
" Swusshh...." Xu Tian dan Bai Hu turun di depan penginapan.
Dengan segera Bai Hu berjalan mendekati kerumunan.
" Permisi, kami membutuhkan kamar untuk beristirahat, apa masih ada?" Tanya Bai Hu dengan ramah.
Seorang wanita bergegas berjalan mendekati Bai Hu. " Ada, tuan. Hanya saja..."
" Nona, katakan saja,"
" Karena kota sedang dalam kekacauan setelah penyerangan yang secara tiba-tiba, harga penginapan menjadi sangat maha," Pelayan menjelaskan.
Bai Hu dengan tenang mengeluarkan kantong berisikan koin emas, lalu memberikan kepada wanita tersebut.
" Apa ini cukup?"
Pelayan menerima dengan tangan bergetar, lalu menatap Bai Hu dengan senyum ramah.
" Sangat cukup tuan, silahkan.." Ucap pelayan mempersilahkan Bai Hu.
Bai Hu segera berjalan ke arah Xu Tian. " Tuan muda, saya telah memesan kamar." Ucapnya
Xu Tian menganggukkan kepala, lalu berjalan masuk ke dalam penginapan di iringi pandangan aneh dari semua orang.
Meski begitu, Xu Tian berjalan dengan cuek tanpa terganggu dengan pandangan mereka semua.
Xu Tian dan Bai Hu terus berjalan menuju lantai tiga mengikuti pelayan di depannya. Hingga beberapa saat kemudian mereka tiba di depan kamar yang cukup mewah.
" Tuan muda, silahkan.." Pelayan dengan memberikan kunci kamar kepada Bai Hu.
Setelah itu, pelayan segera pamit undur diri untuk menyiapkan makan yang di pesan.
Xu Tian dan Bai Hu masuk ke dalam kamar yang memiliki ukuran cukup luas, dan mampu menampung tiga orang karena kamar itu memiliki tiga kamar lagi di dalamnya.
" Aku akan masuk ke dunia jiwa,"
" Baik, tuan muda." Jawab Bai Hu dengan hormat.
Xu Tian lalu masuk ke dalam dunia jiwa meninggalkan Bai Hu di dalam ruangan itu.
******
Dunia Jiwa.
__ADS_1
Xu Tian muncul di depan Istana Langit. Tatapan yang tenang mencoba mengitari tempat di sekitarnya mencoba mencari keberadaan Qing Ling.
Setelah merasakan kehadiran Qing Ling di dalam Istana, Xu Tian segera melangkahkan kaki masuk ke dalam Istana Langit bersama gadis kecil yang masih setia tertidur di dalam gendongannya.
Setelah masuk ke dalam Istana Langit, Xu Tian segera menuju kamar di mana dia merasakan kehadiran Qing Ling.
Di dalam kamar.
Qing Ling yang sedang menatap wajahnya di depan cermin, di kejutkan dengan kedatangan Xu Tian yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.
" Gege.." Qing Ling dengan membalikkan badannya menatap Xu Tian dengan bingung.
Apalagi saat melihat gadis kecil yang sedang tertidur di gendongan suaminya.
" Ling'er, aku akan menjelaskan kepadamu," Ucap Xu Tian dengan lembut.
Qing Ling menganggukkan kepala, lalu berjalan mendekati Xu Tian.
Xu Tian pun segera menjelaskan tentang bagaimana dia tiba di pegunungan, lalu melihat kota yang sedang di serang, setelah tiba menemukan gadis kecil yang menangis. Xu Tian terus menjelaskan tentang apa saja yang terjadi.
Hingga beberapa menit berlalu, Xu Tian akhirnya menyelesaikan penjelasannya.
Qing Ling meneteskan air matanya menatap gadis kecil itu dengan perasaan sedih.
" Ling'er, aku ingin mengangkat dia menjadi putri kita, apa Ling'er tidak keberatan?" Tanya Xu Tian dengan lembut.
" Biar dia berisitirahat dulu, aku akan membasuh tubuhnya." Ucap Qing Ling, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air.
Xu Tian tersenyum bahagia menatap Qing Ling yang terlihat sudah sangat menyayangi gadis kecil yang dia saja tidak mengetahui namanya.
Qing Ling kembali dengan membawa wadah berisi air, lalu dengan telaten dan penuh kelembutan membersihkan wajah dan tubuh gadis kecil itu.
Xu Tian yang tidak ingin mengganggu, berpamitan kepada Qing Ling untuk menemui Shang bersaudara dan abdi nya yang lain.
Saat masuk ke dalam dunia jiwa, Xu Tian dapat merasakan jika mereka semua telah selesai dalam pelatihan tertutupnya.
*****
Istana Phoenix.
Shang Hai, Shang Gou, Shang Lou, Bai Mo, Fu Li Guan, dan Yuan Qi yang sedang bersantai di kagetkan dengan kedatangan Xu Tian.
" Hormat kepada Tuan muda," Ucap mereka semua dengan hormat berdiri membungkukan tubuhnya.
__ADS_1
Xu Tian tersenyum menatap mereka semua." Bangunlah,"
Mereka semua segera bangun, lalu berdiri menatap Xu Tian.
" Bagaimana hasil latihan kalian?"
" Seperti yang tuan muda lihat, kami semua berhasil menembus ranah Dewa." Jawab Bai Mo dengan bersemangat.
Saat ini tingkat kultivasi mereka mengalami peningkatan yang cukup pesat, setelah berlatih selama beberapa bulan ini, apalagi dengan keadaan dunia jiwa yang telah di ubah hukum ruang dan waktunya, membuat mereka mampu menembus ranah Dewa dengan waktu singkat jika di bandingkan dengan waktu di dunia luar.
Shang Hai Dewa Ungu tingkat puncak, Shang Gou dan Shang Lou Dewa Ungu tingkat awal, Bai Mo, Fu Li Guan, dan Yuan Qi berada pada ranah Dewa Hitam Awal dan Menengah.
Xu Tian tersenyum melihat perkembangan mereka semua. Xu Tian pun menjelaskan tentang apa saja yang terjadi selama mereka dalam latihan tertutup.
Di mana rencana yang akan dia lakukan, keberadaan mereka saat ini. Sedangkan Shang Hai dan lainnya terlihat sangat antusias mendengarkan cerita Xu Tian.
" Tuan muda, apa kami akan segera melihat dunia luar juga?" Tanya Shang Lou dengan penuh harap.
" Tentu saja. Setelah tiba di perbatasan, aku akan memberikan tugas kepada kalian semua. Aku ingin kalian merekrut pasukan seperti yang sebelumnya aku lakukan di Dunia Kultivator." Xu Tian menjelaskan kembali kepada mereka tentang tugas yang harus mereka lakukan setelah ini.
Di mana Xu Tian akan menjadikan markas cabang Teratai Hitam sebagai tempat dia membangun pasukan di Dunia Dewa.
Setelah berbincang selama hampir tiga jam, Xu Tian berpamitan pergi untuk beristirahat.
" Baik tuan muda, kami semua tidak akan mengecewakan tuan muda." Ucap Bai Mo dengan semangat, begitu juga dengan yang lain.
Mereka sudah tidak sabar menantikan kejayaan Istana Xufelong kembali di Dunia Dewa ini. Seperti halnya yang terjadi di Dunia Kultivator.
Xu Tian segera pergi dari tempat itu untuk kembali menuju Istana Langit.
" Swusshh...." Setelah bergerak dengan waktu singkat, Xu Tian akhirnya tiba dan langsung masuk ke dalam Istana Langit.
Qing Ling yang baru saja keluar dari dalam kamar, menatap kehadiran Xu Tian dengan penuh cinta dan kasih sayang.
" Gege.."
" Ling'er, aku ingin membersihkan diri."
" Baik, aku akan menyiapkan makan untuk Gege.."
Qing Ling segera pergi untuk menyiapkan makanan untuk suaminya, sedangkan Xu Tian memasuki kamar lain untuk membersihkan diri.
Di dalam kamar.
__ADS_1
Setibanya di dalam, Xu Tian merentangkan kedua tangannya dengan mata terpejam menikmati waktu istirahatnya.
" Akhirnya aku bisa beristirahat setelah akhir-akhir ini sibuk melakukan hal yang sangat melelahkan." Ucap Xu Tian, lalu memasuki kamar mandi.