Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
24. Pertemuan


__ADS_3

Dunia Jiwa.


Xu Tian yang sedang tidur bersama Qing Ling perlahan terbangun saat cincin penyimpanan miliknya bergetar.


Dengan menatap wajah Qing Ling yang berada di sampingnya, Xu Tian kemudian segera memeriksa pesan tersebut.


Hingga beberapa saat kemudian dia telah mendengarkan isi pesan yang di kirimkan oleh Feng Huang.


" Sebaiknya aku segera membersihkan diri, lalu menemui mereka," Ucap Xu Tian yang kemudian mengecup singkat kening Qing Ling sebelum pergi untuk membersihkan diri.


Setengah jam kemudian, Xu Tian kembali ke kamarnya di sambut oleh Qing Ling yang baru saja terbangun.


" Gege.." Ucap Qing Ling dengan tersenyum.


" Ling'er, bersihkan dirimu. Aku akan keluar menemui yang lainnya untuk membicarakan beberapa hal sebelum kita pergi meninggalkan Desa Huli,"


" Baik..." Ucap Qing Ling yang langsung bangkit dari ranjang.


Xu Tian tersenyum, kemudian melangkah kaki keluar dari dalam kamar.


****


Di Balai Desa Huli.


Semua orang duduk di tempatnya masing-masing.


Di dalam ruangan itu, sudah ada Leluhur Dong Feng, Patriak Dong Luan, Leluhur Gang, Patriak Zheng Li, Leluhur Mo dan Patriak Li Kai, tetua Sekte Macan Putih, tetua Sekte Gunung Api, tetua Sekte Pedang Emas, serta Patriak dan perwakilan tetua dari masing-masing klan yang ada di Desa Huli dan kota di sekitarnya.


Semua orang terlihat bertanya-tanya dengan pertemuan mendadak ini. Meski mereka mengetahui telah terjadi kekacauan besar-besaran, namun mereka masib belum mengetahui tujuan dari pertemuan kali ini.


Hingga beberapa saat kemudian Feng Louzhi, Feng Huang, dan Bai Hu memasuki ruangan.

__ADS_1


Semua orang yang ada di dalam segera mengalihkan pandangan mereka ke arah tiga orang tersebut, beberapa dari mereka yang belum mengetahui ketiganya bahkan terlihat tidak menyukai kehadirannya yang datang telat dalam pertemuan ini.


" Saya mengucapkan terima kasih kepada kalian semua. Untuk pertemuan kali ini kita akan menunggu tuan muda datang terlebih dulu." Ucap Feng Huang menatap semua orang.


" Cih! Mengapa kita harus menunggu tuan mudanya," Ucap pelan salah satu tetua dari kota Hong.


Feng Louzhi yang mendengar ucapan tersebut, segera mengalihkan pandangannya menatap tetua dari kota Hong dengan tatapan tajam.


Feng Huang yang berada di samping Feng Louzhi mencoba menenangkannya, meski dirinya juga merasa kesal, tapi dia tidak ingin membuat suasana di tempat itu menjadi kacau.


Sedangkan Leluhur maupun Patriak sekte yang telah mengetahui bagaimana kekuatan Xu Tian, hanya mampu menggelengkan kepalanya dengan menatap kesal tetua tersebut.


" Sebaiknya tetua lebih bisa mengendalikan diri, atau nyawa tetua yang akan menjadi taruhannya," Ucap Tetua dari Klan Zhu mengingatkan.


Saat tetua dari kota Hong itu ingin menjawab, tiba-tiba datang seorang pemuda tampan menggunakan pakaian berwarna biru langit memasuki ruangan.


Dengan langkah tenang, pemuda itu berjalan menuju tempat yang sudah di sediakan khusus olehnya.


Feng Louzhi, Feng Huang, Bai Hu, serta Leluhur dan Patriak sekte segera memberikan hormat kepadanya.


Pemuda itu yang tidak lain Xu Tian, tersenyum dengan mengangkat salah satu tangannya untuk menjawab hormat mereka.


" Tuan muda, silahkan," Feng Louzhi mempersilahkan Xu Tian menempati tempat duduknya. Sedangkan Feng Huang, Feng Louzhi, dan Bai Hu berdiri di samping dan belakang Xu Tian.


Semua orang fokus menatap Xu Tian dengan berbagai pertanyaan, apalagi mereka yang belum mengetahui siapa sosok Xu Tian sebenarnya.


" Mohon maaf karena telah membuat kalian semua menunggu. Pertama saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua yang telah meluangkan waktu untuk datang dalam pertemuan mendadak ini. Aku Xu Tian, akan membicarakan beberapa hal mengenai kekacauan yang sebelumnya terjadi, di mana kelompok Teratai Hitam melakukan serangan hingga membuat keadaan Desa Huli menjadi kacau dengan bangunan yang hancur, maupun yang tewas dalam kekacauan ini." Ucap Xu Tian membuka pertemuan dengan mengitari pandangannya.


" Untuk kalian yang merasa tidak nyaman berada di dalam ruangan ini, silahkan keluar sekarang, sebelum aku kembali melanjutkan pertemuan ini." Ucap Xu Tian sekali lagi setelah melihat beberapa tetua yang terlihat tidak menyukai dirinya.


Setelah mendengar ucapan Xu Tian, sekitar sepuluh tetua bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


" Hanya membuang-buang waktuku saja. Aku sama sekali tidak tertarik dengan obrolan kalian semua, terutama dirimu," Ucap tetua yang sejak awal sudah tidak menyukai sosok Xu Tian.


" Benar. Untuk apa kita mendengarkan ocehan pemuda sepertinya," Tetua dari Kota Hong menimpali.


Delapan tetua yang bangkit dari tempat duduknya setuju dengan ucapan kedua tetua tersebut, hingga akhirnya mereka semua melangkahkan kaki menuju pintu keluar.


" Tuan muda, apa kita harus memberikan sedikit pelajaran kepada meraka? Anggap saja buah tangan atas kehadiran mereka di tempat ini," Ucap Feng Louzhi dengan penuh senyum.


Semua orang yang telah melihat bagaimana kekuatan Feng Louzhi, hanya mampu mengumpat dalam hati mereka masing-masing.


" Bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu dengan sangat mudah, bahkan aku tidak dapat membayangkan bagaimana dia memberikan pelajaran kepada tetua-tetua itu." Ucap Patriak Zheng Li berbicara dengan Patriak Dong Luan dan Patriak Li Kai melalui telepati.


Keduanya bergedik ngeri membayangkan apa yang akan di lakukan Feng Louzhi.


Xu Tian menggelengkan kepalanya. " Tidak perlu. Saat ini ada hal yang lebih penting untuk kita bahas."


" Baik, tuan muda."


Xu Tian kembali menatap semua orang yang masih setia berada di tempat duduknya.


" Apa masih ada yang ingin pergi meninggalkan tempat ini?" Tanya Xu Tian dengan tenang.


" Tidak ada tuan muda," Ucap mereka semua serempak.


" Baik, jika begitu aku akan menjelaskan beberapa hal yang akan kita lakukan. Pertama, aku ingin kalian semua bersama-sama membangun kembali Desa Huli yang telah hancur. Kedua, aku ingin Klan yang ada di sekitar Desa Huli maupun kota-kota terdekat untuk mengumpulkan jenius kalian. Yang ketiga, aku ingin ketiga sekte untuk menerima jenius Klan menjadi bagian dari kalian semua. Yang keempat, dalam persiapan kali ini, aku ingin kalian semua memperketat penjagaan di setiap Desa maupun kota-kota. Untuk Leluhur serta Patriak Sekte, aku ingin kalian menemuiku setelah semua yang aku katakan telah di lakukan. Dan aku juga meminta kesediaan kalian untuk menjelaskan secara detail sejarah Desa Huli," Ucap Xu Tian menatap semua orang.


" Tuan muda, untuk hal itu hanya ketua desa Huli yang memiliki gulungan mengenai sejarah Desa Huli." Ucap Manajer Ang, yang kemudian menatap Su Gong.


Su Gong yang kini menjadi pusat perhatian semua orang, segera bangkit dari tempat duduknya berjalan ke arah Xu Tian.


" Tuan muda, di dalam gulungan ini terdapat semua sejarah maupun rahasia desa Huli. Hanya saja hingga saat ini saya belum mampu membukanya." Ucap Su Gong menyerahkan gulungan kepada Xu Tian.

__ADS_1


Xu Tian menerima, kemudian melihat gulungan yang tersegel.


" Informasi mengenai sejarah Desa Huli saja tersegel, bahkan segel ini cukup kuat sehingga Su Gong tidak dapat membukanya. Sepertinya Desa Huli memiliki rahasia yang cukup besar." Batin Xu Tian dengan terus melihat ke arah gulungan tersebut.


__ADS_2