Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
43. Menolong Gadis Kecil


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Xu Tian dan Bai Hu tiba di sebuah sebuah pegunungan.


Dari jauh tiba-tiba mereka berdua melihat kepulan asap yang sangat besar di balik gunung tersebut.


" Tuan muda, sepertinya telah terjadi sesuatu di kota tersebut?" Ucap Bai Hu menatap kota terakhir sebelum mereka tiba di perbatasan Wilayah Timur dan Wilayah Tengah.


" Benar, sepertinya telah terjadi penyerangan di sana." Xu Tian menghembuskan nafasnya, padahal dia ingin beristirahat di kota itu setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan.


Selama tiga hari mereka berdua terus bergerak tanpa beristirahat agar segera tiba di perbatasan.


Namun saat mereka memutuskan untuk beristirahat, ternyata tidak sesuai dengan harapan.


Xu Tian dan Bai Hu melesat menuju kota, hingga saat tiba di atas langit, mereka dapat melihat bangunan-bangunan yang telah hancur dan terbakar.


" Tuan muda, sepertinya penyerang baru saja terjadi beberapa saat yang lalu," Bai Hu dengan memindai tempat di sekitarnya


Xu Tian melakukan hal yang sama, hingga pandangannya tertuju pada seorang gadis kecil berumur sekitar 5 tahun sedang menangis di depan mayat kedua orang tuanya.


" Bai Hu, periksa seluruh tempat yang ada di kota ini. Aku akan membantu gadis malang itu," Ucap Xu Tian yang kemudian menghilang dari tempatnya.


Bai Hu segera melaksanakan perintah Xu Tian untuk memeriksa setiap sudut kota.


" Wushhh...."


Xu Tian muncul di samping gadis kecil yang terlihat kumuh dan kotor, terlihat pakaian lusuh dan wajahnya yang tertutupi debu.


" Adik kecil, apa yang terjadi?" Tanya Xu Tian dengan memposisikan tubuhnya berjongkok di hadapan gadis kecil itu.


Gadis kecil itu terlihat sangat ketakutan saat melihat kedatangan Xu Tian.


" Tuan, ampuni saya," Ucap Gadis itu dengan bola mata indah memancarkan kesedihan dan ketakutan.


Xu Tian tersenyum dengan hati yang teriris melihat keadaan gadis malang di depannya.


" Adik kecil, tidak perlu takut. Kakak bukan orang jahat," Ucap Xu Tian dengan mengelus puncak kepala gadis kecil itu dengan penuh kasih sayang.


" Apa benar Kakak bukan orang jahat seperti mereka?" Gadis kecil itu menatap Xu Tian dengan ragu.


Xu Tian menganggukkan kepala dengan tersenyum ramah. " Lihat mata kakak, apa kakak sedang berbohong?"

__ADS_1


Gadis kecil itu menatap kedua bola mata Xu Tian dengan tatapan polosnya. Hingga beberapa saat kemudian gadis kecil itu mengangguk kepala.


" Kakak, apa aku boleh meminta sesuatu kepada kakak?" Gadis kecil itu dengan penuh harap.


" Tentu saja, katakan apa yang kamu inginkan?"


Gadis kecil itu menatap mayat kedua orang tuanya. " Aku ingin menguburkan mayat kedua orang tuaku, apa kakak mau membantu ku?"


Xu Tian tersenyum, lagi-lagi perasaan aneh yang begitu menyakitkan merasuk ke dalam hatinya.


Dia menatap gadis kecil yang terlihat berbeda dari sebelumnya, di mana saat pertama kali melihatnya sedang menangis, namun kini gadis kecil itu terlihat sangat tegar dengan apa yang menimpanya.


" Kakak akan membantumu. Mari kita lakukan sekarang," Ucap Xu Tian dengan menggerakkan tangannya.


" Wushhh..." Kedua tubuh sepasang suami istri yang sudah tidak bernyawa itu melayang di udara.


" Di mana kita akan menguburnya?" Tanya Xu Tian.


Gadis itu menunjukkan ke arah rumah yang kini telah hancur menjadi reruntuhan.


Xu Tian menganggukkan kepala, lalu menggerakkan tangannya kembali membuat dua lubang.


Gadis kecil itu segera mencari patahan balok kayu, kemudian menancapkan pada gundukan tanah dengan menuliskan nama kedua orang tuanya.


Setelah selesai, gadis itu sekali lagi menangis dengan menyentuh gundukan tanah di depannya, di mana keduanya adalah kuburan Ayah dan Ibunya.


" Ayah.. Ibu.. Yue'er tidak akan menangis lagi, ini terakhir kali Yue'er menangis, setelah itu Yue'er akan menjadi anak yang penurut. Yue'er sangat sayang dengan Ayah dan Ibu.." Gadis kecil itu terus berbicara banyak hal di depan makam kedua orang tuanya.


Di mana dia berjanji akan menjaga dirinya, akan mengunjungi jika ada waktu, akan menjadi gadis yang kuat.


Xu Tian yang berdiri satu meter di belakang gadis kecil itu, mulai menyeka air mata yang tiba-tiba saja merembas keluar.


" Paman dan Bibi tidak perlu khawatir, aku akan menjaganya dengan nyawaku sendiri. Semoga paman dan bibi tenang di sana," Ucap Xu Tian di dalam hatinya.


Xu Tian telah bertekad akan menjaga dan merawat gadis kecil itu.


Sepuluh menit kemudian, gadis itu mulai bangkit dari posisinya sebelumnya, lalu menatap ke arah Xu Tian.


" Kakak, terima kasih.." Ucap gadis itu membungkuk badannya.

__ADS_1


Xu Tian berjalan mendekat, lalu memeluknya dengan sangat erat.


Gadis itu pun membalas pelukan Xu Tian dengan kembali menangis. Xu Tian mengelus punggungnya dengan lembut mencoba menenangkan.


Xu Tian mengetahui bagaimana perasaannya, bahkan Xu Tian sangat kagum akan ketegaran hatinya. Bagaimana dia mencoba kuat dan tidak terlihat cengeng, tetapi bagaimana juga gadis kecil itu masih berumur lima tahun di mana dia masih sangat membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.


Gadis yang sangat malang, hidup sebatang kara tanpa siapapun di sisinya. Xu Tian mengepalkan tangannya dengan penuh kemarahan. " Siapapun yang melakukan hal ini, aku berjanji akan membuatnya merasakan kematian lebih baik di bandingkan tetap hidup dalam penyiksaan,"


Xu Tian yang merasakan gadis kecil itu sudah tenang, lalu melepaskan pelukannya dengan perlahan. Hingga saat menatap wajah gadis kecil itu, Xu Tian tersenyum dengan mengusap wajahnya pelan.


" Sepertinya dia sangat lelah." Xu Tian lalu menggendong gadis kecil itu yang kini tertidur dengan pulas.


Sebelum pergi, Xu Tian membuat tanda di makam sepasang suami istri itu, lalu membuat formasi sebelum pergi dari tempat tersebut.


" Wushhh...." Xu Tian bergerak dengan perlahan agar tidak menggangu gadis kecil yang berada di gendongnya.


Hingga beberapa saat kemudian, Bai Hu datang ke arahnya.


" Tuan muda," Bai Hu dengan pelan menatap bingung Xu Tian yang kini membawa seorang gadis kecil.


Xu Tian lalu menjelaskan kepada Bai Hu tentang apa yang terjadi sebelumnya. Dia juga mengatakan akan merawat serta menjaganya.


Bai Hu menganggukan kepala, lalu mereka berdua segera mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat.


" Swusshh....." Mereka berdua terus bergerak dengan santai.


Hingga beberapa saat kemudian, Xu Tian melihat kerumunan berada di sebuah bangunan yang masih berdiri di kota tersebut.


" Tuan muda, sepertinya di sana sebuah penginapan," Ucap Bai Hu menatap ke arah bangunan yang kini berada sekitar lima puluh meter dari tempat mereka berdua.


" Kita kesana sekarang juga, sepertinya mereka tidak benar-benar menghancurkan kota ini,"


Bai Hu sendiri membenarkan hal itu, dari hasil penyelidikannya, sepertinya kelompok yang melakukan hal ini semua hanya untuk bersenang-senang saja.


Xu Tian tersenyum tipis mendengar ucapan Long Hei. Dia tidak menyangka seseorang akan sangat tega melakukan hal ini.


Meski dia juga bukan orang baik, namun Xu Tian hanya membunuh mereka yang pantas untuk di bunuh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Saya akan coba buat Crazy Up hari ini. Tinggalkan Like dan Komentar!


__ADS_2