
" Formasi tujuh warna merupakan gabungan dari tujuh kekuatan berbeda, melambangkan segel kekuasaan mutlak dari kehidupan yang ada di dunia ini. Setiap warna memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing membuat mereka kini menjadi saling melengkapi. Aku sekarang paham mengapa mereka tidak menghancurkan altar kuno yang menghubungkan menuju Alam Neraka Kuno, karena sekuat apapun kita tidak akan mampu bisa menghendaki sesuatu yang memang sudah di gariskan. Aku sangat mengagumi segel tujuh warna, dia memiliki banyak kelebihan di bandingkan kekurangannya." Ucap pelan Xu Tian dengan terus fokus menatap Formasi yang ada di depannya.
" Tuan muda, lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Tanya Feng Huang dengan penasaran.
" Aku akan membuat beberapa formasi untuk melindungi tempat ini, dan aku juga penasaran akan keadaan di Neraka Kuno, tidak ada salahnya di masa depan aku mengunjunginya nanti." Ucap Xu Tian lalu menciptakan beberapa sajak kuno yang mulai mengambang di udara.
Xu Tian terus menggerakkan tangan dengan kecepatan angin membuat beberapa formasi di sekitar altar kuno, hingga beberapa saat kemudian melemparkannya pada altar kuno tersebut.
Setelah selesai membuat formasi pertahanan, ilusi, dan formasi penyerangan, Xu Tian lalu mengajak rombongannya untuk pergi dari tempat tersebut.
" Baik, tuan muda." Mereka semua bergerak dengan tenang, setiap tempat yang di lewati akan di pasang formasi berlapis.
Long Hei, Feng Huang, Feng Louzhi, dan Bai Hu juga melakukan hal yang sama, mereka meletakkan berbagai formasi penyerangan di tempat yang di lewati.
" Sudah cukup, kita akan segera keluar dari lorong ini," Ucap Xu Tian yang langsung memimpin rombongan dengan bergerak menggunakan kecepatan tinggi.
" Swusshh...." Long Hei dan lainnya mengikuti Xu Tian di belakang.
*****
Di tempat lain.
Pertempuran besar terjadi di beberapa wilayah, terlihat pasukan berpakaian hitam dengan gambar teratai yang terus menghancurkan tempat di sekitarnya.
" Hahahaha... ini semua balasan untuk kalian yang telah membunuh semua pasukan Teratai Hitam kami!" Teriak pria yang bertindak sebagai pemimpin.
Para tetua dan murid mulai kelelahan, bahkan sudah banyak dari mereka yang tewas.
" Tuan, ampuni kami," Ucap salah satu tetua dengan sedih menatap sekte Gunung Api kini hancur, bahkan murid-murid mereka telah tewas.
Di tempat persembunyian.
Terlihat semua orang yang ada ada di tempat itu sangat sedih menatap ke arah Sekte Gunung Api.
" Leluhur, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Patriak Zheng Li menatap Leluhur Gang.
Leluhur Gang mendesah pelan dengan perasaan tidak menentu.
" Menghadapi mereka semua sama saja kita menyerahkan nyawa. Untuk saat ini sebaiknya kita tetap bersembunyi, mungkin apa yang kita lakukan salah karena membiarkan anggota kita sendiri tewas. Kita benar-benar menjadi seorang pengecut!" Leluhur Gang dengan sedih.
" Leluhur, kita dapat membalas kematian anggota kita yang di bunuh dengan kejam oleh mereka!" Ucap salah satu tetua dengan kemarahan menyala.
" Benar, kita akan membalas kematian mereka semua!" Patriak Zheng Li menimpali dengan penuh dendam.
__ADS_1
Leluhur Gang menganggukkan kepala, kemudian semua orang hanya dapat menyaksikan kehancuran Sekte dan anggota mereka.
*****
Di tempat lain.
Kejadian yang sama juga di alami oleh kedua sekte lainnya, yaitu Sekte Macan Putih dan Sekte Pedang Emas.
Mereka yang baru saja kembali dari Desa Huli di kagetkan dengan penyerangan dari kelompok Teratai Hitam yang dengan kejam membunuh semua orang di sekte mereka.
Mereka semua hanya mampu menahan diri dan berjanji akan membalaskan dendam ini dengan lebih kejam.
" Leluhur, sebaiknya kita memberikan kabar kepada Sekte lain, agar mereka lebih berhati-hati," Ucap Patriak Dong Luan.
Leluhur Dong Feng menganggukkan kepala, lalu mengeluarkan batu komunikasi untuk mengirimkan pesan kepada kedua sekte lainnya.
Mereka juga tidak lupa mengirimkan pesan kepada Long Hei, dan menjelaskan tentang kejadian ini kepadanya.
*****
Di tempat lain.
Xu Tian dan rombongan akhirnya keluar dari lorong istana desa Huli. Mereka lalu bergerak ke arah barat dengan kecepatan tinggi.
Xu Tian dan lainnya yang melihat Long Hei berhenti pun mengikutinya.
" Long Hei, ada apa?" Tanya Xu Tian dengan mengerutkan keningnya.
Long Hei menjelaskan jika ada mengirimkan pesan kepadanya. Lalu dia memeriksa cincin penyimpanan miliknya.
Hingga beberapa saat kemudian, raut wajah Long Hei berubah setelah mendengar isi pesan yang masuk.
" Tuan muda, Sekte Macan Putih, Sekte Gunung Api, dan Sekte Pedang Emas mendapatkan serangan dari kelompok Teratai Hitam," Long Hei lalu menjelaskan tentang isi pesan kepada semua orang.
Xu Tian mengepalkan tangannya, terlihat matanya memancarkan kemarahan yang menyala.
" Lalu bagaimana dengan mereka?"
" Leluhur dan Patriak, serta rombongan yang baru saja kembali dari desa Huli berada di tempat persembunyian,"
" Aku ingin kalian membawa mereka menuju markas kelompok Teratai Hitam yang ada di perbatasan, aku dan Bai Hu akan segera melanjutkan perjalanan dan menunggu kalian di sana." Ucap Xu Tian memberikan perintah.
" Baik, tuan muda." Ucap Long Hei, Feng Huang, dan Feng Louzhi yang kemudian melesat pergi ke arah yang berbeda.
__ADS_1
" Bai Hu."
" Baik, tuan muda,"
Mereka berdua segera melanjutkan perjalanan menuju perbatasan, dan akan membicarakan masalah ini saat semua orang telah berkumpul.
Di perjalanan, Xu Tian terdiam dengan pikirannya. Kini dia telah kehilangan banyak anggota yang akan di jadikan sebagai pasukannya.
Bai Hu yang melihat Xu Tian hanya diam, mulai membuka suaranya.
" Tuan muda, apa yang sedang tuan muda pikirkan?"
Xu Tian menolehkan kepalanya menatap Bai Hu. " Kita telah kehilangan banyak pasukan, aku tidak akan pernah melepaskan mereka. Aku berniat menghancurkan kelompok itu saat kita tiba di Wilayah Tengah nanti." Ucap Xu Tian yang berencana melakukan penyerangan sesat sebelum kompetisi antar benua.
Bai Hu menganggukan kepala, mereka berdua pun kembali melanjutkan perjalanan dengan menambahkan kecepatan.
*******
Di tempat lain.
Long Hei, Feng Huang, dan Feng Louzhi meleset dengan kecepatan puncak agar segera tiba di ketiga Sekte tersebut.
Hingga dua jam kemudian, mereka bertiga akhirnya memasuki kawasan wilayah.
" Swusshh...." Long Hei muncul tidak jauh dari Sekte Gunung Api yang kini telah hancur berantakan.
" B*jingan! Aku terlambat tiba di tempat ini," Ucap Long Hei dengan kesal, lalu menyebarkan persepsinya untuk memeriksa aura kehidupan di sekitar tempat tersebut.
Hingga akhirnya Long Hei merasakan keberadaan Leluhur, Patriak, dan anggota Sekte Gunung Api yang sedang berada di tempat persembunyian.
Long Hei segera bergerak ke arah tempat persembunyian mereka.
" Wushhh...."
Semua orang yang ada di tempat itu terlihat sangat kaget dan waspada saat merasa aura yang mendekatinya.
Hingga beberapa saat kemudian Long Hei muncul di tempat itu.
" Tuan Long Hei," Ucap mereka semua dengan bernafas lega setelah mengetahui siapa yang menemukan keberadaan mereka.
Long Hei menganggukan kepala. " Kita periksa Sekte Gunung Api,"
" Tap-...." Patriak Zheng Li dengan ragu, begitu juga dengan yang lainnya.
__ADS_1
" Tenang saja, ada aku yang akan melindungi kalian semua." Ucap Long Hei