
Xu Tian mengangkat kedua tangannya ke atas langit dengan pandangan mengarah pada tetua tingkat tinggi Teratai Hitam.
" Swusshh....." Tombak Naga bergetar kemudian bergerak ke arah Xu Tian.
Petir berwarna hitam keemasan terus menyelimuti tombak naga yang kini berada di tangan kanannya.
" Tombak Naga - Petir Penghancur!"
Siluet Naga petir muncul meliuk-liuk di sekitar tombak yang kemudian melesat dengan kecepatan tinggi menuju keempat tetua tingkat tinggi Teratai Hitam.
Keempat tetua tingkat tinggi itu terdiam dengan lutut bergetar, bahkan wajah mereka kini telah di basahi oleh keringat yang terus mengucur dengan deras membasahi tubuhnya.
Xu Tian kembali menggerakkan kedua tangannya dengan kecepatan angin membuat pola rumit, hingga beberapa saat kemudian muncul sebuah kubah berwarna emas dari bawah tanah yang mengurung keempat tetua tersebut.
" Roarrrgghhhh...." Naga petir meraung dengan keras menggetarkan area di sekitarnya.
" Boommsss...." Ledakan keras terdengar saat Naga Petir menghantam tubuh keempat tetua yang telah terperangkap dalam kubah emas yang Xu Tian ciptakan.
" Arghhh...." Teriak kesakitan keempat tetua Teratai Hitam.
Hingga beberapa saat kemudian tubuh keempatnya di lahap habis oleh Naga Petir.
Xu Tian terdiam di tempatnya, hingga beberapa saat kemudian tampilannya kembali seperti semula.
Setelah berhasil membunuh lima orang ranah Jenderal Dewa, Xu Tian kemudian menatap ke arah tempat di mana Bai Hu berada.
" Swusshh...." Bai Hu muncul di samping Xu Tian.
" Tuan muda, apa yang sedang tuan muda pikirkan?" Tanya Bai Hu sedikit khawatir.
" Aku mengkhawatirkan pergerakan kelompok Teratai Hitam. Setelah terbunuhnya pasukan dan tetua tingkat tingginya, mereka pasti tidak akan tinggal diam," Ucap Xu Tian dengan menghela nafas panjang.
" Tuan muda, benar. Bagaimana juga ini semua kerugian yang sangat besar untuk mereka setelah kehilangan tujuh puluh lima ribu pasukan serta tetua tingkat tinggi yang di miliki,"
" Sebaiknya kita segera kembali, aku akan membicarakan masalah ini dengan yang lainnya nanti."
" Baik.."
Kemudian mereka berdua segera melesat dengan kecepatan tinggi kembali menuju Desa Huli.
*****
Desa Huli.
Tempat yang sebelumnya di jadikan arena pertandingan kini tak ubahnya seperti reruntuhan. Tanah di sekitarnya bahkan kini menjadi berwarna merah dengan bau yang sangat menyengat.
Terlihat puluhan ribu mayat yang tergeletak di tanah. Feng Louzhi dan Feng Huang segera memberikan perintah pada semua orang untuk mengumpulkan mayat tersebut menjadi satu lalu membakarnya.
__ADS_1
" Apa kita perlu menyusul Tuan muda dan Bai Hu?" Tanya Feng Louzhi yang kini sedang bersama Feng Huang.
" Aku rasa sebentar lagi mereka akan tiba," Jawab Feng Huang yang memang terlihat lebih tenang.
Hingga tidak lama kemudian Xu Tian dan Bai Hu datang menghampiri keduanya.
" Tuan muda," Ucap Feng Louzhi dan Feng Huang dengan hormat.
Xu Tian menganggukkan kepala, kemudian meminta mereka berdua untuk mengumpulkan Patriak serta Leluhur dari setiap sekte maupun Klan yang ada di Desa Huli maupun kota-kota di sekitarnya.
" Tuan muda, apa telah terjadi sesuatu?"
" Nanti aku akan menjelaskan setelah semua orang berkumpul. Untuk saat ini aku akan beristirahat di dalam dunia jiwa untuk memulihkan diri." Ucap Xu Tian, yang kemudian menghilang dari tempatnya.
Feng Louzhi dan Feng Huang menatap ke arah Bai Hu meminta penjelasan darinya.
Bai Hu sendiri hanya menggelengkan kepala, meski dia telah mengetahui apa yang akan di lakukan tuan mudanya, tetapi dia lebih memilih untuk diam.
Feng Louzhi mendengus dengan kesal, meski begitu mereka semua segera pergi untuk mengerjakan tugas yang diberikan Xu Tian sebelumnya.
****
Di tempat lain.
Xu Tian melesat dengan kecepatan tinggi menuju Penginapan Zhu.
Di dalam kamar.
Xu Tian segera membuat formasi, lalu memasuki dunia jiwa.
Dunia Jiwa.
" Swusshh..." Xu Tian muncul di Istana Langit.
" Sepertinya mereka berusaha dengan keras untuk segera naik tingkat." Batin Xu Tian menatap ke arah Istana Phoenix di mana para pelayan yang lainnya sedang berlatih serta berusaha meningkatkan tingkat kultivasi mereka.
Xu Tian kemudian berjalan memasuki Istana Langit.
Qing Ling yang sedang duduk bersama Feng Yue setelah selesai berlatih, tiba-tiba merasakan kehadiran Xu Tian pun segera bangkit untuk menyambut kedatangannya.
" Gege..." Ucap Qing Ling saat melihat Xu Tian berjalan ke arahnya.
" Tuan muda," Feng Yue menatap hormat Xu Tian.
" Ling'er, bagaimana dengan latihanmu?"
" Gege tenang saja, dengan di bantu Feng Yue semua berjalan dengan baik."
__ADS_1
Xu Tian tersenyum, kemudian menatap ke arah Feng Yue.
" Tuan muda, dengan kondisi tubuh khusus yang di miliki tuan putri, memudahkan dirinya untuk mempelajari teknik perubahan, penyerangan, maupun pertahanan. Aku akan terus membantu tuan putri hingga menguasai ketiganya, Tapi.." Ucap Feng Yue menjeda ucapannya.
" Lakukan saja, aku tidak ingin Ling'er terburu-buru meningkatkan tingkat kultivasinya, karena itu akan membuat pondasinya menjadi rapuh."
" Tuan muda, benar. Setelah berhasil menguasai ketiganya, tubuh tuan putri akan menjadi lebih kokoh sehingga tidak perlu terlalu mengkhawatirkan jika ingin menaikkan tingkat kultivasi secara ekstrim."
Setelah berbincang selama beberapa saat, lalu Xu Tian segera menuju kamar untuk membersihkan diri.
Sedangkan Qing Ling dan Feng Yue pergi untuk mempersiapkan makan malam.
Di dalam kamar.
Xu Tian kini telah selesai membersihkan diri, dengan menggunakan pakaian berwarna biru langit, Xu Tian segera melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar.
Saat baru saja membuka pintu, terlihat Qing Ling yang sedang berjalan ke arahnya dengan tersenyum manis.
" Gege, makanan sudah siap." Ucap Qing Ling menghampiri suaminya.
" Terima kasih.." Ucap Xu Tian yang kemudian mengecup kening Qing Ling dengan penuh kasih sayang.
Qing Ling menutup matanya beberapa saat, lalu menggandeng tangan Xu Tian.
Feng Yue yang sedang menyiapkan makanan di atas meja, menatap kehadiran keduanya dengan tersenyum bahagia.
" Tuan muda dan tuan putri terlihat sangat cocok, sama-sama memiliki paras yang tampan dan cantik." Batin Feng Yue.
Mereka berdua lalu duduk, Qing Ling segera mengambilkan makanan untuk Xu Tian. Sedangkan Feng Yue segera berpamitan pergi tidak ingin mengganggu kebersamaan keduanya.
Xu Tian dan Qing Ling menikmati kebersamaan mereka dengan penuh kebahagiaan. Mereka berdua sangat jarang sekali menikmati waktu seperti ini.
Apalagi setelah tiba di Dunia Dewa, di mana Xu Tian terlihat semakin sibuk.
" Gege, setelah ini kita akan pergi kemana?" Tanya Qing Ling menatap Xu Tian yang sedang menikmati makanannya.
" Aku berencana membangun kekuatan dengan menggabungkan tiga sekte menjadi satu, setelah itu kita akan pergi menuju Wilayah Tengah terlebih dulu."
" Lalu bagaimana dengan kompetisi Wilayah?"
Xu Tian menggelengkan kepalanya. " Aku belum menanyakan masalah ini. Hanya saja sebelum menuju Wilayah Tengah, aku ingin mengunjungi markas Teratai Hitam yang ada di perbatasan Wilayah Timur ini." Jelas Xu Tian.
Mereka berdua terus melanjutkan obrolan mengenai rencana selanjutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf 1 Bab, Saya sedang ada urusan di luar soalnya. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1