Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
82. Kematian Mogui Hongse


__ADS_3

" Nak, kamu terlalu muda untuk ikut campur urusan kami," Ucap sebuah suara dari balik awan, yang secara perlahan memunculkan wujudnya.


" Wushhh..." Sosok Jenderal besar organisasi kelompok Teratai Hitam muncul dengan tampilan berbeda.


Feng Louzhi yang melihat kemunculannya, mendengus dengan kesal.


Sejak awal mereka semua sudah mengetahui siapa sosok Jenderal besar, hal itu lah yang membuat Feng Louzhi sebelumnya memberikan sedikit tamparan kepadanya.


" Benarkah?" Ucap Xu Tian dengn santai.


" Aku akan memberikanmu sedikit pelajaran, agar kau mampu lebih menghargai nyawamu itu!"


" Perkenalkan, aku Mogui Hongse. Putra mahkota Kekaisaran Iblis neraka kuno," Ucapnya dengan penuh kebanggaan.


" Baik, aku akan mengingatnya. Aku harap Kaisar Iblis neraka kuno masih mengakui dirimu!"


" Hahaha... Aku tidak perduli jika orang tua itu tidak menganggapku sekalipun," Balas Mogui Hongse dengan santai.


" Jika begitu, aku sudah memahami apa yang terjadi di sana. Sepertinya kakakmu masih saja belum berubah, memiliki ambisi untuk mengusik keberadaan dunia lain, dan berniat menguasainya. Aku sangat menyayangkan Kaisar Iblis neraka kuno tidak membunuhnya pada saat itu,"


Mogui Hongse mengerutkan keningnya. " Dari mana kau mengetahui hal ini?"


" Itu tidak penting. Yang harus kau pahami, aku telah hidup sebelum kau hadir." Xu Tian kemudian menghilang dari tempatnya.


Ledakan aura Immortal God menyapu tempat di sekitarnya, membuat gunung teratai mulai bergetar.


" Long Hei, Bai Hu, gunakan segel terkuat yang kalian miliki untuk membuat formasi di tempat ini. Jangan sampai pertarungan ini terdengar oleh orang-orang Dunia Dewa!" Ucap Feng Louzhi dengan serius.


" Baik!" Ketiganya kemudian melesat pergi, sedangkan Xie Heng segera bergerak lebih menjauh dari pusat pertarungan.


" Dhuaaarrrr" Ledakan keras terus terdengar di tempat, saat kedua serangan saling bertabrakan.


" Wushhh.... Wushhh...." Dua kilatan cahaya berbeda warna itu terus bergerak dengan kecepatan tinggi.


Xu Tian melepaskan tapak dewa naga, yang kemudian di tahan menggunakan perisai berwarna hitam transparan.


" Dhuaaarrrr..." Ledkaa dahsyat yang sangat mengerikan menghancurkan bangunan di sekitarnya, membuat tempat itu kini seperti tanah lapang.


Bahkan Istana utama organisasi kelompok Teratai Hitam telah hancur lebur.


" Wushhh... Wushhh..." Feng Louzhi, Long Hei, Bai Hu terus bergerak membuat segel tangan untuk melindungi seluruh kawasan gunung teratai yang terus saja menimbulkan getaran.

__ADS_1


" Sangat mengerikan. Aku tidak menyangka kekuatan penguasa sangat luar biasa," Batin Xie Heng yang berada di luar formasi.


Di atas langit, Xu Tian dan Mogui Hongse terus bergerak dengan bertukaran serangan. Walaupun demikian, tampak perbedaan dalam pengalaman, di mana Mogui Hongse terlihat lebih mengandalkan kekuatannya, sedangkan Xu Tian terlihat seimbang antara kekuatan dan kecerdasan dalam memanfaatkan peluang.


Hal itu membuat beberapa kali Mogui Hongse terkena serangan di bagian tubuhnya.


" Sangat luar biasa! Aku merasa darah di dalam tubuhku terus bergejolak dengan hebat." Ucap Mogui Hongse dengan tertawa.


Xu Tian hanya diam tanpa menanggapi ucapan Mogui Hongse, sambil terus fokus.


" Nak, kenapa kau hanya diam saja? Apa hanya sampai di sini kemampuanmu?"


" Berbicara tentang kemampuan di depanku? Bahkan kakakmu itu hanya menjadi mainan untukku!"


" Oh, ternyata kamu benar-benar ingin merasakan kemampuanku sebenernya.."


" Aku bahkan sudah sangat menantikan apa yang bisa kau lakukan. Keluarkan semua kemampuan yang kau miliki, sebelum kau menyesalinya,"


" Swusshh.... Swusshh..." Mereka berdua kembali mengedarkan kekuatannya, bahkan aura yang keluar dari dalam tubuh keduanya lebih kuat di bandingkan sebelumnya.


Hingga tidak lama kemudian, sebuah perisai perlindungan yang di buat oleh Feng Louzhi, Bai Hu, dan Long Hei muncul menutupi kawasan Gunung Teratai.


" Hahahaha... Lihatlah, betapa bodohnya pengikut itu dengan mengurung kita berdua di tempat ini!" Mogui Hongse tertawa terbahak-bahak, menganggap apa yang di lakukan Feng Louzhi dan lainya sangat ceroboh.


" Mogui Hongse, harusnya kau sudah menyadari sejak kita saling bertukar serangan sebelumnya. Bagaimana bisa kau yang sama sekali tidak mampu menyentuhku berbicara seperti ini?"


Mogui Hongse sama sekali tidak menanggapi ucapan tersebut.


Hingga kemudian muncul sebuah tombak dengan bagian ujungnya terdapat sebuah tengkorak yang memiliki mata merah menyala.


" Wushhh...." Tombak Naga muncul di samping Xu Tian, berdengung dengan tenang membuat angin di sekitarnya berputar membentuk sebuah tornado kecil.


" Wushhh...." Keduanya kembali melesat dengan kecepatan tinggi.


" Dhuaaarrrr.... Dhuaaarrrr...." Serangan keduanya kembali beradu dengan suara benturan tombak yang memunculkan percikan api.


Dalam waktu singkat, pertempuran itu menjadi semakin sengit dengan suara ledakan yang terus menggema membuat perisai mengalami keretakan.


Namun dengan cepat Feng Louzhi, Long Hei, dan Bai Hu memperbaikinya.


Semakin lama, pertempuran tersebut semakin mengerikan. Dalam pertempuran itu sendiri, tampak Mogui Hongse mulai terpojok dengan terus bergerak mundur.

__ADS_1


" Mengapa serangannya semakin lama semakin kuat!" Batin Mogui Hongse dengan panik.


" Dhuaaarrrr..." Dalam kepanikannya, Mogui Hongse tiba-tiba mendapatkan serangan tombak yang mengarah pada bagian dada. Tubuhnya terlempar puluhan meter dengan menabrak puncak gunung teratai dan menghancurkannya.


" Akh..." Mogui Hongse tersungkur dengan meringis kesakitan saat darah segar berwarna hitam keluar dari dadanya.


" Wushhh...." Xu Tian muncul di sampingnya, kemudian melepaskan tapak Dewa Naga.


" Dhuaaarrrr...." Serangan tapak keemasan itu menghantam telak tubuh Mogui Hongse, membuatnya semakin masuk ke dalam tanah.


" Aghh...." Mogui Hongse berteriak dengan keras, merasa beberapa tulangnya mulai hancur.


" Tombak Penguasa Alam!"


" Whung..." Tombak Naga melesat ke atas langit dengan aura emas yang terus masuk ke dalamnya.


Awan gelap mulai muncul bersamaan dengan ledakan petir kehitaman. Hingga tidak lama kemudian, tombak Naga mulai membentuk siluet Naga dengan bagian kepala menggunakan mahkota.


" Roarghh....." Naga tersebut mengaum dengan keras menatap kearah Mogui Hongse dengan tatapan tajam.


" Long Zi, aku memiliki sesuatu untukmu. Dengan ini kau bisa kembali bangkit." Ucap Xu Tian dengan tersenyum senang.


Sebelumnya Xu Tian memang sengaja hanya memberikan pukulan di tubuh Mogui Hongse. Itu semua dia lakukan untuk memurnikan darah iblis menggunakan darah naga suci miliknya.


Xu Tian segera membuat segel tangan dengan kecepatan tinggi, tidak lama kemudian dari tubuh Mogui Hongse muncul benang berwarna emas yang membentuk pola rumit.


" Segel!"


" Wushhh...." Energi warna emas itu mulai menyelimuti tubuh Mogui Hongse, yang kini mulai ketakutan saat tidak mampu menggerakkan tubuhnya.


" Kau tenang saja. Aku juga akan mengirim kakakmu itu untuk menemanimu menemui Yama!" Ucap Xu Tian kemudian mengangkat kedua tangannya.


" Roarghh...." Siluet Naga kembali mengaum dengan mulut terbuka lebar.


" Wushhh ..." Naga tersebut melesat dengan kecepatan tinggi menuju tubuh Mogui Hongse yang seperti makanan baginya.


" Tidak!" Teriak Mogui Hongse dengan putus asa, saat tubuhnya kini mulai di lahap habis oleh Naga tersebut.


Perlahan tempat di sekitarnya kembali tenang, bahkan penampilan Xu Tian perlahan mulai kembali seperti semula dengan rambut hitamnya.


Di tempat lain.

__ADS_1


Feng Louzhi, Bai Hu, dan Long Hei akhirnya dapat bernafas dengan lega. Tubuhnya bahkan kini sudah bermandikan keringat.


__ADS_2