
" Maaf saudara, saya juga menginginkan barang tersebut."
" Cih! Tiga ratus dua puluh lima koin emas!" Pemuda itu kembali menawar, dengan menatap wanita itu dengan marah.
" Empat ratus ribu koin emas!" Wanita cantik yang berada di bangku biasa dengan tersenyum santai.
Sedangkan Xu Tian hanya diam, mendengarkan acara lelang yang berlangsung sengit itu.
" Tuan , apa anda tidak tertarik ikut menawar barang lelang?"
Xu Tian menggelengkan kepala. " Aku akan ikut dalam sesi akhir,"
Pelayan pun menganggukan kepala, kemudian kembali terdiam.
Hingga beberapa waktu kemudian, akhirnya zirah itu terjual dengan harga lima ratus ribu koin emas.
Sang pemuda yang sebelumnya bersaing dengan wanita itu, tersenyum senang karena dapat memenangkan barang lelang ke lima belas itu.
" Bodoh!" Ucap pelan Xu Tian, mengarahkan pandangan ke pemuda yang kini tersenyum lebar atas kemenangannya.
Pelayan yang di samping nya cukup terkejut, saat mendengar ucapan Xu Tian.
" Apa tuan muda mengetahuinya?"
" Tentu saja." Jawab singkat Xu Tian.
Xie Heng sendiri hanya diam tanpa memperdulikan sekitarnya. Selagi sang tuan tidak menemukan masalah, Xie Heng hanya perlu duduk diam menunggu perintah dan bergerak saat sang tuan membutuhkan dirinya.
Xu Tian yakin jika barang tersebut milik wanita yang kini terlihat sangat tenang. Jika memang dia menginginkan barang tersebut, maka ekspresi yang di tunjukan saat ini akan berbeda.
Kembali ke atas panggung.
" Baik. Lelang terakhir dalam sesi kali ini adalah sebuah pedang yang kami pun tidak mengetahui dengan pasti pedang ini berada pada tingkat apa, akan tetapi para tetua kami meyakini jika pedang ini tidak sesederhana yang terlihat,"
Mereka semua terdiam tidak menunjukkan ketertarikan dengan pedang itu. pedang itu terlihat sudah cukup rusak dengan beberapa bagian yang mulai berkarat.
Sedangkan Xu Tian yang melihat pedang itu, segera fokus dan membenarkan posisi duduknya.
" Cukup menarik," Batin Xu Tian yang sedikit merasa aura yang cukup kuat keluar dari pedang tersebut.
Begitupun dengan beberapa ruangan VIP, yang kini mulai menunjukkan ketertarikannya dalam acara lelang.
" Baik, lelang akan kami buka dengan harga satu juta koin emas, dengan kelipatan seratus ribu koin emas!"
Semua peserta lelang terlihat sangat terkejut mendengar harga pedang tersebut, namun berbeda dengan mereka yang kini berada di ruangan VIP.
" Satu juta lima ratus ribu koin emas!"
__ADS_1
Mendengar ada orang yang menaikan harga dengan tinggi, semua orang segera menatap ke arah ruangan VIP nomor 2 di mana ruangan Xu Tian berada.
Pelayan yang bersama Xu Tian juga terlihat sangat terkejut, dia mengira Xu Tian benar-benar tidak akan ikut dalam sesi pertama ini.
" Tuan muda,"
" Aku hanya penasaran dengan pedang itu." Xu Tian dengan cepat.
Xie Heng juga dapat merasakan ada sesuatu yang spesial pada pedang tersebut, apalagi saat melihat Xu Tian ikut menawarnya.
" Satu juta enam ratus ribu koin emas!" Teriak suara dari kamar VIP nomor 6.
Sekali lagi semua orang segera menatap ke arah ruangan VIP nomor 6.
" Apa mereka gila! Pedang sampah seperti itu saja mereka tawar dengan harga tinggi!"
Terdengar berbagai obrolan dari orang-orang yang mengikuti acara lelang tersebut. Mereka semua begitu bingung dengan ruangan VIP nomor 2 dan 6.
" Satu juta tujuh ratus ribu koin emas!" Teriak ruangan VIP nomor 3
" Satu juta sembilan ratus ribu koin emas!" Teriak VIP nomor 5
Semua orang merasa ingin terjatuh saat mendengar teriakkan dari ruangan VIP, ruangan di mana Klan-klan terkuat Wilayah Tengah mulai ikut merebutkan pedang tersebut.
Xu Tian tersenyum santai saat melihat Klan-klan kuat di Wilayah Tengah ini mulai ikut meramaikan acara lelang.
" Nak!" Ruangan VIP nomor 6 dengan marah saat mendengar suara Xu Tian yang menaikan harga cukup jauh.
Semua orang hanya dapat menahan nafasnya mendengar suara dari ruangan VIP nomor 2 itu.
" Jika tuan memang menginginkan pedang itu, maka silahkan tuan menawarnya." Xu Tian dengan tenang.
Pelayan yang di samping nya pun kemudian menjelaskan siapa sosok yang ada di ruangan VIP nomor 6 itu.
" Tuan, orang yang berada di ruangan nomor 6 berasal dari Klan Jun, klan yang saat ini berada pada urutan keenam terkuat di Wilayah Tengah,"
" Tidak masalah, jika dia menginginkan nya maka aku juga menginginkan pedang tersebut." Xu Tian dengan tetap bersikap tenang tanpa rasa takut sedikitpun.
Di dalam ruangan VIP nomor 5 sendiri, terlihat beberapa sosok yang sedang duduk dengan tenang menatap ke arah ruangan VIP nomor 2, tempat di mana Xu Tian berada.
" Pemuda yang sangat menarik."
" Apa aku perlu menyelidikinya, Patriak?"
" Tidak perlu, aku akan mencari tahunya sendiri nanti,"
" Baik."
__ADS_1
Di dalam ruangan VIP nomor 1, juga merasakan hal yang sama, mereka sangat penasaran dengan sosok yang ada di dalam ruangan VIP nomor 2.
" Selidiki dia, aku ingin tau siapa yang berada di dalam ruangan itu."
" Baik, Patriak!" Seorang tetua menghilang dari tempat itu.
Sedangkan sosok yang di panggil Patriak itu terdiam. " Mengapa aku merasakan jika pemuda itu adalah sosok yang di bicarakan oleh leluhur,"
Kembali ke atas panggung.
" Dua juta tujuh ratus ribu koin emas!" Teriak ruangan VIP nomor 6
" Dua juta delapan ratus koin emas!" Teriak ruangan VIP nomor 3.
Xu Tian menghela nafas panjang dengan senyum yang semakin mengembang. Hal itu membuat pelayan yang ada di dalam ruangannya merasa sedikit takut.
" Lima juta koin emas!" Teriak Xu Tian membuat semua orang sangat terkejut.
" B*jingan kecil ini!" Tetua yang berada di ruangan VIP nomor 6 dengan sangat marah.
" Selidiki dia! Aku ingin tau siapa yang berani melawanku!" Perintahnya pada sosok yang ada di kegelapan.
" Swusshh...." Sosok itu menghilang dari tempatnya.
Hingga harga lelang kini sudah memasuki dua belas juta koin emas. Xu Tian terus menaikan harga lelang, tanpa ingin memberikan pedang tersebut pada tetua yang berada di ruangan VIP nomor 6.
Tetua yang berada di dalam ruangan VIP nomor 6 hanya dapat mendengus kesal, karena masih ada barang selanjutnya jadi dia akan mencoba menahan diri hingga barang berikutnya.
" Sepertinya kau sangat menginginkan pedang itu, jika begitu kali ini aku akan mengalah." Ucap tetua tersebut, namun di dalam ucapannya terbesit amarah.
Xu Tian yang berada di dalam ruangan VIP nomor 2 terkekeh kecil.
" Terima kasih."
Bing Jia Li mulai menghitung.
" Dua belas juta koin emas, pertama..."
Semua orang terdiam.
" Dua belas juta koin emas, kedua...."
" Baik, dengan ini lelang sesi pertama telah berakhir dan barang terakhir di menangkan oleh tuan di ruangan VIP nomor 2, selamat." Ucap Bing Jia Li dengan tersenyum manis.
Acara lelang kemudian memasuki sesi ke dua atau sesi terakhir dalam lelang kali ini.
" Baik sesi kedua akan segera di mulai."
__ADS_1
Kemudian datang tiga orang pelayan dengan masing-masing mendorong meja yang di atasnya terdapat sebuah peti.