Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
31. Masih Di Klan Hong


__ADS_3

" Dhuarrrr...." Ledakan keras sekali lagi mengejutkan semua orang, bersamaan dengan raungan kesakitan tetua tingkat tinggi Klan Hong yang terlempar dengan keras menghancurkan bangunan-bangunan di sekitarnya.


" Kalian yang tidak ingin mati di tempat ini, silahkan memisahkan diri sekarang juga!" Ucap Xu Tian dengan terus bergerak mendekati Hong Kong, lalu menamparnya dengan keras.


" Dhuaaarrrr...." Ledakan keras menggema saat sosok tetua tiba-tiba muncul menahan tamparan Xu Tian menggunakan tangannya.


Sosok yang menahan tamparan Xu Tian terpukul mundur hingga beberapa langkah dengan raut wajah terkejut.


" Sangat kuat," Batin sosok tersebut dengan tangan bergetar dan terasa sangat kebas.


" B*jingan! Siapa dirimu yang datang ke Klan Hong dan membuat kerusuhan di tempat ini?" Tanya sosok tetua tersebut dengan wajah memerah.


" Kau tidak layak untuk mempertanyakan siapa aku." Jawab Xu Tian dengan tatapan tajam.


" B*jingan! Pemuda sombong sepertimu tidak akan lama hidup di dunia yang keras seperti ini!" Teriak marah tetua tersebut, lalu meminta pasukan yang bersembunyi untuk menangkap Xu Tian.


" Aku malas mendengar ocehanmu itu! Kemarilah, aku akan menghancurkan kalian semua!" Ucap Xu Tian yang kemudian mengangkat tangannya ke atas.


" Trakkk...." Gelombang petir berwarna hitam keemasan muncul di telapak tangan Xu Tian.


Pasukan yang sebelumnya bersembunyi segera melesat ke arah Xu Tian bersama dengan tetua tingkat tinggi Klan Hong.


Hong Kong menatap sosok tetua yang telah menolongnya. " Tetua Lu Dan, terima kasih." Ucap Hong Kong kepada tetua pertama Klan Lu.


Xu Tian terus bergerak dengan kecepatan tinggi sambil melepaskan serangan petir hitam keemasan dari telapak tangannya.


" Dhuaaarrrr...."


" Dhuaaarrrr...."


Satu persatu pasukan yang di bawa tetua Lu Dan berubah menjadi kabut darah. Sedangkan tetua tingkat tinggi Klan Hong mencoba menjaga jarak dari Xu Tian sambil menunggu kesempatan.


Xu Tian yang memahami tindakan mereka hanya menggelengkan kepala, dia memang sengaja sedikit bermain dengan pasukan Klan Lu agar mereka segera menyerang ke arahnya.


Hingga lima menit kemudian, akhirnya Xu Tian bergerak menyerang tetua tingkat tinggi Klan Hong itu.


" Kalian terlalu banyak berfikir!" Ucap Xu Tian dengan melepaskan serangan tapak penghapus langit.


" Swusshh..."

__ADS_1


" Dhuaaarrrr...." Tiga orang tetua tingkat tinggi itu terlempar hingga puluhan meter membuat pasukan Klan Lu dan murid Klan Hong bergedik ngeri.


Hong Kong kini memiliki wajah pucat pasi, dia tidak menyangka sosok yang terlihat masih sangat muda itu memiliki kekuatan yang sangat tinggi.


" Tetua Lu, aku akan menuju penjara bawah tanah untuk menemui Hong Fu," Ucap Hong Kong mencari alasan untuk pergi meninggalkan Klan.


Tetua Lu mengerutkan keningnya, dia dapat melihat dengan jelas gelagat aneh dari Hong Kong.


Xu Tian yang mendengar ucapan Hong Kong mendengus dengan kesal. " Dia benar-benar sangat licik!" Ucap pelan Xu Tian, kemudian menghilang dari tempatnya.


" Swusshh...." Xu Tian muncul di samping Hong Kong, lalu dengan gerakan cepat mencengkeram lehernya.


" Jangan harap bisa meninggalkan tempat ini! Kau harus menjelaskan kepada mereka yang tidak mengetahui tentang rencana licikmu itu." Ucap Xu Tian dengan melepaskan tekanan pada sosok Hong Kong.


Hong Kong yang merasa begitu kesulitan bernafas, apalagi mendapatkan tekanan dari Xu Tian tiba-tiba memuntahkan seteguk darah dari dalam mulutnya dengan tubuh bergetar.


Xu Tian menatap semua orang yang ada di tempat tersebut.


" Kalian telah tipu daya serta di bohongi olehnya. Sebaiknya kalian semua berhenti, atau aku akan benar-benar membunuh kalian semua!" Ucap Xu Tian dengan melepaskan tekanan yang lebih kuat.


Semua orang akhirnya terdiam di tempatnya masing-masing.


Di tempat lain.


Patriak Nan Whang dan lainnya terus bergerak menuju penjara bawah tanah. Sesekali mereka akan melawan kelompok yang menjaga penjara bawah tanah, namun dengan mudah Patriak Nan Whang mengalahkan mereka semua.


Hingga tidak lama kemudian, Patriak Nan Whang yang terus mengikuti tetua Klan Hong akhirnya tiba di depan lorong penjara bawah tanah.


" Kita hancurkan saja," Ucap Patriak Nan Whang, lalu tetua pertama dan kedua Klan Nan segera melepaskan serangan pada pintu masuk.


" Dhuaaarrrr..." Ledakan keras terjadi menghancurkan pintu lorong berkeping-keping.


Mereka semua lalu segera masuk ke dalam lorong menuju penjara bawah tanah.


" Patriak, di sana." Ucap tetua Klan Hong meminta semua orang mengikutinya ke arah kanan.


Mereka terus berjalan, hingga tidak lama kemudian tiba di ujung ruangan dengan pencahayaan yang sangat gelap.


" Tetua," Ucap Patriak Nan Whang meminta salah satu tetua Klan Nan untuk membuat pencahayaan agar mereka semua lebih mudah melihat tempat di sekitarnya.

__ADS_1


" Swusshh..." Api kecil muncul, lalu mengambang di udara.


" Patriak!" Teriak keempat tetua Klan Hong menatap ke sudut ruangan.


Terlihat seorang pria paruh baya yang sedang menutup kedua matanya dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan.


Sosok pria paruh baya yang tidak lain Patriak Hong Fu, membuka matanya secara perlahan saat mendengar suara memanggilnya.


" Hong Jin," Ucap lemah Patriak Hong Fu dengan memaksakan diri tersenyum menatap orang-orang yang masih setia terhadapnya.


Patriak Nan Whang, tetua pertama dan tetua kedua Klan Nan, terlihat cukup kaget melihat keadaan sosok yang sangat di hormati di Kota Hong.


" Saudara Fu, apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Patriak Nan Whang yang berjalan mendekati Patriak Hong Fu, lalu segera membantu mengirimkan kekuatan.


" Saudara, terima kasih," Ucap lemah Patriak Hong Fu menatap sedih semua orang.


Hingga akhirnya mereka semua segera membantu mengirimkan kekuatan pada sosok yang terlihat sangat lemah itu.


Hingga tidak lama kemudian, keadaan Patriak Hong Fu berangsur membaik.


" Hong Jin, bantu Hong Yang dan Hong Tou," Ucap Patriak Hong Fu menatap ke arah selatan di mana terlihat sebuah pintu.


" Baik." Ucap Hong Jin, lalu meminta tetua Klan Hong lainnya untuk mengikuti.


Setelah kepergian tetua Klan Hong, Patriak Nan Whang segera menanyakan awal bagaimana hal ini bisa terjadi.


Patriak Hong Fu lalu menceritakan secara singkat tentang penghianatan Hong Kong dan beberapa tetua tingkat tinggi lainnya.


Patriak Nan Whang benar-benar tidak menyangka hal ini akan terjadi, apalagi Hong Kong yang selalu terlihat setia terhadap klan Hong.


" Kekuasaan dan jabatan benar-benar membuat orang buta tentang siapa dirinya," Ucap Patriak Nan Whang yang di setujui oleh ketiga orang yang ada di tempat itu.


Setelah keadaan Patriak Hong Fu mulai membaik dan dapat bangkit berdiri, mereka semua lalu berjalan keluar dari penjara bawah tanah.


Patriak Nan Whang yang melihat Patriak Hong Fu ingin membantu keadaan kedua putranya, menjelaskan tentang situasi yang sedang terjadi di depan gerbang Klan Hong.


" Baik. Jika begitu kita harus segera menjelaskan hal ini, atau Klan Hong akan benar-benar hancur." Ucap Patriak Hong Fu yang kemudian terus mengikuti Patriak Nan Whang menuju gerbang Klan.


Mereka semua bergerak dengan cepat menuju gerbang Klan Hong, dan berharap Xu Tian tidak membunuh semua anggota Klan Hong.

__ADS_1


__ADS_2