dari lingkaran cahaya tersebut.


" Setelah sekian lama, akhirnya aku dapat menghirup kembali udara di dunia kelahiranku," Ucap pria yang ada di rombongan itu.


Dua gadis kecil dengan delapan sosok lainnya terlihat bingung mendengar ucapan pria itu.


" Ayah, mengapa ayah mengatakan hal itu?" Tanya salah satu gadis kecil itu dengan memicingkan matanya.


Pria itu menggaruk belakang kepalanya dengan bingung ingin menjelaskan dari mana.


" Mei'er..."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Lanjut nanti siang, Tinggalkan Like dan komentar!


__ADS_2