Penguasa Alam Dewa

Penguasa Alam Dewa
33. Gunung Zhengji


__ADS_3

" Apa!"


Semua orang terlihat sangat terkejut atas apa yang di lakukan oleh Hong Dalu, tetapi berbeda dengan Xu Tian yang terlihat masih sangat tenang.


Hong Dalu yang baru saja melepaskan serangan ke arah Patriak Hong Fu, terlihat sangat ketakutan menatap ke arah Xu Tian yang kini mulai tersenyum tipis.


" Kau bebas melakukan apapun itu, selagi yang kau lakukan mampu membuatmu merasa lebih baik," Ucap Xu Tian yang memahami ketakutan Hong Dalu atas dirinya.


" Tuan muda-..." Patriak Nan Whang yang ingin berbicara, tiba-tiba menghentikan ucapannya saat Xu Tian mengangkat tangannya.


" Kalian semua harusnya memahami apa yang di rasakan oleh Hong Dalu. Aku juga akan melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan olehnya saat ini. Rasa kecewa, kesedihan, dan penyesalan saat ini dia rasakan. Bayangkan kalian berada di posisinya saat ini, di mana Ayahnya yang seharusnya menjadi pelindung dan pemimpin dalam rumah tangga telah menghancurkan itu semua akibat kesalahan dan ketidakbecusan dalam mengambil keputusan. Hal yang menyakitkan adalah kehilangan cinta pertama, di mana cinta pertama semua pria adalah ibunya sendiri. Dia yang selalu memberikan cinta dan kasih sayang tanpa meminta imbalan, harus pergi untuk selama-lamanya. Dan kalian tau? Hong Dalu tidak mendapatkan hal itu pada saat-saat terakhir Ibunya masih ada, bahkan otaknya telah di racuni oleh orang lain untuk membenci keluarganya sendiri." Ucap Xu Tian dengan menghela nafas panjang menatap Hong Fu yang terdiam.


Kemudian Xu Tian berjalan ke arah Hong Dalu yang kini mulai meneteskan air matanya kembali.


" Tidak perlu terlalu jauh larut dalam kesedihan dan penyesalan. Kau pemuda yang kuat, meski aku tidak menyukai sikap kesombonganmu sebelumnya, namun aku masih dapat melihat kedalaman hatimu yang bersih. Itu menjadi alasanku tidak membunuhmu pada saat itu juga," Ucap Xu Tian dengan menyentuh pundak Hong Dalu yang bergetar.


Hong Dalu mengangkat wajahnya menatap Xu Tian yang kini tersenyum ramah kepadanya.


" Tuan muda, apa aku boleh meminta sesuatu kepada anda?"


Xu Tian menganggukkan kepala. " Tentu saja. Dan jangan panggil aku tuan muda, kamu bisa memanggilku dengan saudara,"


Hong Dalu tersenyum, lalu menatap ke arah anggota Klannya. " Aku ingin tuan muda mengampuni semua anggota klanku. Mereka semua tidak bersalah, ini semua terjadi karena kesalahan Ayahku,"


Xu Tian tersenyum lebar mendengar permintaan Hong Dalu. " Sebagai ucapan permintaan maafku yang telah membuat wajahmu seperti ini, aku akan mengabulkan nya,"


Semua anggota Klan Hong menatap Hong Dalu dengan pandangan berbeda kali ini. Mereka tidak menyangka Hong Dalu memikirkan mereka semua.


" Tapi dengan satu syarat, bagaimana?" Lanjut Xu Tian mengejutkan semua orang.


" Tuan muda, aku akan melakukan apapun syarat yang tuan muda berikan," Hong Dalu dengan tegas.


Hong Yang dan Hong Tou menatap Hong Dalu dengan sangat bangga. Berbeda dengan Hong Fu yang kini hanya mampu menundukkan kepalanya.


" Aku ingin kamu bisa memaafkan kesalahan Ayahmu sendiri. Akan sangat lucu saat kamu mampu memaafkan kesalahan orang lain, namun tidak dengan orang tuamu sendiri. Bagaimana juga dia telah melindungimu, meski caranya yang salah."


Hong Dalu menatap ke arah Patriak Hong Fu, lalu berjalan mendekatinya.

__ADS_1


" Hong Dalu memberikan hormat kepada Ayah," Ucap Hong Dalu saat berada di dekat Hong Fu.


Patriak Hong Fu mengangkat wajahnya menatap Hong Dalu yang kini bersujud di hadapannya.


Terlihat cairan bening yang mulai keluar membasahi wajah tua itu.


" Bangunlah nak. Maafkan Ayah yang telah gagal ini," Patriak Hong Fu dengan memegang pundak Hong Dalu, membantunya untuk bangkit berdiri.


Semua orang terlihat tersenyum melihat momen tersebut.


Hong Yang dan Hong Tou menatap keduanya dengan mata berkaca-kaca, lalu segera menghampiri keduanya saat Hong Fu menatap ke arah mereka.


Xu Tian menghembuskan nafas dengan kasar, lalu menatap ke arah Patriak Nan Whang.


" Aku masih memiliki beberapa urusan, aku minta Patriak mengatakan kepada mereka jika aku akan kembali lagi nanti." Ucap Xu Tian yang kemudian menghilang dari tempatnya.


" Swusshh...."


Patriak Nan Whang dan orang-orang Klan Nan terkejut saat Xu Tian tiba-tiba sudah pergi tanpa menunggu jawaban darinya.


******


Xu Tian berhenti di atas langit menatap semua orang di bawahnya.


" Sepertinya aku aku harus memberikan kabar pada Feng Huang, aku takut mereka mencari keberadaanku." Ucap pelan Xu Tian, lalu mengeluarkan batu komunikasi untuk mengirimkan pesan kepada Feng Huang.


Setelah selesai, Xu Tian kemudian mengeluarkan Long Hei dari dalam dunia jiwa.


" Swusshh..." Long Hei muncul di samping Xu Tian.


" Awasi mereka semua, aku akan kembali lagi nanti."


" Baik, tuan muda."


Xu Tian kemudian menjelaskan untuk mengirimkan kabar kepadanya jika terjadi sesuatu. Setelah menjelaskan beberapa hal kepada Long Hei, Xu Tian kemudian melesat dengan kecepatan tinggi menuju arah timur.


" Swusshh...."

__ADS_1


Setelah kepergian Xu Tian, Long Hei tersenyum senang. Setelah berlatih di dunia jiwa, kini kekuatannya kembali meningkat dengan pesat.


" Sebaiknya aku mencari tempat yang nyaman untuk mengawasi mereka."


Long Hei menghilang dari tempatnya tanpa meninggalkan jejak aura sedikitpun.


*****


Di tempat lain.


" Swusshh...." Xu Tian terus bergerak dengan kecepatan tinggi, hingga beberapa saat kemudian dia melihat gunung di depannya.


Dengan cepat Xu Tian turun menuju gunung tersebut.


" Haish... Aku benar-benar benci dengan kejadian sebelumnya." Ucap pelan Xu Tian dengan mengingat keluarganya di Dunia Kultivator.


Kepergian Xu Tian bukan tanpa alasan, di mana kejadian di Klan Hong sebelumnya membuat dia sangat merindukan keluarganya.


Maka dari itu dia lebih memilih untuk pergi menyendiri.


Xu Tian berjalan mencari tempat duduk, setelah berjalan selama beberapa saat, akhirnya dia menemukan sebuah batu besar dengan bagian atas rata.


Hingga saat dia ingin duduk di atas batu tersebut, tiba-tiba terdengar suara dari dalam perut gunung tersebut.


" Pergi tinggalkan tempat ini sekarang juga, sebelum aku menghancurkan tubuhmu!" Ucap suara tersebut dengan aura mendominasi mencoba menekan Xu Tian.


Xu Tian terdiam di tempatnya tanpa bergerak sedikitpun. " Aku hanya ingin beristirahat di tempat ini. Jika kau terganggu, lebih baik kau saja yang pergi dari tempat ini!" Ucap Xu Tian dengan tegas.


" Kau memiliki keberanian yang cukup tinggi. Sudah sangat lama aku tidak mendengar orang lain berbicara angkuh kepadaku."


Xu Tian tersenyum tipis. " Kau tau alasannya?"


" Aku tidak memerlukan pendapatmu tentang itu semua!"


" Jika begitu, biarkan aku beristirahat di tempat ini."


Xu Tian lalu segera duduk di atas batu, kemudian menutup kedua matanya.

__ADS_1


Di dalam perut gunung, terlihat seorang pria paruh baya yang sedang duduk memainkan janggut putih panjangnya.


" Sangat menarik, masih sangat muda dan memiliki keberanian yang cukup tinggi." Ucap pria berjanggut putih itu tersenyum menatap ke arah tempat Xu Tian berada.


__ADS_2